Gambar Cadas prasejarah di Indonesia Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (2015) Gambar Cadas prasejarah di Indonesia. [Video] Video Gambar Cadas Prasejarah di Indonesia.mp4 Download (356MB) Abstract Indonesia memiliki banyak gambar cadas prasejarah yang dilakukan pada dinding gua, ceruk, maupun tebing karst. gambar peninggalan nenek moyang ini berusia sekitar 4.000 tahun. terdapat lebih dari 400 situs gambar cadas yang tersebut di wilayah Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Papua, dan Sumatera. Gambar cadas ini merupakan warisan budaya yang tidak ternilai. kehadirannya menjadi bukti kebudayaan manusia prasejarah yang telah mampu untuk membuat gambar dengan bahan yang mampu bertahan puluhan ribuan tahun. dapat dikatakan...
Sejarah Kebudayaan Nusantara Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (2018) Sejarah Kebudayaan Nusantara. [Video] Video SEJARAH KEBUDAYAAN NUSANTARA.mp4 Download (1GB) Abstract Sebuah karunia tuhan yang tiada banding karena kesuburan dan melimpahnya kekayaan alam. Indonesian adalah Cincin Api Asia Pasifik (ring of fire) kehidupan di nusantara menjadi bervariasi karena ada yang memiliki daerah yang basah dan ada pula yang kering dengan kesuburan yang bervariasi, perbedaan ini sangat mempengaruhi corak kehidupan manusia di indonesia. manusia pertama yang masuk ke nusantara adalah homo erectus (1,5 Juta Tahun yang lalu), sampai kepunahannya sekitar 200-100 ribu tahun yang lalu tidak banyak perubahan yang dibuat oleh homo...
Buletin cagar budaya volume V/2017 Donas, Andre and Susanto, Djulianto and Setiawan, Kartum and Sinaulan, Berthold and Syahril, Achmad and Amelia, Renny and Efendi, Ivan and Team Pekanbaru Heritage Walk, Team Pekanbaru Heritage Walk and Endah, Endah (2017) Buletin cagar budaya volume V/2017. Buletin Cagar Budaya Arkeologi Bawah Air, 2017 (V). Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Jakarta. ISBN 14111039 This is the latest version of this item. Text Buletin Cagar Budaya Vol V 2017.pdf Download (67MB) | Preview Abstract Beragam informasi seperti ilmu pengetahuan, sejarah, kebudayaan, dan agama terekam dalam warisan budaya bersifat kebendaan. Un...
Menepis kabut Pawitra Geria, I Made and Sahid, Nurman and Sidomulyo, Hadi and Rahadyan, Kusworo (2017) Menepis kabut Pawitra. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Jakarta, 01-20. Text RP_Penanggungan.pdf Download (7MB) Abstract Situs Gunung Penanggungan menempati posisi yang terbilang istimewa dalam sejarah kebudayaan Indonesia. Digunung yang dimasa laludi anggap suci ini,banyak dijumpai bangunan purbakala dalam berbagai bentuk dan jenisnya.Ia akhirnya menjadi gunung terkaya yang pernah dimiliki dunia arkeologi Indonesia. Kepurbakalaan yang ada seolah mengisi kekosongan catatan sejarah dimasa peralihan, antara masa Majapahit akhir hingga mulai berkembangnya pengaruh Islam di Nusantara .Bukti-bukti arkeologi situ tentunya tetap harus terjaga keber...
Untuk melestarikan nilai-nilai budaya dilakukan penerbitan hasil-hasil penelitian yang kemudian disebarluaskan kepada masyarakat umum. Pencetakan naskah yang berjudul Senjata Tradisional Daerah Khusus Ibukota Jakarta, adalah usaha untuk mencapai tujuan yang dimaksud. Sumber: Sunarti, Sunarti and Sulaksono, Dwi Putro and Galba, Sindu and Putri, Gusti Ayu (1993) Senjata tradisional Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Documentation. Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Jakarta. http://repositori.kemdikbud.go.id/8271/
Rawa adalah daratan yang secara periodik atau terus menerus digenangi air, Menurut kondisi airnya, rawa dapat dikategorikan atas rawa payau dan rawa tawar. Rawa payau biasanya berada dekat laut, sedangkan rawa tawar umumnya berada di pedalaman. Di Indonesia luas rawa adalah sekitar 35 juta atau 17% dari luas wilayah daratan, suatu areal yang karena luasnya sangat potensial sebagai sumber daya alam (peta I ). Dalam kenyataan sejumlah kelompok masyarakat dengan Jatar belakang budaya yang berbeda-beda sudah sejak lama memanfaatkan daerah rawa sebagai tempat permukiman dan sumber penghasilan dalam bentuk pertanian dan atau perikanan. Sungguhpun demikian secara keseluruhan kehidupan masyarakat di daerah rawa memperlihatkan suatu corak yang khas, berbeda dengan kehidupan masyarakat di medan yang kering. Sumber: http://repositori.kemdikbud.go.id/10913/
Desa adat sebagai warisan budaya yang aktif dan masih ada hingga saat ini (living heritage) merupakan kekayaan budaya Indonesia. Keberadaan desa adat sebagai pelestari sekaligus pelaku aktif kearifan lokal, sangat potensial dalam mempertahankan identitas budaya serta membangun kesadaran akan keberagaman budaya di Indonesia. Dengan demikian, desa adat merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang wajib dilestarikan dan salah satu upaya pelestariannya adalah dengan melakukan revitalisasi. Sumber: http://repositori.kemdikbud.go.id/9699/
Buku Strategi Pemberdayaan Komunitas Adat ini merupakan sebuah usaha yang dilakukan pemerintah untuk melestarikan nilai-nilai budaya komunitas adat dengan mempertimbangkan unsur-unsur budayanya secara holistik. Yang menjadi titik tolak pertimbangan dalam penyusunan strategi pemberdayaan ini adalah manusia, kebudayaan dan lingkungannya, sehingga permasalahanpermasalahan terkait komunitas adat diupayakan terpotret dan bagaimana strategi pemberdayaannya. Strategi pemberdayaan komunitas adat ini diharapkan dapat menjadi salah satu payung dalam berbagai kegiatan dan program yang tidak hanya dipakai oleh Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, namun dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan oleh pemerintah, swasta dan masyarakat yang terkait dengan pemberdayaan komunitas adat secara luas. Di samping itu, juga telah disusun sebuah pedoman pelestarian kepercayaan komunitas adat yang lebih difokuskan ke masalah-masalah yang sifatnya teknis, sehingga dapat memandu berbagai prog...
Kebudayaan masyarakat Betawi yang merupakan inti penelitian dan pembahasan dalam tulisan ini, memiliki tahap-tahap kebudayaan yang dipandang penting dan kritis mulai dari masa kehamilan, khususnya pada usia kehamilan 7 bulan, masa kanak-kanak yang ditandai dengan upara khitanan dan Khatam Al Quran, serta masa memasuki jenjang kehidupan baru yang ditandai dengan upacara perkawinan. Pandangan mengenai adanya tahap-tahap kehidupan masyarakat seperti ini, tercermin dalam pola tingkah sehari-hari berupa kebiasaan atau adat istiadat yang diturun-temurunkan sampai sekarang oleh masyarakat pendukungnya. Oleh karena itu naskah hasil penelitian ini mencoba menggali dan mengkaji beberapa jenis upacara daur hidup pada masyarakat Betawi yang pembahasannya tidak hanya dibatasi pada bentuk aktivitas upacaranya, melainkan mencoba menelaah keterkaitan upacara itu sendiri dengan kehidupan keagamaan serta keterkaitannya dengan aspek aspek sosial lainnya. Selain itu pada bagian tertentu tulisan ini ju...