Bahan-bahan 500 gr kulit melinjo, belah 2 cuci bersih 250 gr teri medan 5 bh cabe hijau iris serong (sesuai selera) 1 bh tomat iris 1 cm jahe geprek 2 lbr daun salam secukupnya Minyak secukupnya Gula, garam & kaldu secukupnya Air âBumbu halus 6 siung bawang merah 4 siung bawang putih 2 bh cabe merah Langkah 30 menit Didihkan air,...
Bahan-bahan 1 porsi 100 gram toge 50 gram kulit melinjo 1 potong tempe 4 siung bawang merah 3 siung bawang putih 6 cabe rawit merah secukupnya Garam 1 sdt Penyedap rasa secukupnya Air 1 sdm minyak goreng Langkah Potong tempe berbentuk dadu, lalu bersihkan kulit melinjo dan iris halus memanjang cuci hingga bersih. Iris cabe...
Bahan-bahan 50 lembar daun melinjo muda 1 buah kecil pepaya mentah,potong dadu 1 sachet santan instan 2 lembar daun salam secukupnya Air bersih Bumbu halus 5 butir bawang merah 4 siung bawang putih 2 butir kemiri,sangrai 1 sdt ketumbar 1/2 jari kelingking kunyit 1/2 ruas kencur 1/2 ruas lengkuas secukupnya Garam secukupnya Gula pasir secukupnya...
Orang Samin mempunyai ajaran sendiri yang berbeda dari masyarakat lain. Komunitas Samin pada prinsipnya sangat menjunjung tinggi ajaran yang dianutnya, yaitu ajaran yang dikembangkan oleh Samin Surosentiko. Karl Jasper, asisten Residen Tuban dan Tjipto Mangunkusomo – penentang gigih terhadap kebijakan dan eksploitasi Kolonial Belanda – melakukan penelitian ‘gerakan’ Samin. Kesimpulan keduanya hampir sama, menyatakan bahwa ‘gerakan’ Samin adalah sedikit banyak gabungan antara ajaran Hindu dan anarkisme petani arkais, sebagai respon terhadap kontradiksi yang disebabkan oleh dominasi colonial Belanda dan eksploitasi kapitalis. Samin dianggap sebagai gerakan yang paling lama bertahan di Jawa sejak ‘digerakan’ oleh Samin Surosentiko (diperkirakan lahir pada tahun 1859 di Desa Ploso Kediren, dekat Randu Blatung), diperkirakan pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Ciri dan ajaran-ajaran orang Samin cenderung pasif, jujur, bebas dari ikatan...
Museum Keris Padepokan Brojobuwono, Karanganyar Openingstijden: Selasa-Minggu, Pukul 09.00 s.d. 15.00 WIB Website: http://padepokanbrojobuwono.blogspot.co.id/ Plaats: Karanganyar Provincie:...
Arca Siwa Trisirah adalah arca dewa siwa berkepala 3 (Tiga), arca ini ditemukan di reruntuhan candi di kompleks percandian Dieng, dataran tinggi dieng memang dikenal sebagai wilayah peradaban hindu pada masa mataram kuno dan awal persebaran hindu di tanah jawa. Arca ini juga merupakan bukti adanya aliran Hindu yang memuja siwa pada masa awal peradaban hindu di tanah jawa. Saat ini Arca tersebut dapat kita jumpai di Musium Kailasa Dieng. Arca ini sangat unik karena sangat jarang ditemukan di candi dan situs-situs lainya di Indonesia.
Motif Batik Pring Sedapur ini adalah motif batik banyumasan, yang berkembang sejak jaman kolonial belanda dan masa kerajaan mataram. Corak banyumasan ini rata-rata memiliki warna yang gelap dan berani atau tajam, dengan corak-corak sederhana dari lingkungan sekitar masyarakat. motifnya cinderung besar-besar tidak seperti motif batik solo atau jogya. Motif Pring Sedapur mengambarkan Pring atau pohon bambu yang bergerombol atau oleh masyarakat banyumasan disebut dengan "Papringan". dan mengartikan bahwa pohon bambu ada dan selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat banyumasan.
Luas Museum Ranggawarsito mencapai 8.438 meter persegi, terdiri dari pendapa, gedung pertemuan, gedung pameran tetap, perpustakaan, laboratorium, perkantoran, gedung deposit koleksi, dan berdiri di atas lahan seluas dua hektar lebih. Sebagai museum provinsi terbesar dengan didukung kekayaan lebih dari 50.000 koleksi, Museum Jawa Tengah Ronggowarsito dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana penunjang sehingga dapat dinikmati oleh pengunjung. Fasilitas tersebut antara lain 4 gedung pameran tetap, masing-masing terdiri dari 2 lantai; dan satu ruang koleksi emas. Sembilan ruang pameran/galeri Museum Jawa Tengah Ronggowarsito sebagai berikut: 1. Gedung A: Galeri Geologi (Lantai I) Gunungan Blumbangan: tradisi Gunung Blumbangan dirancang oleh Raden Patah pada abad ke-15. Gunungan menggambarkan alam semesta, manusia, dan lingkungannya. Lukisan Alam Semesta Koleksi Kosmologika: berupa lukisan-lukisan galaksi, proses terbentuknya planet, atmosfer Bumi; se...
Candi Arjuna, Terlerak di desa Dieng Kulon, Kec. Batur-Banjarnegara, berada di ketinggian 2090 MDPL candi bercorak hindu ini berdiri dengan kokoh sejak awal abad ke-7. Candi ini memiliki corak arsitektur india dan jawa, dan dipercayai oleh para ahli sebagai Awal dan patokan dimualinya corak arsitektur jawa Nusantara di candi-candi yang diangun berikutnya di jawa. Candi dengan ukuran 6x6m dan ketinggian sekitar 4 m ini memiliki kala makara di depan pintu candi, kala makara tak erahang awah, yang merupakan salah satu Keunikan dan ciri arsitektur candi hindu di jawa tengah pada masa klasik. Candi Arjuna juga memiliki keunikan lainya yaitu adanya jala matra atau saluran air yang mengalirkan air suci dari dalam candi keluar candi. sehingga pada masa dahulu masyarakat yang beriabadah di luar candi bisa mendapatkan air suci. sudah beberapa kali di pugar sejak penemuanya yang pertama di Abad ke 18, candi ini sekarang menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di kabupaten ban...