HARI PAHLAWAN
244 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Gerebeg Selarong
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Gerebeg Selarong adalah agenda budaya rutin yang diselenggarakan oleh warga desa Guwosari, Pajangan, Bantul. Kegiatan budaya ini dilaksanakan setiap bulan Oktober untuk memeperingati Hari Jadi Desa Guwosari. Selain itu juga bertujuan untuk mengenalkan Destinasi Wisata Goa Selarong. Agenda budaya ini biasanya dimeriahkan dengan kirab barisan prajurid (bregada), gunungan, ingkung hingga ornamen unik. Juga dimeriahkan dengan kesenian yang ada di wilayah Desa Guwosari. Kirab Grebeg Selarong dimulai dari Balai Desa Guwosari menuju arah halaman parkiran Goa Selarong. Jarak tempuh yang harus dilalui peserta kirab kira-kira 3 kilometer. Acara Gerebeg Selarong Bantul ditutup dengan berebut gunungan yang dibawa oleh peserta kirab setelah didoakan terlebih dahulu. Masyarakat yang hadir langsung berebut gunungan yang ada dihadapapan mereka.

avatar
Widra
Gambar Entri
Upacara Melasti
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Upacara Melasti“ biasanya dilaksanakan pada Hari Minggu terakhir sebelum Hari Raya Nyepi di Pantai Parangkusumo, Parangtritis, Kretek. Ritual ini dilakukan untuk memupuk keharmonisan hubungan antar sesama dan dengan alam, menumbuhkan sikap mawas diri, dan meningkatkan pengamalan dharma agama dan Negara.

avatar
Widra
Gambar Entri
Upacara Rebo Pungkasan
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Untuk menolak penyakit / marabahaya dan untuk mensyukuri rejeki yang telah diterimanya, masyarakat Wonokromo, Plered, Bantul melaksanakan Upacara Adat Tradisi Rebo Pungkasan pada hari Selasa malam Rabu terakhir bulan Sapar. Masyarakat mengarak lemper raksasa dan jodhang dari masjid Al Huda menuju balai desa Wonokromo. Sesampai di balai desa, dilanjutkan dengan doa bersama. Acara dilanjutkan dengan pemotongan lemper raksasa dan perebutan lemper dan jodang hasil bumi.

avatar
Widra
Gambar Entri
Merti Dusun Krebet
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Masyarakat Krebet mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan YME atas rejeki yang telah diterima, memohon untuk dijauhkan dari mara bahaya, dan rejeki untuk waktu yang akan datang, melalui Upacara Adat Tradisi Merti Dusun Krebet. Agenda ini biasanya dilaksanakan pada Bulan Jumadil akhir Kalerder Islam pada hari Sabtu legi.

avatar
Widra
Gambar Entri
Upacara Kirab Agung Ganjuran
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Kirab Agung Ganjuran adalah sebuah upacara yang diadakan setiap tahun sekali pada Hari Minggu IV Bulan Juni di Komplek Candi Ganjuran. Kirab agung ini merupakan ungkapan syukur yang dibingkai dalam peristiwa budaya dan ritual keagamaan. Perayaan syukur ini tidak hanya diperuntukkan bagi umat Gereja Ganjuran tetapi melibatkan seluruh pejiarah dan masyarakat sekitar. Ritual khas dalam kirab agung ini adalah perarakan gunungan yang berisi hasil bumi. Gunungan merupakan persembahan wujud syukur atas berkat Tuhan yang melimpah. Gunungan di arak ke depan altar, diberkati, dan dibagi kepada seluruh umat/warga yang hadir. Ada beberapa kegiatan yang mendahului kirab agung ini, diantaranya aksi social, ziarah makam, dan kenduri lintas agama dimana perwakilan dari masing-masing agama dan kepercayaan diberi kesempatan untuk berdoa sesuai dengan ritusnya. Disinilah harmonji keberagaman beragama terwujud.

avatar
Widra
Gambar Entri
Upacara Kirab Budaya Imogiri
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Kirab Budaya Imogiri dilaksanakan dari Terminal Imogiri menuju Terminal Pajimatan. Agenda ini berupa pengarakan (gayung) untuk Upacara Nguras Enceh pada hari berikutnya. Kirab budaya ini diikuti berbagai kelompok seni-budaya. Dalam perjalanannya rombongan akan mampir di Kabupaten Juru Kunci Kraton Kasunanan Surakarta dan Kabupaten Puralaya Kasultanan Ngayogyakarta Kirab ini akan dilaksanakan pada hari Kamis atau Senin Wage pada bulan Sura.

avatar
Widra
Gambar Entri
Tarian Beksan Panji Sekar
Tarian Tarian
Daerah Istimewa Yogyakarta

Beksan Panji Sekar diciptakan pada era kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono I (1755-1792). Beksan Panji Sekar diciptakan dalam kurun waktu yang sama dengan lahirnya beksan-beksan lain seperti Tr unajaya, Guntur Segara, Nyakrakusuma dan Tugu Wasesa. Dalam masa sepuluh tahun (1755-1765), Sri Sultan Hamengku Buwono I menggarap tarian-tarian tersebut bersama Putra Mahkota, Patih Dalem dan seorang Abdi Dalem (setingkat bupati) kepercayaan sultan. Tarian ini bertemakan peperangan atau kepahlawanan. Tarian ini juga merupakan seni latihan perang para prajurit pada masa itu. Jiwa patriotik Sri Sultan Hamengku Buwono I memberi sentuhan khas pada karya seni tari masa itu, yaitu penggunaan senjata. Jemparing (panah) dan keris menjadi properti yang digunakan dalam tari Panji Sekar. Beksan Panji Sekar dibawakan oleh empat penari putra (kakung), oleh karena itu tarian ini masuk dalam kategori beksan sekawanan. Dua penari berperan sebagai Jayakusuma dan dua lainnya berperan sebagai Jayale...

avatar
Widra
Gambar Entri
Macapatan Malem Jumat Legen
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Karya-karya sastra kuno banyak mengandung ajaran-ajaran nasihat yang penting untuk diwariskan kepada generasi penerus, maka karya-karya itu dibaca pada kesempatan-kesempatan tertentu dengan dilagukan sesuai metrumnya, sehingga lebih dari bebiasaan membaca naskah/serat itu menjadi tradisi macapatan yang berlangsung sampai saat ini. Macapatan adalah tradisi yang berlangsung turun-temurun, dilakukan untuk membaca karya-karya sastra dan mengupas isinya. Biasanya dilakukan pada malam hari secara bergantian diantara yang hadir. Naskah yang dipakai atau dilantunkan dengan tembang-tembang macapat biasanya berisi ajaran, cerita, sejarah, dan lain-lain. Tradisi ini berlangsung rutin dengan beberapa kelompok atau grup macapatan meskipun yang hadir tidak terbatas dari anggota grup tetapi masyarakat umum boleh hadir dan berinteraksi.

avatar
Widra
Gambar Entri
Upacara Mitoni
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Upacara Mitoni atau Tingkepan idealnya diadakan pada hari Rabu atau Sabtu disaat tanggal gasal sebelum tanggal 15. Mitoni ini berkaitan dengan usia kehamilan bayi yang sudah mencapai 7 bulan. Bayi yang berusia 7 bulan dalam kandungan dianggap sudah melampaui masa kritis, sehingga perlu dilakukan upacara peringatan yang disebut Mitoni.Perlengkapan upacara Mitoni, unsur-unsurnya selalu berjumlah 7 yang melambangkan usia bayi dalam kandungan. Misalnya jenang 7 buah, 7 tumpeng dilakukan pada bulan kehamilan ke 7, mengenakan kain 7 macam motif, disiram dengan air 7 sumber

avatar
Widra