Orang Mandar di Sulawesi Barat memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman berwarna merah. Sebenarnya itu adalah air putih yang kemudian berubah warna menjadi merah. Warna merahnya di peroleh dari kayu sapang yang dimasukkan ke dalamnya. Ini juga mungkin adalah bagian dari rahasia kesehatan para leluhur kita karena ternyata kayu sapang itu masuk dalam jenis kayu farmasi yang mengandung zat antibiotik. K ayu ini oleh para nelayan juga dijadikan bahan pembuat pasoq lopi (paku untuk perahu) karena memang kuat dan tahan air. Kayu ini disebut juga kayu Secang atau Sepang (Indonesia). Nama latinnya Cesalpinia sappan L. Bisa dicari di: Desa-desa pedalaman wilayah Kab. Majene, Sulawesi Barat Sumber: http://www.kompadansamandar.or.id/kuliner/498-dolong-minuman-tradisional-mandar-yang-perlahan-punah.html
Loka sattai dibuat dari pisang yang masih mentah yang dimasak dan diaduk dengan santan dan sedikit garam. Makanan ini juga bisa dijadikan makanan pokok ketika pasokan beras berkurang. Loka sattai juga kadang dijadikan bekal ke sawah, ke kebun dan ke laut bagi para nelayan.
Masih di Rangas, kampung nelayan Mandar di kabupaten Majene, di daerah ini Anda dapat menemukan Apang Mandar, nyaris sama dengan penganan/kue Apem yang dikenal di Indonesia, di Majene disebut Apang, terbuat dari bahan tepung beras dan lagi-lagi gula aren. Gula aren adalah bahan utama pembuat kuliner/penganan lokal yang sangat muah ditemukan di Majene, karena itu bahan makanan di daerah ini banyak menggunakan bahan utama gula aren. Penganan Apang dibuat oleh para pedagang kecil di lingkungan Rangas Tammalassu, kelurahan Rangas, kecamatan Banggae. Masalah harga, sangat terjangkau cukup siapkan uang bergambar Kapitan Pattimura di kantong Anda maka penjaja kuliner ini juga siap menyerahkan empat buah Apang yang masih hangat diangkat dari panci, ditemani dengan parutan kelapa setengah tua, sebagai pasangannya. Bisa dibeli dan dipesan ke: Ibu Hamasiah Jalan Trans Sulawesi, 200 meter sebelah barat dari jembatan Sungai Mandar, desa Sepa Batu, ke...
Selamat datang di lingkungan Labuang Kec. Sendana, dengan jarak 28 km dari ibu kota Kabupaten Majene dan 1 Km dari ibu kota Kecamatan, daerah ini terkenal dengan kuliner lokal ikan terbangnya ( tui-tuing ) yang diolah dengan cara diasap. Bagi Anda yang melalui jalur poros Majene-Mamuju jangan lupa mampir di kedai ikan terbang yang jadi salah satu makanan khas Mandar yang sudah terkenal. Kata para pendatang, belum sempurna wisata kuliner di Majene, kalau belum mencicipi ikan terbang. Saat menyantapnya Anda bisa menyandingkannya dengan jepa (pizza Mandar) dan buras. Selain itu juga te rsedia beberapa cemilan, kue khas Mandar seperti baruas , bolu paranggi, kasippiq, golla kambu dll. Ini semua dapat Anda nikmati langsung di kedai, dibawa dalam perjalanan maupun oleh-oleh buat sanak keluarga di tempat tujuan. Mengenai harga tak usah takut, dijamin terjangkau. Untuk tiap porsinya, ikan terbang hanya dihargai Rp 10.000, saat musimny...
Sejak dahulu kala, menelisik keunikan tradisi mandar, salah satunya tercermin pada kegemaran penduduknya yang bila berinteraksi dengan sesama, senang menggunakan perumpamaan ketika hendak menyampaikan keinginannya dan bahkan sering juga di lantunkan dalam acara kegiatan mappatammaq/to messawe. Yang dimana berupa sindiran – sindiran yang bisa membuat para setiap to messawe tersipu malu dengan mendengar lantunan kalindaqdaq. Kalindaqdaq ini terkadang bernuansa sebuah puisi, rayuan kepada wanita, dan bahkan terkadang juga berisikan motivasi atau semangat kepada pejuang ketika dalam masa masa perjuangan di jaman perebutan kekuasaan atau wilayah kerajaan para raja – raja di mandar. Sumber:https://orauros.blogspot.co.id/2016/05/tradisi-yang-ada-di-suku-mandar.html
Tradisi Sayyang Pattu'du atau "kuda menari" adalah tradisi syukuran terhadap anak-anak yang berhasil mengkhatamkan Alquran sebanyak 30 juz. Syukuran itu dilakukan dalam bentuk arakan keliling kampung dengan menggunakan seekor kuda yang menari di bawah lantunan irama para pengiringnya. Tradisi ini selain dipakai dalam rangkah khataman Alquran, juga bisa dijumpai pada acara pernikahan ( tokaweng ). Masyarakat Mandar meyakini khataman Alquran dan prosesi adat Sayyang Pattu’du punya pertalian erat. Bahkan, tidak sedikit orang Mandar yang berdiam di luar Sulawesi Barat rela datang kembali ke kampung halamannya demi mengikuti tradisi Sayyang Pattu'du . Sumber: https://news.okezone.com/read/2016/02/18/340/1315004/mengenal-lima-tradisi-unik-suku-mandar-di-sulawesi-barat?page=1
Perahu Sandeq merupakan simbol kehebatan maritim orang Mandar. Kehebatan para pelaut ulung tanah Mandar dibuktikan melalui pelayaran yang menggunakan perahu bercadik tersebut. Sandeq kerap digunakan untuk mencari nafkah sehari-hari di tengah luasnya lautan, bahkan laut terdalam sekalipun. Sejarah mencatat, Perahu Sandeq sanggup berlayar hingga ke Malaysia, Singapura, Jepang, Australia, Amerika Serikat bahkan hingga ke Madagaskar, Afrika Selatan. Sumber: https://news.okezone.com/read/2016/02/18/340/1315004/mengenal-lima-tradisi-unik-suku-mandar-di-sulawesi-barat?page=1
Manggasing adalah permainan yang menggunakan kayu yang telah dibentuk dengan model tertentu, dan kemudian diputar dengan menggunakan " kararrang (tali)", kemudian para pemain saling melempar gasing. Gasing sendiri adalah mainan yang terbuat dari kayu yang kuat serta halus, dibentuk sedemikian rupa dengan bagian atas permukaan rata dan bagian bawahnya memiliki permukaan runcing, hal ini agar gasing tersebut dapat dengan mudah berputar pada porosnya. Bahan favorit yang digunakan oleh orang-orang Mandar, biasanya adalah kayu yang diambil di hutan yang dikenal dengan nama "asambi" jenis kayu kuat dan sangat baik digunakan sebagai bahan untuk membuat gasing yang berkualitas. Ada berbagai macam bentuk gasing yang dibuat dan dimainkan di Majene atau di kalangan orang-orang Mandar, mulai dari yang berbentuk lonjong, bentuk oval seperti telur, atau gasing dengan bentuk biasa dengan ukuran yang lebih besar. Gasing diputar dengan bantuan tali yang disebut "arra-arrang" bahanny...
Situs ini berada di atas bukit yang diapit oleh 2 desa di bawah kaki bukit, dari arah barat desa Lambanan dan dari arah timur desa Galung Lego. Letak pemakaman/ situs terdapat di puncak (bukit) Lego dengan view panorama desa Pambusuang dan sekitarnya yang akan anda lihat membentang dari Palippis sampai ke sungai Mandar di kecamatan Tinambung, dijamin mata anda akan di manjakan oleh pemandangan dari atas bukit ini. Menurut cerita kawan saya yang juga berasal dari desa Lego tepat di arah bukit tempat makam ini, pada malam hari biasa terdengar seseorang yang melantunkan ayat suci al qur'an dan terdengar dari arah makam ini. Lalu siapa yang melantunkan ayat suci tersebut? cerita-cerita gaib dan magis memang biasa didengarkan dari makam-makam kuno di daerah Mandar, namun hal ini sebaiknya tidak mengurangi kunjungan ke pusat-pusat warisan sejarah dan budaya. Tomakaka adalah sebutan yang diberikan kepada para penguasa wilayah sebelum munculnya istilah Maraqdia (Raja) di wilayah...