Berikut ada beberapa versi tentang asal usul nama Gunung Salak yang perlu penelaahan lebih lanjut karena semua masih kabur . Kata salak berasal dari : 1. Kata Siloka dan Salaka Siloka artinya simbol atau sandi dan Salaka artinya asal usul ( menurut Masyarakat Adat ( Desa Giri Jaya)) Siloka karena gunung salak menyimpan banyak misteri kehidupan dan siapa saja yang dapat menemukan atau mengerti rahasia di dalamnya akan menjadi manusia arif Salaka karena di anggap gunung tersebut merupakan kawasan yang menjadi asal usul daerah dan kehidupan mereka 2. Kata salak ini karena di temukannya buah salak besar di gunung tersebut ( Mitos ) Tak tahu apakah banyak pohon salak, dan salaknya sebesar apa dan dari mana buah salak itu. Apakah dari pohonnya atau muncul secara misteri 3.Kata salak di ambil dari nama kerajaan Hindu di abad ke 4 dan 5 Masehi yaitu kerajaan Salakanagara yang berdiri di kaki gunung Salakanagara di klaim juga berdiri di Pandeglang. Membuat penasaran s...
Naskah ini ditulis pada abad ke-15 pada daun lontar dan nipah, menggunakan bahasa dan aksara Sunda Kuna. Naskah ini berisi nasihat mengenai etika dan budi pekerti Sunda, yang disampaikan Rakyan Darmasiksa , Raja Sunda ke-25, Penguasa Galunggung , kepada puteranya Ragasuci (Sang Lumahing Taman). Di Kabuyutan Ciburuy, hingga kini orang menyimpan naskah-naskah kuno. Salah satu naskah kuno yang ditemukan di kabuyutan itu—sebelum disimpan di Perpustakaan Nasional Jakarta—adalah ”Amanat Galunggung”. Nama atau judul ”Amanat Galunggung” berasal dari filolog Saleh Danasasmita , yang turut mengkaji naskah tersebut, kemudian turut mengompilasikan hasil kajiannya dalam ”Sewaka Darma, Sanghyang Siksakandang Karesian, Amanat Galunggung” (1987). Naskah ini menggunakan bahasa Sunda kuno dan aksara Sunda. ”Amanat Galunggung” berisi ajaran moral. Dalam naskah ini antara lain disebutkan bahwa kabuyutan harus dipertaha...
Gunung Salak Bogor memang tidak setinggi Gunung Gede, tetangganya. Namun tingkat kesulitan yang dimiliki Gunung Salak begitu angker untuk didaki. Termasuk keberadaan Kawah Ratu yang ada di wilayahnya. Gunung Salak Bogor dapat didaki dari beberapa jalur, yakni jalur Wana Wisata Cangkuang Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, Wana Wisata Curug Pilung, Cimelati, Pasir Rengit dan Ciawi. Belum lagi jalur-jalur tidak resmi yang dibuka para pendaki ataupun masyarakat sekitar. Banyaknya jalur menuju puncak Gunung Salak dan saling bersimpangan tentu membingungkan para pendaki. Banyak diantaranya yang kemudian tersasar dan menghilang. Banyaknya jalur pendakian banyak pula mitos atau kisah yang menyelimuti Gunung Salak. Gunung Salak sejak dulu sudah terkenal dengan keangkerannya. Gunung Salak ini oleh warga sekitar juga dianggap menyimpan banyak keanehan dan misteri. Keindahan Gunung Salak dengan berbagai misteri yang masih belum terungkap sampai sekarang, maka banyak warga yang mengkai...
Kata "Baren" berasal dari kata "Tiba" dan "leren" (bahasa Jawa) yang berarti jatuh dan berhenti. Namun kenyataannya pengertian berhenti (leren) tidak berarti mereka yang sudah tertangkap terus berhenti, tetapi menjadi tawanan regu lawan. Dan pengertian jatuh di dalam permainan ini tidak jatuh yang sebenarnya, tetapi jatuh dalam arti tidak mempunyai hak untuk bermain menangkap lawan atau dikatakan hilang kekuasaannya. Permainan Baren dapat dipertandingkan dengan bentuk regu, masing-masing anggota regu penentuannya atas dasar keseimbangan besar kecil fisiknya, kecepatan larinya agar jalannya permainan seimbang dan ramai. Di samping bersifat kompetitif juga bersifat rekreatif dan edukatif. Oleh karena dapat dipertandingan maka konsekuensinya kalah menang dengan upah gendongan menurut pasangannya sendiri-sendiri. Dilihat dari jalannya bermain, di dalamnya terkandung nilai pendidikan yaitu pendidikan mental/moral, pendidikan jasmani, selain sebagai hiburan....
Sanghyang Siksakanda ng Karesian merupakan naskah didaktik, yang memberikan aturan, tuntunan serta ajaran agama dan moralitas kepada pembacanya.Sanghyang Siksakanda ng Karesia merupakan “Buku berisi aturan untuk menjadi resi (orang bijaksana atau suci)”. Naskah ini disimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta dan ditandai dengan nama kropak 630. Naskah ini terdiri dari 30 lembar daun nipah. Naskah ini bertanggal "nora catur sagara wulan (0-4-4-1)", yaitu tahun 1440 Saka atau 1518 Masehi. Naskah ini telah menjadi rujukan dalam publikasi yang diterbitkan oleh Holle dan Noorduyn . Edisi lengkapnya yang disertai terjemahan, pengantar, komentar dan glosari ditulis dalam kertas stensil oleh Atja dan Danasasmita (1981a). Naskah ini telah diterbitkan kembali dalam bentuk buku oleh Danasasmita dkk. (1987:73-118). Naskah Sanghyang Siksakanda ng Karesian berasal dari Galuh (salah satu ibukota Kerajaan Sunda ).
Dorokdok sebuah nama dari penganan kering yang bisa dicemil atau dijadikan lauk (terutama dengan hidangan sayur-sayuran), bentuknya kecil-kecil menyerupai kerikil karang laut, ada yang sebesar kuku telunjuk paling besar kuku jempol. Dorokdok, dinamakan demikian karena ketika dikunyah oleh gigi, menimbulkan suara Dorok dok dorok dok…. karena ada yang lunak (lunak gimana gitu), ada yang keras (sekeras batu). Bahan mentah Dorokdok sendiri dari sisitan daging yang menempel dari kulit sapi yang baru datang dari penjagalan sebelum digarami. Jadi bisa dikatakan, Dorokdok berbahan baku mentah yang lumayan bergizi, karena ada daging sapi dan lemak sapi. Kulit sapi dijemur selama 3 hari, kemudian dipotong-potong sekitar 1 cm, digoreng, didiamkan selama 1 hari, lalu digoreng lagi. Biasanya ditambah penyedap rasa untuk menambah rasa gurih. Penganan yang berasal dari Banjaran ini memiliki rasa yang renyah, asin dan gurih. Biasanya dijual dengan harga Rp.2000 per pl...
Celempung ( Ind. : Celempung ), nya éta salah sahiji waditra tradisional Sunda daèrah Jawa Barat anu cara maénkeunana ditabeuh. [1] Waditra ieu miboga pungsi sarua jeung kendang nya éta miboga pungsi pikeun ngatur irama lagu. [1] Wangun penyajian waditra Celempung biasana disebut Celempungan . Ilaharna dina pintonan celempungan sok dilengkepan ku sababaraha waditra taradisional séjénna nya éta kacapi , rebab , atawa suling jeung goong buyung .
Awug nya éta kadaharan khas urang sunda anu dijieunna tina tipung béas , tipung kétan , gula beureum, kalapa parud jeung bentukna krucut. Baheulana mah dijieunna dina pas usum panén hungkul tapi kiwari mah tos henteu. [1] Jalma anu di luar sunda ogé mikaresep kana dahareun ieu kusabab ngeunah jeung rasana unik kadang mah sok dibawa pikeun oleh-oleh ti Bandung [2] . Awug ogé bisa disebut tipung béas anu dilapis-lapis ku gula beureum daharna dibeulahan siga meulahan roti terus dipurulukan ku kalapa parud [3] Adonan tipung béas anu diseupan bareung jeung gula beureum. Berikut resep awug Bandung dari tepung beras. Resep Awug Beras Bandung Bahan : 1,5 kg tepung beras yang sudah diolah setengah matang 500 gram gula merah disisir halus 1 butir kelapa s...
putu klepon berasal dari bandung. makanan yang khas dengan suara dari mesin pembuatnya ini sekarang sudah jarang ditemui di kota. kue putu ini banyak diminati masyarakat bandung karena rasanya yang manis dengan taburan parutan kelapan di atasnya. RM/Toko yang Menyediakan : Kue Putu & Klepon Restaurant Address: Dapur Raya 2 Pasar Raya Blok M Lt LG Jalan Iskandarsyah 2, Jakarta Selatan, RT.3/RW.1, Melawai, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12160 Phone: 0878-7503-6453