Kalua jeruk masuk dalam daftar makanan khas Tasikmalaya. Kalua jeruk adalah manisan kulit jeruk yang dipadukan dengan gula dan perasa unik seperti durian ataupun strawberry. Hal ini membuat kalua jeruk menjadi makanan yang bercita rasa unik. Bahan-Bahan 2 buah jeruk bali, (ambil bagian kulit dalam nya) 500 gr Gula pasir Air bersih Secukupnya Pewarna kuning tua 1 sdm Kapur sirih (ambil air endapannya) 1/2 sdm Tawas (ambil air endapannya) Langkah-langkah Kupas kulit jeruk bali, bersihkan kulit luar dan busa nya.. Rendam di air endapan kapur sirih dan air endapan tawas 4-6 jam Peras kulit jeruk sampe air nya bening, tiriskan, lalu rebus kulit jeruk, buang air rebusannya, rebus ulang kulit jeruk dan peras, ulangi sampe 2x. Didihkan air secukupnya, masukan 200 gr gula pasir, secukupnya pewarna kuning lalu masukkan kulit jeruk yg sudah diperas tadi. Masak sebentar kira2 30 menit, angkat dan rendam semalaman,besok paginya air rendamannya di...
Beragam cara dilakukan masyarakat Bali dalam menyambut hari raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941. Selain mengarak ogoh-ogoh, ada juga yang menggelar tradisi di desanya masing-masing. Seperti terlihat di Desa Paksebali, Dawan, Klungkung. Menjelang pergantian Tahun Caka, warga Puri Satria Kawan melaksanakan tradisi “Lukat Gni” atau Perang Api. Tradisi ini digelar secara turun-menurun pada malam pangerupukan. Hanya, kali ini tradisi tersebut tidak dipusatkan di Catus Pata Desa Paksebali, melainkan digelar di Merajan Agung. Sejumlah pemuda Puri Satria Kawan, Desa Paksebali terlihat bersiap melaksanakan tradisi lukat gni sekitar pukul 20.00 wita. Setelah Ida Sesuhunan di Pura Merajan Agung Puri Satria Kawan masolah (menari), beberapa pemuda Satria Kawan mulai naik ke utama mandala pura merajan. Lukat Gni merupakan sebuah prosesi peperangan dengan sarana api. Bahan yang digunakan berupa daun kelapa kering. Setelah diikat daun kelapa kering tersebut dibakar dan kemudian dipukul-pukulkan oleh ma...
Gocek taluh artinya mengadu telur. Tradisi ini digelar di Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali. Dilaksanakan di pinggir jalan desa sore hari yang biasa dilakukan saat Tilem sasih Kasa. Sebelum dilaksanakan prosesi megocek taluh, pagi harinya ada tradisi masegeh. Masegeh ini merupakan tradisi menuntun anak sapi (godel) keliling desa yang diikuti oleh warga laki-laki dengan membawa pohon bongkot (kecomrang) dihias. https://bali.tribunnews.com/2019/01/21/tribun-wiki-15-tradisi-unik-di-karangasem-ada-yang-berebut-daging-ayam-hingga-mengadu-telur
Tradisi narat atau daratan juga ada di Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem. Tradisi ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan Usaba Puseh yang dilaksanakan setiap setahun sekali selama enam hari. Dalam sekali Usaba Puseh, daratan digelar dua kali yakni hari ketiga dan hari terakhir. Tradisi narat ini dilakukan oleh warga yang dalam kondisi kerauhan dengan memikul joli yang dihias dengan daun braksok dan keris. Saat suara gambelan bertalu-talu dan kencang, mereka akan berlari dan menebas tangan, punggung, maupun dada dengan keris. sumber: https://bali.tribunnews.com/2019/01/21/tribun-wiki-15-tradisi-unik-di-karangasem-ada-yang-berebut-daging-ayam-hingga-mengadu-telur?page=2 .
Di Desa Pakraman Muntigunung, Kubu, Karangasem ada tradisi Ngrekes. Tradisi ini merupakan suatu upacara keagamaan yang dilaksanakan dalam sebuah keluarga, khusunya bagi masyarakat yang sudah masuk dalam ikatan berkeluarga atau masyarakat yang sudah menikah. Tradisi ini sudah dilaksanakan secara turun-temurun dan menjadi kepercayaan masyarakat Desa Pakraman Muntigunung untuk mengajukan permohonan keselamatan agar terhindar dari hal-hal yang tidak baik sehingga dapat hidup sejahtera dalam kehidupan ini. Jika pada umumnya pernikahan yang dilaksanakan oleh masyarakat Bali yang beragama Hindu pasca pernikahan telah ada rentetan upacara yang dilakansanakan oleh masyarakat seperti halnya diawali dengan upacara Mebyekala- Byakaon yaitu upacara proses penyucian atau pengesahan suatu perkawinan serta melalui berbagai tahap yang disebut dengan Tri Upasaksi, namun di Desa Pakraman Muntigunung dalam sebuah pernikahan memang sudah ada tahapan-tahapan upacara yang sudah dilaksanakan. Namun unik...
Daa Malom merupakan tradisi yang dilaksanakan di Desa Ngis, Manggis, Karangasem. Acara ini dilaksanakan sebagai rangkaian dari Usaba Pusah di Desa Ngis. Dua orang gadis kecil yang masih suci dan belum menatruasi akan dirias. Mereka juga menggunakan gelungan janur yang. Mereka berdua akan menari di tengah pura. Tradisi ini merupakan tradisi sakral di Desa Ngis. sumber: https://bali.tribunnews.com/2019/01/21/tribun-wiki-15-tradisi-unik-di-karangasem-ada-yang-berebut-daging-ayam-hingga-mengadu-telur?page=4
Usaba Dodol digelar di Desa Duda, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali setiap tahun. Pelaksanaannya yakni saat Tilem Kesanga, di Pura Dalem Selat, sehingga sering disebut Usaba Dalem. Yang unik yakni akan ada banyak dodol dalam kegiatan upacara ini. sumber: https://bali.tribunnews.com/2019/01/21/tribun-wiki-15-tradisi-unik-di-karangasem-ada-yang-berebut-daging-ayam-hingga-mengadu-telur?page=4
Usaba Dangsil atau Usaba Gede merupakan upacara adat yang dilakukan di Desa Adat Bungaya, Kabupaten Karangasem, Bali. Usaba Dangsil dikenal dengan penggunaan “dangsil” sebagai sarana utamanya. Dangsil adalah bebanten yang dibentuk sedemikian rupa dari rangkaian dedaunan, jajanan khas daerah serta sesajen yang dibuat bertingkat seperti gunung. Upacara ini dilatarbelakangi oleh wujud bakti kasih kehadapan Ida Sanghyang Widhi (Tuhan) agar diberikan ketentraman dan kemakmuran umatnya di dunia dengan hasil bumi yang melimpah ruah. Hal yang unik dan ditemukan pada Usaba Dangsil adalah upacara ini dilakukan oleh para alon Deha (gadis) ataupun Teruna (pemuda) dengan lama pelaksanaan yang tidak tentu. Usaba Dangsil merupakan upacara yang melibatkan upakara berupa dangsil, yaitu bebanten dengan susunan berupa dedaunan, jajanan tradisional, hingga sesajen yang disusun mirip seperti meru. Dangsil terdiri atas beberapa jenis, yaitu: Dangsil Dalem, Dangsil tertinggi sebanyak 11 tingkat dengan...
Usaba Sumbu adalah ritual adat agama di Kabupaten Karangasem yang masih dapat dijumpai di beberapa Desa Pakraman, seperti di Desa Timbrah, Desa Pertima, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Bali. Ritual Usaba Sumbu memiliki keunikan berupa adanya tradisi Guling Siyu yang menjadi sebuah tradisi turun temurun yang diwariskan dari waktu ke waktu. saba Sumbu telah ada sejak abad ke-16. Dalam Babad Dalem, Desa Adat Bungaya tergolong sebagai desa tua yang merupakan bagian pemerintahan Kerajaan Dalem Waturenggong yang dipimpin Raja Gelgel. Dalam perkembangannya, I Gusti Alit Ngurah Bungaya, keturunan Pangeran Asak mengukuhkan Raja Gelgel Dalem Dimade sebagai Pemacek Desa Bungaya abad ke-18. Upacara Usaba Sumbu merupakan simbolisasi rasa syukur atas kemakmuran dan ketangguhan Kerajaan Dalem Waturenggong, yang ditandai dengan Sumbu berbentuk seperti penjor dengan aneka hasil pertanian, jaja, daging babi, dan daun kelapa serta berbagai macam bunga Sejarah: Secara etimologis, Usaba Su...