Pakaian adat Bali memiliki khasnya sendiri. salah satunya adalah udeng. udeng adalah penutup kepala dari kain untuk ibadah dan aktifitas sehari-hari. untuk ibadah atau acara agama, udeng yang digunakan berwarna putih. sementara untuk keseharian adalah udeng bermotif batik yang digunakan. bentuk udeng unik dengan simpul di depan tengah yang memiliki simbol bahwa pemakainya harus berpikir jernih dan memusatkan pikiran ketika sedang beribadah. Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Sambal walaupun rasanya yang pedas namun bisa menambah selera kita dalam menikmati hidangan. Banyak sambal yang kita tahu di nusantara salah satunya sambal bajak ini. Anda dapat menyajikannya untuk melengkapi ayam bakar, ayam goreng atau lauk lainnya yang sesuai. Bahan-bahan/ bumbu-bumbu: 5 buah cabai merah besar 6 buah cabai merah keriting 8 buah cabai rawit merah 6 butir bawang merah 2 sendok teh terasi, goreng 2 lembar daun salam 2 cm lengkuas, memarkan 1 batang serai, ambil putihnya, memarkan 3/4 sendok teh garam 1 1/4 sendok teh gula merah 1 sendok makan air asam dari 1 sendok teh asam jawa yang dilarutkan bersama 2 sendok makan air 5 sendok makan minyak untuk menumis Cara membuat sambal bajak: Haluskan cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit merah, bawang merah, dan terasi. Tumis bumbu yang telah dihaluskan, daun salam, lengkuas, serai, garam, dan gula merah sampai harum. Tambahkan air asam. Masak sampai matang....
Sejarah Singaraja sebagai ibu kota Soenda Ketjil: museum Soenda Ketjil Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (2017) Sejarah Singaraja sebagai ibu kota Soenda Ketjil: museum Soenda Ketjil. [Video] Video Sejarah Singaraja sebagai ibu kota Soenda Ketjil.mp4 Download (705MB) Abstract Soenda Ketjil adalah satu dari delapan provinsi yang dibentuk di awal kemerdekaan Indonesia. Provinsi yang terdiri dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Bali ini beribu kota di Singaraja sebuah kota pesisir di Bali Utara. Riwayat Singaraja tentu tidak lepas dari sejarah panjang kerajaan Buleleng. Item Type: Video Uncontrolled Keywords: Direktorat...
Pura Goa Lawah merupakan Pura Dang Kahyangan tempat sthana Linggih Sang Hyang Naga Basuki dan Bhatara Tengahing Segara. Pura menghadap laut biru yang membentang berikut deretan gubuk-gubuk kecil pembuatan garam rakyat di tepi pantai. Di depan goa pun dibangun sebuah pura suci tempat melakukan upacara Nyegara Gunung yang merupakan kegiatan keagamaan masyarakat Hindu sebagai penutup upacara Atma Wedana (Nyekah, Memukur atau Maligia). Keunikan dari Goa Lawah ialah terdapat ribuan kelelawar yang menggantung di dinding-dinding goa. Kelelawar yang tinggal berada di sisi sebelah utara pura. Suara riuh dan berisik kelelawar bukan merupakan gangguan bagi masyarakat Hindu di sana untuk bersembahyang. Keberadaan hewan malam ini juga disakralkan, bahkan jika ada yang mengganggu kehidupan mereka dipercaya akan terjadi bencana setelahnya. Keberadaan kelelawar penghuni goa ini menjadi penambah kesan mistis yang ada di Pura Goa Lawah. Sebagai lokasi religi yang suci, p...
Proyek penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan telah mengkaji dan menganalisis naskah-naskah lama di antaranya naskah kuno daerah Bali yang berjudul Tata Negara Mantricasana yang berisi tentang nasehat-nasehat dari unsur pendidikan serta pantangan-pantangan yang harus diketahui, dipahami oleh seorang pemimpin. Nilai-nilai yang terkandung di dalam naskah ini adalah nilai keperwiraan, kesederhanaan, budi pekerti, kesetiakawanan sosial dari lain-lain yang pada hakekatnya nilai-nilai tersebut dapat menunjang pembangunan, baik fisik maupun spirituil. Sumber: http://repositori.kemdikbud.go.id/7842/
Ini merupakan resep dari Sri Sudaryani (Batam), finalis LOMBA Masak Ikan Nusantara. Terlihat sederhana, tapi kaya rasa! Sebagai tambahan rasa, tambahkan potongan pepaya muda. Bahan: 500 g cumi ½ butir kelapa parut, kukus 3 buah cabai rawit hijau, iris tipis 3 buah cabai rawit merah, iris tipis 5 buah cabai merah, iris tipis 6 butir bawang merah, iris tipis 50 g tomat merah, iris tipis 3 tangkai daun kemangi, iris tipis 2 sdm air jeruk nipis ½ sdm garam 3 buah jeruk limau, iris tipis Cara membuat: 1/ Kukus cumi hingga matang (± 15 menit). Angkat. Iris tipis, sisihkan. 2/ Campur kelapa dengan semua cabai dan bawang, aduk. 3/ Masukkan sisa bahan (kecuali jeruk limau). Aduk rata. Hiasi dengan jeruk limau. Sajikan segera. (f) Untuk 6 porsi Kalori per porsi: 182 kkal Resep telah diuji coba di Dapur Uji Femina Sumber: https://www.femina.co.id/ikan-seafood/resep-lawar-cumi-  ...
" Aneka ragam khasanah budaya nusantara VI Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan (1994) Aneka ragam khasanah budaya nusantara VI. Direktorat Jenderal Kebudayaan. [img] Text Aneka Ragam Khasanah Budaya Nusantara VI.pdf Download (69MB) Official URL: http://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/index.ph ... Abstract Budaya indonesia yang beraneka ragam merupakan kekayaan yang perlu dilestarikan dan dikembangkan terus menerus guna meningkatkan ketahanan budaya dan dapat dimanfaatkan untuk menunjang wisata budaya. ITEM TYPE: Book SUBJECTS: Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > Permainan Tradisional Pendidikan > Kebudayaan > Penelitian Pendidikan > Kebudayaan > Alat Musik Tradisional Pendidikan > Kebudayaan > Tarian Tradisional Pendidikan > Kebudayaan > Makanan Tradisional Pendidikan > Kebudayaan > Nilai Budaya Pendidikan > Kebudayaan > Rumah Tradisional Pendidikan > Kebudayaan...
" Ensiklopedi suku bangsa di indonesia Melalatoa, M. Junus (1995) Ensiklopedi suku bangsa di indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. [img] Text Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia.pdf Download (169MB) Abstract Kebudayaan suku-suku bangsa di Indonesia, seperti juga kebudayaan dari masyarakat lainnya di luar Eropa, telah banyak mendapat perhatian dari kalangan masyarakat Eropa sejak sekitar abad ke-16 yang lalu. Orang-orang Eropa itu telah melahirkan tulisan-tulisan atau publikasi berupa kisah perjalanan, catatan penyiar agama, atau laporan dari para pegawai pemerintah jajahan, dan lain-lain. Sampai dengan akhir abad ke-19 yang lalu, publikasi- publikasi itu dapat dikatakan masih merupakan ""karangan tanpa keahlian"", yang mengandung banyak kelemahan kalau dilihat dari sudut ilmu Antropologi yang sudah semakin berkembang. Sejak periode awal tadi sampai dengan masa yang lebih akhir ini telah muncul himpunan publikasi yang jumlahnya amat ba...
" Ensiklopedi suku bangsa di indonesia Melalatoa, M. Junus (1995) Ensiklopedi suku bangsa di indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. [img] Text Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia.pdf Download (169MB) Abstract Kebudayaan suku-suku bangsa di Indonesia, seperti juga kebudayaan dari masyarakat lainnya di luar Eropa, telah banyak mendapat perhatian dari kalangan masyarakat Eropa sejak sekitar abad ke-16 yang lalu. Orang-orang Eropa itu telah melahirkan tulisan-tulisan atau publikasi berupa kisah perjalanan, catatan penyiar agama, atau laporan dari para pegawai pemerintah jajahan, dan lain-lain. Sampai dengan akhir abad ke-19 yang lalu, publikasi- publikasi itu dapat dikatakan masih merupakan ""karangan tanpa keahlian"", yang mengandung banyak kelemahan kalau dilihat dari sudut ilmu Antropologi yang sudah semakin berkembang. Sejak periode awal tadi sampai dengan masa yang lebih akhir ini telah muncul himpunan publikasi yang jumlahnya amat ba...