Jembatan Pasupati atau Jalan Layang Pasupati dibangun untuk menghubungkan bagian utara dan timur Kota Bandung. Dinamakan Pasupati karena menghubungkan jalan terusan Pasteur dan Jalan Surapati . Tampak indah karena mengusung teknologi cable stayed, yaitu ditopang dengan satu atau lebih tiang utama, dan kabel-kabel besar yang menahan badan jembatan sehingga dari jauh nampak seperti alat musik harpa. Seperti jembatan lainnya, Jembatan Pasupati juga lebih menarik dilihat saat malam hari. Sumber : https://mytrip.co.id/Article/HOT%20LIST/Index/78/30-landmark-di-indonesia-bagian-1
Soal daya tarik ritual keagamaan dan adat, sebenarnya selain Bali setiap daerah di Indonesia juga memiliki ritual adat dan budaya yang sangat menarik, seperti Bali yang memiliki ritual kelahiran dan kematian, daerah lainpun begitu, Gayo suku saya misalnya. Seperti Bali yang punya ritual khusus saat pemberian nama Bayi yang dinamakan upacara ‘telu bulanan’ , kamipun di Gayo memiliki ritual semacam itu, ‘Turun Mani’ namanya, seperti di Bali, di kampung sayapun bayi dipercaya lemah dan rawan terserang roh jahat saat baru lahir, karena itu sebelum si Bayi dianggap cukup kuat Bayi dilarang untuk dibawa keluar rumah. Dulu saat saya masih kecil kepercayaan seperti ini masih hidup di Gayo. Ritual ‘turun mani’ seperti yang saya sebutkan sering saya saksikan di kampung saya di Isaq. Bedanya jika di Bali bayi baru boleh keluar rumah saat sudah berumur 105 hari, maka di tempat saya cukup 7 hari saja. Seperti ritual ‘telu bulanan&rsqu...
Kacapi parahu adalah suatu kotak resonansi yang bagian bawahnya diberi lubang resonansi untuk memungkinkan suara keluar. Sisi-sisi jenis kacapi ini dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai perahu. Pada masa lalu, kacapi ini dibuat langsung dari bongkahan kayu dengan memahatnya. Sumber : http://indonesiasand.blogspot.com/2016/05/alat-musik-khas-jawa-barat.html?m=1
Kacapi siter merupakan kotak resonansi dengan bidang rata yang sejajar. Serupa dengan kacapi parahu, lubangnya ditempatkan pada bagian bawah. Sisi bagian atas dan bawahnya membentuk trapesium. Sumber : http://indonesiasand.blogspot.com/2016/05/alat-musik-khas-jawa-barat.html?m=1
SETIAP daerah di Indonesia memiliki kain khas tradisional. Mulai dari songket, sarung, batik, dan juga tenun. Kain-kain tersebut tersebar di seluruh wilayah Tanah Air, dengan ciri motif dan warna yang lebih spesifik tergantung identitas yang ingin di tampilkan dari setiap daerah. Batik adalah salah satunya. Jika pada umumnya batik dikenal sebagai kain khas Jawa, ternyata batik juga tersebar di Sumatera hingga Papua. Bagi Anda penggemar atau kolektor kain batik sudahkah memiliki batik Papua? Nah, sebelum membeli batik Papua, sebaiknya kenali dulu ciri khas, bahan, dan harga batik Papua. Salah seorang pedagang batik di pasar oleh-oleh kota Biak Numfor, Papua Barat, yakni Nowela menuturkan, kain batik Papua memiliki beragam corak dan warna. Biasanya warna kain batik Papua lebih didominasi warna-warna cerah. "Warna yang orang pilih biasanya merah, oranye, kuning, biru, atau hijau cerah," jawab Nowela singkat kepada Okezone di Biak Numfor, belum lama ini....
Lagu daerah lampung dihasilkan dari perpaduan dua budaya yakni budaya islam dan budaya masyarakat lampung tersendiri. Jenis musiknya seperti musik klasik yang diiringi dengan gambus dan akustik. Berikut lagu daerah lampung yang wajib anda ketahui. Lipang Lipang Dang Pang li pang dang li pang dang kilidang Pang li pang dang sakik lipang jak kundang Yu yupayu yupayu ku tekhima yu yupayu yupayu kaya dia Api penggali lawas pakai tembilang besi Mekha nai awas awas mekha nai awas awas Nayah muli membudi sumber :http://www.lagu-daerah.com/2015/06/lirik-lagu-daerah-lampung.html
Tari Piring Tari Piring (Tari Piriang) adalah salah satu seni tari tradisional di Minangkabau yang berasal dari kota Solok, provinsi Sumatera Barat. Kenapa disebut Tari Piring? Karena Tarian ini dimainkan dengan menggunakan piring sebagai media utama. Piring-piring tersebut kemudian diayun dengan gerakan-gerakan cepat yang teratur, tanpa terlepas dari genggaman tangan. Tari Piring merupakan sebuah simbol masyarakat Minangkabau. Di dalam tari piring gerak dasarnya terdiri daripada langkah-langkah Silat Minangkabau atau Silek. Konon, tari Piring ini merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat setempat kepada dewa-dewa setelah mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah. Ritual dilakukan dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang kemudian diletakkan di dalam piring sembari melangkah dengan gerakan yang dinamis. Setelah masuknya agama Islam ke Minangkabau, tradisi tari piring tidak lagi digunakan sebagai ritual ucapan rasa syukur kepada dewa-dewa. Akan tetapi, tar...
Tarian Indang Minangkabau Tari Indang juga dikenal dengan tari Dindin Badindin adalah salah satu tarian khas pesisir Pariaman, Sumatera Barat. Gerakan tari yang tegas serta diiringi dengan tuturan lisan ini sekilas mirip dengan tari saman (Aceh). Namun gerakan tari Indang lebih variatif dan sarat akan nilai da’wah Islam. Tari Indang sebenarnya merujuk pada alat musik tradisional menyerupai Rebana, namun berukuran lebih kecil (sekitar 18 – 25 cm). Ini pula yang menjadi pembeda antara tari Indang dengan Tari Saman. Jika tari Saman menggunakan pelafalan serta bunyi-bunyian A Capella yang berasal dari tepuk tangan dan anggota badan, Tari Indang banyak menggunakan Indang sebagai pengatur tempo musik. Tari Indang dulunya dimainkan oleh pemuda – pemuda selepas mengaji di surau-surau. Nyanyian disesuaikan dengan tujuannya sebagai sarana pendidikan dan dakwah Islam. Ketika masa-masa berikutnya barulah kemudian tarian ini berkembang menjadi tari yang sifatnya hib...
Tarian Rantak Minangkabau Tari Rantak mempunyai gerakan sangat dinamis, dan gerakanya juga terinspirasi dari Pencak Silat. Tarian ini merupakan salah satu tarian yang mengedepankan dan menegaskan ketajaman gerakan si penari, keindahan Tarian ini bukan hanya terdapat pada gerakanya saja, tetapi juga pada kerentaka penari yang menimbulkan bunyi dari hentakan kaki yang selaras dengan ketegasan gerakan. Tari rantak ini biasanya ditarikan oleh beberapa orang laki-laki dan perempuan dengan menggunakan pakaian yang berwarna merah serta emas, dengan dikombinasikan dengan pakaian yang warnanya cerah, musik yang dinamis serta gerakan yang kuat dan tajam ditambah dengan hentakan kaki, Tari Rantak ini akan menghipnotis mata para penonton yang melihatnya. https://www.silontong.com/2018/08/28/tarian-daerah-sumatera-barat/