Judul : Serat Rama Letak : Pustaka Artati, Perpustakaan Pusat Universitas Sanata Dharma, Mrican, Gejayan, Yogyakarta Nomor klasifikasi : 899. 222 2 Jas S C.1 Dikarang oleh : R. Ng. Yasadipura Pembuka oleh : J. Kats Dalam satu jilidan terdapat dua bundel naskah: jilid I dan II Aksara : Latin berbahasa Jawa ejaan lama. Iluminasi : tidak ada. Hanya terdapat foto-foto yang dicetak hitam putih. Isi : ringkasan singkat mengenai Kakawin Ramayana karangan Valmiki, foto-foto relief Ramayana yang terdapat di Candi Prambanan dan Candi Panataran, Serat Rama dan uraian isinya secara singkat. Sumber: https://firaflies.wordpress.com/2015/10/31/serat-rama/ Sumber foto: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1558#prettyPhoto
Ceritera dalam bentuk prosa dibagi menjadi 12 bab mengenai asal mula terjadinya dunia dan hidup manusia, dilihat dari dongeng. Bandingkan Lor 6429 dan MSB/LL7. Naskah dilengkapi dengan ringkasan yang dibuat pada jaman Pati Boedaja oleh M. Sinoe Moendisoera, sebanyak 3 halaman tulisan tangan. Sumber: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1560#prettyPhoto
Purbalingga atau Kota Perwira,banyak sekali mempunyai kisah atau beberapa legenda,salah satu ledenda ini tentang Legenda Kerajaan Jambu Karang. Legenda tentang Jambu karang alias Prabu Lingga Karang, alias haji Purwa, mengakar dalam ranah pikiran warga Purbalingga terutama bagian utara timur laut. Beberapa manuskrip lama ternyata bisa sebagai bukti bahwa nama ini tak sekedar mitos kosong, melainkan tokoh sejarah yang tampaknya seiring jaman kian hilang dari ingatan dan wacana. Teks "Tedhakan Serat Soedjarah Djoedanagaran" koleksi Museum Sana Budaya; teks "Sadjarah Padjadjaran Baboning Tjarios saking adipati Wiradhentaha Boepati Priangan"; "Babad Banyumas" ;"Ceritera Dipati Ukur Versi Bandung";dan "Sudjarahipun Pangeran Djamboe Karang saking Pedjadjaran miwiti saking Sijung Wanara dumugi Pangeran makhdum Tjahjana" adalah beberapa contoh manuskrip dari luar Purbalingga yang menyinggung tokoh sejarah ini. Dari dalam Purbalingga sendiri tersebut beberapa teks baik lama maupun ko...
(Mohon maaf jika cerita tidak akurat dan lengkap, didengar dari narasumber seorang warga Slawi, yang setiap malam berjualan Ronde di bilangan Ruko Slawi). Dahulu kala di sekitar Lebaksiu, tinggal seorang pencari ikan yang tinggal dengan istrinya di desa tepi sungai Gung. Suatu hari lelaki itu, yang dikenal dengan Pak Rumpung, seperti biasa pergi ke sungai Gung untuk mencari ikan. Hari itu belum banyak ikan di dapat. Ketika menyusuri sungai, ditemukan sebutir telur. Tidak diketahui itu telur apa. Dikiranya telur ayam yang mungkin secara tidak sengaja bertelur di tepi sungai. Di bawa pulang telur itu, ketika sore harinya dengan gembira, karena selain mendapat ikan, dia mendapat pula sebutir telur Setibanya dirumah diceritakan tentang telur yang ditemukannya kepada istrinya, lalu dia meminta istrinya agar merebus telur untuk sarapan besok harinya. Pagi harinya, sebelum mencari ikan, Pak Rumpung sarapan sendirian kartena istrinya telah lebih dulu berangkat ke sawah. Ketika s...
PB A.92 394 Bhs Jawa Aks Jawa Macapat Roll 117 no. 4 Sastra roman siklus Menak, versi Yasadipura dengan episode sebagian Menak Ngrajak, Menak Demis, Menak Kaos dan Menak Kuristam. Lihat Pretelan I:241-257. Untuk invormasi lebih umum tentang versi-versi ceritera Menak, lihat MSB/L195 Sumber: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/2002#prettyPhoto
SK 54 323 Bhs Jawa Aks Jawa Macapat Roll 70 no. 2 Sastra roman menceritakan peperangan Pandawa melawan Korawa. Sebagai pengantar tentang Baratayudha macapat, lihat pigeaud I: 239-240. Bilamana teks ini dibandingkan dengan redaksi Yasadipura (pretelan I: 56-64), maka terdapat perbedaan yang mendalam , walau dalam pupuh-pupuh awal berhubungan dengan Bratayudha Yasadipuran masih ketara. Plot saduran ini sama dengan alur cerita Bratayudha Yasadipuran kira kira sampai dengan h.261. Halaman selanjutnya menceritakan parikesit dinobatkan menjadi raja Hastina bergelarSri Haripurnama. Kresna dwipayana memegang pemerintahan Hastina, sementara Parikesit masih kecil. Diceritakan anak Gatutkaca yang mencari ayahnya. Cerita diahiri dengan pertemuan anak Gatutkaca dengan ibunya,Pregiwa Sumber: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1779
SK 52 453 Bhs Jawa Aks Jawa Macapat Roll 6 no. 7 Kronik sejarah kerajaan Mataram dan Kartasura dibawah pemerintahan Amangkurat I , Amangkurat II dan Pakubuwana I. Teks mulai dari serangan Mataram ke Blambangan dipimpin Tumengung Wiraguna dan Tumnengung Danupaya (Pangeran Alit) (1647) dan berahir dengan penobatan Pakubuwana I disaksikan kumpeni Belanda di Kartasura (menurut teks 3 Jumadilahir Jimawal 1629 atau 23 September 1705) dan kelanjutan perang waris tahta kerajaan antara pasukan Kartasura dan Mataram di Tegal dan Banyumas. Sumber: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1777#prettyPhoto
Roman sejarah mengenai Damarwulan, yang diawali dengan wafatnya Prabu Brawijaya dan Jumenengan Kencanawungu sampai dengan Kencanawungu. Diahiri Jemenengan Damarwulan sebagai Raja Majapahit bergelar Brawijaya. Pembahasan lebih jauh dapat dibaca pada keterangan bibliografis MSB/L120. Sumber: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1776
Naskah ini memuat 4 teks. 1.Serat Warah Hidayajati (bagian I). Teks prosa ini berisikan ajaran para “wali wolu” ( Giri, Majagung, Benang, Muryapada, Kalinyamat, Gunung Jati, Kajenar) mengenai Islam, tasawuf, pantangan dan lain-lain. Pengarang teks ini ialah Ranggawarsita. Isinya persis sama dengan teks MSB/P82. Naskah bagian ini disalin pada 3 Jumadilahir 1833 (=26 Agustus 1903),di Surakarta, oleh Raden Mas Puspamurcita (h.130) 2.Serat Sujarah Jati (bagian II). Teks macapat, menjabarkan wejangan dari para pandita linuwih, Wali, serta ngelmu mereka masing masing. Naskah bagian ini disalin mulai hari ahad paing, 10 sura jimawal 1837, “Sapta Guna Ngesthi Nata” (=23 februari 1907). Yang penyalin lain dengan penyalin bagian I (buka puspamucarita) 3.Serat Budha Gutama (bagian III, h. 1-81). Teks prosa ini memuat piwulang agama Budha, bentuk tanya jawab antara A dan B 4.Serat Widyaprangan pada h. 82, dikarang oleh “Bengawan Yogiswara ing...