Hikayat prang sabi adalah sebuah hikayat yang diciptakan atau dikarang oleh Teungku Chik Pante Kulu, beliau adalah seorang ulama yang berasal dari Pidie tepatnya dari Pante Kulu. Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang hikayat prang sabi ada baiknya jika kita mengetahui sekilas tentang hikayat itu sendiri. Hikayat Aceh itu berbeda dengan hikayat dari daerah lainnya perbedaannya terletak pada cara melantunkannya dan penyusunan baitnya atau dengan kata lain hikayat lain memiliki bait yang mudah untuk langsung dipahami akan tetapi hikayat aceh membutuhkan sedikit usaha yang lebih untuk dipahami. Hikayat prang sabi ini sendiri memiliki dua genre pada umumnya yaitu genre yang berupa ajakan untuk berjihad dan satu lagi adalah rekaman keadaan perang yang dituang kedalam bentuk hikayat....
Hikayat prang sabi adalah sebuah hikayat yang diciptakan atau dikarang oleh Teungku Chik Pante Kulu, beliau adalah seorang ulama yang berasal dari Pidie tepatnya dari Pante Kulu. Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang hikayat prang sabi ada baiknya jika kita mengetahui sekilas tentang hikayat itu sendiri. Hikayat Aceh itu berbeda dengan hikayat dari daerah lainnya perbedaannya terletak pada cara melantunkannya dan penyusunan baitnya atau dengan kata lain hikayat lain memiliki bait yang mudah untuk langsung dipahami akan tetapi hikayat aceh membutuhkan sedikit usaha yang lebih untuk dipahami. Hikayat prang sabi ini sendiri memiliki dua genre pada umumnya yaitu genre yang berupa ajakan untuk berjihad dan satu lagi adalah rekaman keadaan perang yang dituang kedalam bentuk hikayat....
Cut Nyak Dhien adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda bersama dengan suaminya, Teuku Umar, pada masa Perang Aceh. Cut Nyak Dhien lahir pada tahun 1848 di Lampadang, Kerajaan Aceh, dan meninggal pada 6 November 1908 di Sumedang, Jawa Barat. Keberanian dan kegagahan Cut Nyak Dhien begitu menginspirasi para wanita untuk terus memperjuangkan kebenaran. Salah satu bentuk kekaguman terhadap Cut Nyak Dhien dituangkan melalui sebuah lagu yang diciptakan oleh T. Djohan dan Anzib. Cut Nyak Dhien Cipt: T. Djohan dan Anzib Masa prang Aceh, Meugah Cut Nyak Dhien Teubiet ue mideuen, Neuprang Beulanda Sunggoh that putroe, nanggroe neupeu theuen Bek jiet keurajeuen, uleh Beulanda. Di Aceh Meugah putroe pahlawan Masa neu meuprang deungon Beulanda Putroe jroh peu e hate neu pih trang Putroe nyang sayang nanggroe ngon bangsa Hana neu gundah keu darah ile Putro...
Seperti yang kita ketahui, Pemerintah Aceh terus menerus berusaha mempromosikan sektor pariwisata.Salah satunya dengan mengupayakan agar kesenian Rapai Uroeh dapat populer yaitu dengan kurang lebih 400 penabuh menampilkan kesenian tersebut di Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe, Aceh. Rapai Uroeh merupakan salah satu alat musik tabuh dari kota Lhokseumawe, Aceh. Alat musik ini seperti tempayan dengan bagian bawahnya kosong dan sebaliknya bagian atas ditutupi dengan kulit kambing. Cara memainkannya hanya dengan dipukul oleh tangan. Kini, Rapai Uroeh dijadikan sebagai ikon seni budaya Kota Lhokseumawe karena keberdaannya yang tetap eksis hingga sekarang. OSKMITB2018
Aceh adalah suatu propinsi dengan mayoritas penduduk muslim. Aceh dikenal sebagai suatu propinsi yang memiliki budaya Islam yang kental. Salah satu contoh yang dapat diliihat adalah adanya kenduri anak yatim yang dalam bahasa Aceh disebut dengan keunduri aneuk yatim. Kenduri anak yatim adalah salah satu ritual yang dilakukan penduduk Aceh untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa.
Setiap daerah memiliki budayanya masing-masing, hal itu juga bersangkutan pada etnis Tionghua yang menetap di daerah tersebut. Suku Tionghua Aceh memiliki cara yang berbeda dalam merayakan tahun baru masehi. Asal mula merayakan tahun baru ini berasal dari nenek moyang yang bersuku Tionghua Hakka dan budaya tersebut masih berjalan terus hingga sekarang. Pada tanggal 1 Januari , pihak keluarga pertama saling mengunjungi pihak keluarga kedua dengan mengenakan baju baru , bersalaman kepada yang tua hingga pemberian angpao kepada sanak keluarga yang belum menikah layaknya Hari Raya Imlek. Cemilan-cemilan kue kering pun disediakan untuk menemani perbincangan keluraga besar. Puncak perayaan terjadi pada tanggal 31 Januari malam hari dimana bermacam-macam hidangan lezat di hidangkan kepada keluraga besar dari kedua pihak, istilah i...
Atraksi Adat Melaot berasal dari Kabupaten Sabang, Aceh. Acara adat yang mengusung konsep kearifan lokal ini digelar di Kampung Nelayan Jurong Ule Krueng di Desa Bolahan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Lokasi kampung nelayan berjarak sekitar 500 meter dari pelabuhan penyeberangan Bolahan. Acara adat ini dibuka dengan atraksi Tarian Tarek Pukat yang khas kampung nelayan. Selain Tarian tarek Phukat, pada atraksi ini juga ada seni lain yaitu seperti khanduri laot dan lomba mancing tradisional. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dengan lauk kuah Beulanggong.Tak cuma atraksi budaya, dalam acara ini juga digelar lomba memancing di pinggir pantai. Semua warga dan pengunjung dipersilakan mengikuti perlombaan ini. Seperti kata “Melaot” pada atraksi atau seni pertunjukan ini, para nelayan dilarang pergi berlayar atau melaut (Meulaot) selama tiga hari berturut-turut. Acara puncak dari atraksi budaya adalah makan bersama satu kampung. Semua warga tua muda tump...
Atraksi Adat Melaot berasal dari Kabupaten Sabang, Aceh. Acara adat yang mengusung konsep kearifan lokal ini digelar di Kampung Nelayan Jurong Ule Krueng di Desa Bolahan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Lokasi kampung nelayan berjarak sekitar 500 meter dari pelabuhan penyeberangan Bolahan. Acara adat ini dibuka dengan atraksi Tarian Tarek Pukat yang khas kampung nelayan. Selain Tarian tarek Phukat, pada atraksi ini juga ada seni lain yaitu seperti khanduri laot dan lomba mancing tradisional. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dengan lauk kuah Beulanggong.Tak cuma atraksi budaya, dalam acara ini juga digelar lomba memancing di pinggir pantai. Semua warga dan pengunjung dipersilakan mengikuti perlombaan ini. Seperti kata “Melaot” pada atraksi atau seni pertunjukan ini, para nelayan dilarang pergi berlayar atau melaut (Meulaot) selama tiga hari berturut-turut. Acara puncak dari atraksi budaya adalah makan bersama satu kampung. Semua warga tua muda tump...
Atraksi Adat Melaot berasal dari Kabupaten Sabang, Aceh. Acara adat yang mengusung konsep kearifan lokal ini digelar di Kampung Nelayan Jurong Ule Krueng di Desa Bolahan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Lokasi kampung nelayan berjarak sekitar 500 meter dari pelabuhan penyeberangan Bolahan. Acara adat ini dibuka dengan atraksi Tarian Tarek Pukat yang khas kampung nelayan. Selain Tarian tarek Phukat, pada atraksi ini juga ada seni lain yaitu seperti khanduri laot dan lomba mancing tradisional. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dengan lauk kuah Beulanggong.Tak cuma atraksi budaya, dalam acara ini juga digelar lomba memancing di pinggir pantai. Semua warga dan pengunjung dipersilakan mengikuti perlombaan ini. Seperti kata “Melaot” pada atraksi atau seni pertunjukan ini, para nelayan dilarang pergi berlayar atau melaut (Meulaot) selama tiga hari berturut-turut. Acara puncak dari atraksi budaya adalah makan bersama satu kampung. Semua warga tua muda tump...