Adat Nusantara
529 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Rumah Delapan Keluarga
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Rumah delapan keluarga atau Siwaluh Jabu merupakan Rumah Adat Karo yang sangat terkenal. Rumah ini dinamakan dengan sebutan Siwaluh Jabu yang memiliki arti dihuni oleh delapan keluarga. Rumah ini merupakan rumah zaman dahulu yang masih ada sampai saat ini di Desa Juhar, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Tradisi rumah tersebut pada zamannya, merupakan satu kekeluargaan yang sangat akrab dimana di rumah tersebut juga tersedia dapur masing-masing untuk satu keluarga yang terdiri dari delapan tungku. Setelah mereka selesai makan masing-masing keluarga, maka sering terjadi dialog membicarakan tentang adat istiadat. Entah membuat pesta peradatan atau berdiskusi tentang bertani di rumah tersebut. Mereka selalu bergotong royong baik disaat memanen maupun disaat menanam. Demikian suasana keakraban di rumah tradisi adat karo. Jika kita lihat dari segi bangunannya, di dalam rumah Siwaluh Jabu memiliki ciri khas yang unik. Keunikan rumah Siwaluh Jabu dapat dilihat dari hiasan kepala kerbau di...

avatar
OSKM_19918139_Sifa
Gambar Entri
Manulangi Natua-Tua
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Menghormati orang tua adalah salah satu kewajiban anak yang sangat penting. Dalam kehidupan suku Batak, terdapat sebuah tradisi di mana anak-anak dari orang tua (yang sudah tua dan telah memiliki cucu) berkumpul untuk menyuapi orang tua tersebut. Dalam bahasa Batak, tradisi ini disebut  Manulangi Natua-Tua  atau dalam bahasa Indonesia 'menyuapi orang tua'. Anak-anaknya yang telah berkeluarga menyuapi orang tuanya dengan makanan-makanan yang lezat.  Selain untuk menghormati orang tua sebagai bentuk pengabdian, Manulangi Natua-Tua juga bertujuan untuk memohon doa restu kepada orang tua, misalnya memohon kelancaran proses kelahiran, dan bahkan memohon doa bagi anaknya yang belum dikaruniai keturunan. Upacara ini juga biasa dilakukan ketika orang tua tersebut sedang memasuki masa kritis sebagai bentuk pengabdian dan rasa terima kasih seorang anak kepada orang tuanya. Upacara ini dapat juga dimaksudkan agar penyakit dan bencana menjauh dari orang tua. Umumnya a...

avatar
OSKM18_16118087_Rolina ITB_2018
Gambar Entri
Makna Pemberian Tuhor
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Pemberian tuhor adalah tradisi yang dilakukan pada acara pernikahan suku Batak. Pemberian tuhor kadang dapat diartikan seperti pihak lelaki “membeli” pihak perempuan saat menikah. Tuhor sendiri adalah berupa uang yang diberikan oleh mempelai lelaki kepada keluarga dari mempelai perempuan saat proses pernikahan.  Besarnya uang yang diberikan oleh mempelai lelaki tergantung dengan negosiasi dan tawar menawar dari kedua belah pihak, yang biasanya didiskusikan pada saar acara lamaran (marhusip). Beberapa hal dipertimbangkan dalam negosiasi jumlah tuhor ini, seperti keadaan sosial keluarga mempelai wanita, keadaan ekonomi keluarga, dan beberapa hal lainnya.  Sejumlah uang itu biasanya digunakan untuk kepentingan pernikahan dan juga untuk orang tua serta kakak-adik dari sang mempelai perempuan. Pemberian tuhor biasanya dilakukan sebagian sebelum menikah dan sisanya pada saat pesta batak, tapi dapat juga dilakukan sesuai kesepakatan kedua keluarga. Pemberi...

avatar
OSKM18_16618138_Priquela
Gambar Entri
Dalihan Na Tolu
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Dalihan Na Tolu   Dalihan Na Tolu adalah sebuah tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu yang telah dipegang dan menjadi pedoman orang-orang Batak. Prinsip ini sangat diperlukan dan dijunjung tinggi dalam adat Batak ini.  Nama lainnya adalah partuturon, atau dalam bahasa awam adalah silsilah tingkatan dalam keluarga adat Batak. Banyak peraturan kebanyakan secara tidak tertulis atau pada umumnya hanya bersifat normatif dalam adat Batak yang berpegangan pada tingkatan-tingkatan atau posisi satu orang terhadap yang lain dalam keluarga. Dalam adat Batak, keluarga yang dimaksud bukanlah hanya keluarga dekat atau kandung melainkan lebih luas daripada itu yang bisa dilihat dari marga atau boru satu orang atau keluarga tertentu.   Dalihan Na Tolu adaah prinsip yang harus dipegang dalam berkehidupan bermasyarakat dalam adat Batak. Dalam Dalihan Na Tolu ada tiga prinsip atau dalihan  (tungku dalam bahasa Batak) yang secara umum dipegang :...

avatar
OSKM18_16518302_Yonatan Jori Saputro
Gambar Entri
Minuman Tuak Dalam Adat Batak Toba
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Tuak adalah suatu jenis minuman beralkohol Nusantara yang dihasilkan dari hasil fermentasi nira kelapa atau jenis pohon lain penghasil nira (seperti aren) serta beras. Minuman ini berasal dari beberapa daerah di Indonesia seperti Sumatera Utara, Bali, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Tuak memiliki kekhasan dari masing-masing daerah asalnya. Khusus untuk tradisi Batak, minuman ini sering ada saat acara adat, acara kekeluargaan, di lapo (tempat makan orang Batak), dan juga sebagai jamuan kepada tamu. Popularitas minuman tuak di kalangan Batak Toba menjadikan tuak sebagai minuman khas dan simbolis dari suku Batak. Fungsi tuak dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Batak Toba sering dibahas, namun studi mengenai tuak yang berfokus pada aspek sosial-budaya Batak masih kurang. Tuak yang biasa digunakan dalam adat Batak adalah tuak tangkasan, tuak yang tidak bercampur dengan raru. Tuak tersebut berasal dari tumbuhan mayang bagot (sejenis tumbuhan Aren). Pohon bargot dahulu diperca...

avatar
OSKM_16918233_INDIRA ANJANIQUE
Gambar Entri
Pernikahan Suku Karo
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Suku karo merupakan salah satu bagian dari suku batak. Suku karo terdiri dari banyak marga(nama keluarga untuk laki-laki) dan beru(nama keluarga untuk perempuan). Adapun 5 kelompok besar marga atau beru pada suku karo, yaitu Karo-Karo, Ginting, Tarigan, Sembiring, dan Perangin-angin. Suku karo memilki ritual pernikahan yang sedikit berbeda dari suku batak lainnya. Ketika lelaki bersuku karo ingin menikah dengan wanita yang bersuku karo juga, pihak lelaki harus datang kerumah pihak perempuan terlebih dahulu dengan membawa anak beru (perwakilan pengambil perempuan atau penerima perempuan) begitu juga pihak perempuan diwakili oleh anak beru (perwakilan penerima pihak lelaki) dari pihak perempuan tersendiri. Saat itu juga seluruh keluarga dari kedua belah pihak dikumpulkan yang bertujuan untuk membicarakan waktu untuk mengadakan upacara pernikahan dan mahar. Pertemuan ini disebut dengan "Mbaba Belo Selambar". Dimana, pihak lelaki membawa ayam kampung yang masih hidup sebagai simbol pinan...

avatar
Ratugracia01
Gambar Entri
Minuman Tradisional Tuak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Tuak merupakan sadapan yang diambil dari mayang enau atau aren (Arenga pinnata). Kalau dalam bahasa Indonesia, sadapan dari enau atau aren disebut nira. Nira tersebut manis rasanya, sedangkan ada dua jenis tuak sesuai dengan resepnya, yaitu yang manis dan yang pahit (mengandung alkohol). Di daerah Tapanuli Utara, biasanya laki-laki yang menyelesaikan kerjanya berkumpul di kedai pada sore hari. Mereka berbincang-bincang, menyanyi, memain kartu, bercatur dan menonton televisi, sambil minum tuak. Pada umumnya seorang petani biasa minum tuak beberapa gelas sehari. Pada tahun 1997 segelas tuak berharga Rp. 300 di desa LNH. Kalau laki-laki, baik yang muda maupun yang tua minum tuak di kedai, tetapi jarang terdapat perempuan yang minum tuak di kedai bersama laki-laki, kecuali pemilik kedai atau isterinya. Ada juga laki-laki yang membeli tuak di kedai dan membawa botol yang terisi tuak ke rumahnya atau ke rumah kawannya untuk minum tuak di situ.   Tuak yang ada hubu...

avatar
OSKM18_16318141_Golden Putra
Gambar Entri
Mangkaroan
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Adat mangkaroan itu adalah salah satu dari sekian banyak adat dari budaya Batak. Mangkaroan atau yang biasa dikenal sebagai Melek-melekan adalah salah satu adat batak untuk menyambut kelahiran seorang bayi yg baru lahir. Adat mangkaroan atau melek-melekan dilaksanakan pada saat bayi berumur 1-4 minggu. Pada saat acara tersebut, orangtua ibu dari si bayi datang dengan membawa dekke (ikan mas arsik), ulos dan beras di tandok. Sementara dari pihak keluarga suami (ayah dari si bayi) menyediakan menu makanan utama. Kakek dan nenek dari si bayi akan memberikan ulos ke bayi tersebut yang dinamakan ulos holong atau selendang kasih sayang. Ulos ini diberikan sebagai simbol memohon berkat dan panjang umur untuk si bayi. Lalu dilanjutkan dengan keluarga dari pihak Ibu akan menyuapi si Ibu dengan nasi, dekke (ikan mas arsik), dan air. Nasi atau dalam adat Mangkaroan disebut beras sipirni ni tondi melambangkan agar selalu teguh imannya. Dekke menjadi alas dalam menyampaikan harapan, doa dan mim...

avatar
Oskm18_19718268_gabriella
Gambar Entri
Ikan Arsik
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Arsik adalah masakan khas Tapanuli, Batak Toba.Masakan ini memiliki filosofi tersendiri bagi orang Batak, dan menjadi menu wajib dalam acara adat. Arsik biasanya menggunakan ikan mas sebagai bahan utama, sekilas hampir mirip dengan Pangek Ikan dari Padang atau Ikan bumbu kuning, namun citarasa arsik asin, asam/ kecut, bisa juga pedas dan menggunakan bumbu khas Sumatera Utaraseperti andaliman dan asam cikala (buah kecombrang). #OSKMITB2018

avatar
Oskm18_16918187_alvoelektra