Koleksi Museum Mulawarman lainnya adalah Keris, yang menjadi benda pusaka Kerajaan Kutai. Keris pula sering digunakan sebagai perlengkapan Upacara Penobatan Sultan Kutai Kartanegara.sebagaian besar keris – keris yang ada di Museum Mulawarman merupakan peninggalan Sultan Kutai kaartanegara XIX. Koleksi keris ini dapat kita jumpai di lantai dua (2) Museum Mulawarman Kutai kartanegara. Sedangkan" Keris adalah senjata tikam golongan belati (berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya) dengan banyak fungsi budaya yang dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah. Bentuknya khas dan mudah dibedakan dari senjata tajam lainnya karena tidak simetris di bagian pangkal yang melebar, seringkali bilahnya berkelok-kelok, dan banyak di antaranya memiliki pamor (damascene), yaitu terlihat serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah. Jenis senjata tikam yang memiliki kemiripan dengan keris adalah badik". Pengertian, Sejarah, Kegunaan dan Segal...
Sebagai sistem aristokrasi tradisional nusantara yang telah bertahan selama hampir delapan abad, Kesultanan Kutai memiliki warisan seni budaya yang amat kaya, misalnya dalam bidang seni tari. Di dalam lingkungan Keraton Kutai, terdapat sejumlah tari klasik yang masih tetap lestari melintas zaman. Salah satu di antaranya adalah tari topeng kemindu. Tari ini sering disebut juga tari topeng Kutai untuk membedakannya dengan berbagai jenis tari tradisional yang ada di berbagai daerah lain di Indonesia. Dahulu, tari topeng kemindu hanya berkembang di kalangan terbatas. Tari ini hanya dapat dibawakan oleh orang-orang dari strata sosial tertentu, yaitu para remaja putri dari kalangan bangsawan di Kesultanan Kutai. Seiring waktu, tari ini mulai diperbolehkan untuk dibawakan oleh masyarakat di luar lingkungan Keraton. Perubahan ini terjadi pada masa pemerintahan Sultan Haji Aji Muhammad Salehuddin II dengan tujuan mempopulerkan dan menjaga kelestarian seni tradisi Keraton Kutai...
Hampir semua daerah di Indonesia memiliki cara khusus untuk menyambut tamu kehormatan yang datang ke tanah mereka. Salah satu cara umum yang ditemukan di banyak daerah adalah dengan menyuguhkan sebuah tari penyambutan. Tak terkecuali dengan Kabupaten Kutai Kartanegara. Kutai memiliki tari khusus sebagai ritual penyambutan bagi para tamu mereka, yaitu tari persembahan. Sebutan “tari persembahan” cukup banyak ditemukan di daerah-daerah lain, seperti Lampung, Riau, dan Minangkabau. Meski demikian, masing-masing daerah memiliki kekhasan yang membedakannya dengan daerah lain. Di beberapa daerah di Sumatera, tari persembahan dicirikan dengan adanya sirih dan pinang yang disuguhkan ke hadapan para tamu. Tradisi menyuguhkan sirih ini merupakan bagian dari pengaruh kebudayaan Melayu dan Sriwijaya yang bermakna penghormatan kepada sang tamu. Pada tari persembahan dari Kutai, prosesi menyuguhkan sirih dan pinang kepada para tamu tersebut tidak ditemuka...
Pesta Iraw Tengkayu ini merupakan suatu bagian dari unsur kebudayaan Indonesia yang lahir dan berkembang pada masyarakat tidung sebagai wujud dan bentuk interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Tradisi Iraw Tengkayu ini bertujuan untuk memperlihatkan sebuah tindakan rasa syukur masyarakat nelayan di kota ini sehingga pesta ini dikonotasikan sebagai pesta laut. Di dalam perkembangannya tradisi ini bisa memperlihatkan resistensi budaya yang tetap berkembang dan bertahan dalam masyarakat tidung yang cukup berpotensi sebagai atraksi daya tarik wisata kota ini. Acara rutin ini telah mendapatkan respon dari pemerintah daerah dengan ditetapkan perayaannya dilaksanakan 2 (dua) tahun sekali ini digabungkan bersamaan dengan peringatan hari jadi Kota Tarakan (Borneo) kalimantan utara
Sluding atau klentangan merupakan alat musik pukul jenis silofan yang mirip dengan gambang. Alat musik ini terdiri dari 8 bilah kayu yang ditempatkan pada rak kayu. Pada sisi kanan dan kiri sluding dihias dengan motif kepala burung Enggang yang dianggap sebagai hewan sakral oleh suku bangsa Dayak Modang. Alat musik ini dimainkan saat upacara adat. Klentangan mempunyai 6 gong kecil yang digunakan dengan cara dipukul di bagian yang menonjol, gong-gong ini disusun rapih pada sebuah tempat layaknya rak yang sudah dibentuk dan di ukur hingga gong kecil itu muat dan tersusun dengan rapi sesuai urutan nadanya. Tiap gong yang disusun mempunyai nada berbeda entah itu mayor ataukah minor, 2 batang kayu digunakan sebagai pemukul dari klentangan. Klentangan mempunyai bahan yang utama yaitu kayu yang bergelombang karena bahan itu bersifat kuat, ringan dan ketika diraut kayu tersebut akan lurus dan gampang dibentuk tetapi kayu ini sudah langka di hutan Indonesia sehingga kini Klen...
Festival Adat “Erau” Erau International Folklore and Art Festival Tenggarong, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Ini adalah festival adat yang telah berusia 700 tahun. Ratusan penari saat pembukaan, rebutan sisik naga hingga perang air alias balimbur mewarnai serunya event dari Kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Erau berasal dari bahasa Kutai “eroh” yang berarti ramai, riuh, suasana penuh suka cita. Erau dilaksanakan pertama kali pada upacara “tijak tanah” dan mandi ketepian ketika Aji Batara Agung Dewa Sakti berusia 5 tahun. Setelah dewasa dan diangkat menjadi Raja Kutai Kertanegara yang pertama (1300-1325), juga diadakan upacara Erau. Sejak itulah Erau digelar setiap kali penggantian atau penobatan raja-raja Kutai Kertanegara. Erau juga dihelat dalam event pemberian gelar dari raja kepada tokoh masyarakat yang dianggap berjasa. Festival tahunan ini juga diikuti perwakilan budaya dari Negara lain. Sumber: Kalender Pariwis...
Kalimantan adalah salah satu dari 5 pulau besar yang ada di Indonesia. Sebenarnya pulau ini tidak hanya merupakan “daerah asal” orang Dayak semata karena di sana ada orang Banjar (Kalimantan Selatan) dan orang Melayu. Dan, di kalangan orang Dayak sendiri satu dengan lainnya menumbuh-kembangkan kebudayaan tersendiri. Dengan perkataan lain, kebudayaan yang ditumbuh-kembangkan oleh Dayak-Iban tidak sama persis dengan kebudayaan yang ditumbuh-kembangkan Dayak-Punan dan seterusnya. Namun demikian, satu dengan lainnya mengenal atau memiliki senjata khas Dayak yang disebut sebagai mandau. Dalam kehidupan sehari-hari senjata ini tidak lepas dari pemiliknya. Artinya, kemanapun ia pergi mandau selalu dibawanya karena mandau juga berfungsi sebagai simbol seseorang (kehormatan dan jatidiri). Sebagai catatan, dahulu mandau dianggap memiliki unsur magis dan hanya digunakan dalam acara ritual tertentu seperti: perang, pengayauan, perlengkapan tarian adat, dan perlengkapan upacara....
Kancip adalah alat pemotong sejenis gunting yang digunakan untuk memotong buah pinang pelengkap sirih pinang.
Rumah Betang adalah rumah tradisional suku Dayak di Kalimantan Tengah.