Bahan-bahan 3org 1 butir telur 1 batang daun bawang secukupnya sagu Secukupnya terigu bahan kuah : 3 butir bawang merah (dihaluskan) 3 butir bawang putih (dihaluskan) 6 buah cabe rawit (diris serong) secukupnya daun sop Langkah Cara membuat tekwan : masukkan air ke dalam wajan, tunggu smpai air mendidih lalu masukkan sasa, masako, garam lalu tambahkan tepung terigu sedikit" demi sedikit smpai adonan kenyal.. angkat adonan.. tunggu adonan dingin, lalu masukkan telur dan sagu aduk smpai rata.....
Bahan-bahan 500 gram ikan giling (saya pakai daging ikan gabus) 350 gram tepung sagu cap tani 2 sdm garam 1/2 sdm penyedap 220 gram air bahan kuah laksan : sesuai selera cabe merah kriting 5 bawang merah 5 bawang putih 1 ruas jari jahe 5 kemiri sangrai sedikit merica 1 sdm ketumbar 1 ruas jari laos 2 daun salam 1 sereh...
Bahan-bahan 5 pcs ikan salai / ikan asap 100 gr cabe merah keriting (tumbuk) 4 siung bawang merah (haluskan) 1 siung bawang putih (haluskan) 10 mata petai (belah 2) 1 sdt garam 1 sdt penyedap jamur 1/2 sdt gula 1/2 bh jeruk nipis peras ambil airnya minyak goreng Langkah Goreng ikan salai hingga kering. Gak perlu terlalu lama karna ikan nya emg uda kering. Sisihkan. Susun dipiring ...
Bahan-bahan 250 gr terigu 400 gr tapioka (sagu tani) 2 telur 70 gr bawang putih kupas 125 gr teri nasi 10 bawang merah 550 ml air 50 ml santan kental 2 daun bawang (prei) 1 sdm garam halus (secukupnya) 1 sdt munjung merica bubuk 1/2 sdt gula Secukupnya minyak goreng Semangkuk cuka pempek (di resep pempek keriting teri nasi) Langkah ...
Menurut Nenek Saripah – penari Silampari kahyangan tinggi – tarian ini mulai dikenal ketika ditampilkan pada tahun 1941, bertepatan dengan pembuatan Watervang, sebuah bendungan buatan kolonial Belanda di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Silampari berasal dari bahasa Palembang, Silam berarti “hilang” dan pari berarti “peri”; Kahyangan berarti “udara atau langit”; dan Tinggi berarti “tinggi”. Penjelasannya bahwa tari Silampari kahyangan tinggi terinspirasi dari cerita rakyat Dayang Torek dan Bujang Penulup. Tarian ini menceritakan seorang perempuan yang menjadi peri dan menghilang (silam), sehingga disebut Silampari (peri atau bidadari yang menghilang). Untuk tari ini, Kota Lubuklinggau mengambil sumber cerita Dayang Torek; dan Kabupaten Musi Rawas mengambil sumber Cerita Bujang Penulup. Cerita dalam tari ini hampir sama dengan cerita Jaka Tarub, tetapi bedanya dalam penyimpanan selendangnya saja. Kalau dalam cerita Jaka T...
Alkisah, tersebutlah seorang raja bernama Ratu Ageng yang menikah dengan seorang Dewa Kahyangan. Mereka tinggal di langit dan telah dikaruniai dua orang putra, yaitu Raden Kuning dan Raden Alit, serta seorang putri bernama Dayang Bulan. Ketiga anak raja tersebut saling menyayangi satu sama lain. Raden Kuning dan Raden Alit adalah orang yang sakti mandraguna. Sejak kecil hingga dewasa, mereka berguru berbagai macam ilmu kesaktian kepada Nenek Dewi Langit. Setelah hampir dua puluh tahun menjalani kehidupan di Langit, Ratu Ageng merasa rindu ingin kembali ke Bumi. Oleh karena itu, ia bermaksud mengajak seluruh keluarganya pindah ke Bumi. “Wahai, permaisuri dan anak-anakku! Entah kenapa, tiba-tiba Ayah merasa rindu pada tanah kelahiran Ayah. Ayah ingin sekali kembali ke bumi dan hidup di sana. Apakah kalian merasa keberatan jika Ayah mengajak kalian turut serta ke Bumi?” tanya Ratu Ageng. “Tentu tidak, Ayah! Aku akan ikut bersama Aya...
Sunatan Selain menjadi kewajiban umat Islam, ternyata Sunatan di Palembang mempunyai keunikan dalam pelaksanaanya. Dimana anak laki – laki yang usianya sudah menginjak dewasa akan dibersihkan alat kelaminnya guna kesuciannya dan sebagai simbol kedewasaan bagi dirinya di hadapan keluarga dan masyarakat. Sunatan merupakan salah satu rangkaian upacara adat yang ada di Palembang yang masih terjaga hingga sekarang ini. https://www.silontong.com/2018/11/08/upacara-adat-sumatera-selatan/
Berasan Berasan termasuk sebagai upacara adat Sumatera Selatan. Tradisi ini berasal dari bahasa Melayu yang mempunyai arti bermusyawarah. Tujuan bermusyawarah untuk menyatukan dua keluarga menjadi satu keluarga besar. Adapun pertemuan antara dua pihak keluarga ini dimaksudkan untuk menentukan apa yang diminta oleh pihak si gadis dan apa yang akan diberikan oleh pihak pria. Di kesempatan itu, si gadis berkesempatan diperkenalkan kepada pihak keluarga pria. Dan biasanya suasana berasan ini penuh dengan pantun dan basa basi. Usai jamuan makan, kedua belah pihak keluarga telah bersepakat tentang segala persyaratan perkawinan baik tata cara adat maupun tata cara agama Islam. Pada kesempatan itu pula ditetapkankapan hari berlangsungnya acara “mutuske kato”. https://www.silontong.com/2018/11/08/upacara-adat-sumatera-selatan/
Mutuske Kato Acara upacara Mutuske Kato ini bertujuan kedua pihak keluarga membuat keputusan dalam hal yang berkaitan dengan: “hari ngantarke belanjo” hari pernikahan, saat Munggah, Nyemputi dan Nganter Penganten, Ngalie Turon, Becacap atau Mandi Simburan dan Beratib. Dan untuk menetapkan hari pernikahandan acara Munggah, lazim dipilih bulan-bulan Islam yang dipercaya memberi barokah bagi kedua mempelai kelak yakni bulan Robiul Awal, Robiul Akhir, Jumadilawal, Jumadilakhir. https://www.silontong.com/2018/11/08/upacara-adat-sumatera-selatan/