Setiap suku di Indonesia memiliki sebutan unik dalam memanggil kerabat/keluarganya. Tak terkecuali untuk suku betawi, suku penduduk asli batavia atau lebih umum dikenal sebagai Jakarta. Beberapa dari anda mungkin tidak asing dengan panggilan "Babe", "Nyak", "Mpok", ataupun "Abang". Ya, panggilan-panggilan tersebut adalah beberapa contoh panggilan kekerabatan khas suku betawi yang masih umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, kita mengenal lebih banyak panggilan-panggilan kekerabatan khas suku betawi. Panggilan "Babe" biasa digunakan untuk memanggil ayah/bapak, sedangkan "Nyak" biasa digunakan untuk memanggil ibu. Namun, tak jarang juga penduduk suku betawi ini menggunakan panggilan "Emak" untuk ibunya. Berikutnya, panggilan yang masih sangat umum digunakan yaitu "Mpok" dan "Abang". Kedua panggilan ini masing-masing dipakai untuk saudara perempuan dan saudara laki-laki yang usinya lebih tua dari kita. Tidak hanya untuk saudara kandung, panggilan "Mpok" dan "Abang" ini juga...
Hampir pasti masyarakat Betawi mengenal siapa Si Pitung itu. Si Pitung merupakan seorang pendekar yang hidup di zaman penjajahan Belanda. Ia dikenal sebagai pendekar yang baik hati dan pembela rakyat yang miskin terutama dari penindasan para kompeni dan tuan tanah serta pemilik toko yang bertindak sewenang-wenang. Si Pitung berasal dari Rawa Belong. Ia merupakan pemuda yang saleh. Saban hari ia belajar mengaji sekaligus belajar pencak silat pada haji Naipin. Si Pitung sangat prihatin terhadap gaya hidup yang bertolak belakang saat itu. kelompok pertama yang terdiri dari kompeni (penjajah Belanda), para tauke (orang kaya), dan tuan tanah hidup dalam kemewahan dan bergelimangan harta. Sementara kelompok lainnya, yakni rakyat jelata hidup dalam penderitaan dan kemiskinan serta kelaparan. Situasi yang tidak adil itu menggugah hati Si Pitung untuk melakukan sesuatu terhadap rakyat jelata. Ia da...
Si Pitung Si Pitung adalah sosok pemuda teladan dari Rawa Belong. Shalat lima waktu tidak pernah ia tinggalkan. Belajar mengaji kepada ulama setempat, Haji Naipin, tidak putus-putusnya dijalankan. Pemuda Betawi dahulu biasanya memang taat dalam agama dan pintar bersilat. Hal itu juga yang dilakukan Si Pitung. Selesai belajar mengaji, ia berlatih silat. Tidak terasa waktu berjalan, Si Pitung menjelma menjadi sosok yang lengkap dalam ilmu agama dan ilmu beladiri, yaitu pencak silat. Ia adalah gambaran pemuda Betawi pada waktu itu. Pada saat yang sama, penjajah Belanda sedang giat-giatnya mengeruk kekayaan alam Hindia Belanda (nama Indonesia sebelum merdeka) yang berpusat di Batavia. Tenaga rakyat diperas dalam kekejaman kerja paksa. Tak terhitung lagi korban yang jatuh. Sebagian lagi hidup dalam penderitaan dan kelaparan. Menyaksikan kenyataan itu, timbul rasa iba di hati Si Pitung. Keberpihakan pada rakyatnya sendiri yang mengubah takdir Si Pitung. Bersama Rais dan Ji'...
Kue rangi, atau juga disebutÃÂ sagu rangi, adalah salah satu kue tradisionalÃÂ Betawi. Kue ini terbuat dari campuranÃÂ tepung kanjiÃÂ (orang Betawi biasa menyebutnyaÃÂ tepung sagu) denganÃÂ kelapaÃÂ parut yang dipanggang dengan cetakan khusus di atas tungku kecil. Kue rangi disajikan dengan olesanÃÂ gula merahÃÂ yang dikentalkan dengan sedikit tepung kanji. Agar berbau harum dan menggugah selera, gula cair kental ini adakalanya dicampuri dengan potonganÃÂ nangka,ÃÂ nanasÃÂ atauÃÂ durian. Kue rangi rasanya gurih dan beraroma wangi karena dimasak dengan cara dipanggang menggunakan bahan bakarÃÂ kayu. Cetakan kue rangi mirip dengan cetakanÃ&A...
TRADISI PENCAK SILAT sudah berurat-berakar dikalangan masyarakat Indonesia sejak lama. Sebagaimana seni beladiri di negara-negara lain, pencak sitat yang merupakan seni beladiri khas Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yang dikembangkan untuk mewujudkan identitas. Demikian pula bahwa seni beladiri pencak silat di Indonesia juga beragam dan memiliki ciri khas masing-masing. Tapak Suci sebagai salah satu varian seni beladiri pencak silat juga memiliki ciri khas yang bias menunjukkan identitas yang kuat. Ciri khas tersebut dikembangkan metalui proses panjang dalam akar sejarah yang dilatuinya. Berawal dari atiran pencak sitat Banjaran di Pesantren Binorong Banjarnegara pada tahun 1872, atiran ini kemudian berkembang menjadi perguruan seni bela diri di Kauman Yogyakarta karena perpindahan guru (pendekarnya), yaitu KH. Busyro Syuhada, akibat gerakan perlawanan bersenjata yang...
Suku betawi memiliki beragam adat budaya seperti makanan khas, tarian, sampai alat musik. Namun yang tidak kalah menarik salah satunya adalah pakaian adat betawi. Pakaian adat betawi ada 3 macam, yaitu pakaian sehari-hari, pakaian resmi, serta pakaian pengantin. Pakaian keseharian Pria Betawi hanya terdiri dari atasan dan bawahan. Atasannya berupa baju koko atau sering disebut baju sadariah. Untuk bawahannya berupa celana komprang dengan ukuran nanggung, sarung yang digulung dan diikat dipinggang, serta sabuk hijau. Tidak lupa menggunakan peci merah. sumber : http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-betawi-dki-jakarta.html
Suku betawi memiliki beragam adat budaya seperti makanan khas, tarian, sampai alat musik. Namun yang tidak kalah menarik salah satunya adalah pakaian adat betawi. Pakaian adat betawi ada 3 macam, yaitu pakaian sehari-hari, pakaian resmi, serta pakaian pengantin. Untuk pakaian keseharian wanita betawi terdiri dari atasan, bawahan, dan penutup kepala. Atasannya berupa baju kurung berwarna terang mencolok. Sedangkan bawahannya berupa kain batik dengan motif geometris. Dan penutup kepalanya berupa kerudung dan selendang yang memiliki warna senada dengan baju kurung yang digunakan. sumber : http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-betawi-dki-jakarta.html
Suku betawi memiliki beragam adat budaya seperti makanan khas, tarian, sampai alat musik. Namun yang tidak kalah menarik salah satunya adalah pakaian adat betawi. Pakaian adat betawi ada 3 macam, yaitu pakaian sehari-hari, pakaian resmi, serta pakaian pengantin. Pakaian adat betawi baju resmi diperuntukan untuk bangsawan yang dulunya hanya digunakan oleh para damang. Saat ini pakaian yang bernama baju ujung serong resmi digunakan sebagai pakaian PNS pemda DKI Jakarta untuk hari-hari tertentu. Baju ujung serong terdiri dari dalaman kemeja putih, jas tutup berwarna gelap, batik geometris yang dipakai di pinggang sebagai lutut, dan celana pantolan yang memiliki warna sesuai dengan jas. Pakaian ini menuntut untuk dilengkapi dengan aksesoris berpa penutup kepala berupa kopiah, lalu ada kuku macan, pisau raut atau senjata badik yang diselipkan di pinggang, jam rantai untuk hiasan saku. Sedangkan untuk alas kaki berupa sepatu pantopel. Untuk pakaian resmi perempuan betawi yaitu baj...
Suku betawi memiliki beragam adat budaya seperti makanan khas, tarian, sampai alat musik. Namun yang tidak kalah menarik salah satunya adalah pakaian adat betawi. Pakaian adat betawi ada 3 macam, yaitu pakaian sehari-hari, pakaian resmi, serta pakaian pengantin. Pakaian pengantin pria betawi dalam acara pernikahan dibuat khusus. Pakaian ini hasil akulturasi budaya Arab, Tionghoa, dan Melayu. untuk pria pakaiannya disebut dandanan care haji. Pakaian ini berupa jubah besar berwarna cerah, dengan Pernik benang keemasan. Sedangkan bawahannya berupa celana panjang berwarna putih. Pengantin pria memakai selendang yang dikenakan dalam jas (bagian dada), dan memakai topi khusus yang terbuat dari sorban sebagai penutup kepala. sumber : http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-betawi-dki-jakarta.html