Disamping wisata alam dan budaya juga terdapat wisata spiritual atau religius antara lain di gunung srandil dan selok . Gunung srandil merupakan salah satu bukit yang ada di Glempangpasir Kecamatan Adipala jarak antara obyek wisata dengan Kota Cilacap 30 Km kearah timurlaut dan relatif mudah ditempuh dengan kendaraan penumpang bus umum jurusan Cilacap-Jatijajar-Kebumen atau kendaraan pribadi karena jalannya sudah beraspal dan dekat dengan jalan lintas selatan-selatan. Gunung Srandil setiap hari dikunjungi orang untuk berziarah oleh karena tempat tersebut tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar saja tetapi sampai keluar Jawa seperti Sumatra, Kalimantan, Bali. dan Sulawesi, maka yang berkunjung tujuannya bermacam-macam. Para peziarah biasanya berkunjung atau bertapa pada Malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon pada Bulan Syura. Konon menurut cerita penghuni pertama Gunung Srandil adalah Sultan Mukhriti putra kedua dari Dewi Sari Banon Ratu Sumenep Jawa Timur ....
Dunia Keris Selamat datang kerabat perkerisan. Memang, dalam urusan sungai yang mengalir pada Jawa, Serayu memang masih kalah panjang dengan saudara tuanya, Bengawan Solo. Namun, buat urusan mitos serta legenda boleh jadi sungai Serayu lebih mengesankan dibanding kakaknya, Bengawan Solo yang beberapa waktu yang kemudian unjuk rasa pada aneka macam daerah yang dilintasinya. Sungai ini mengalir dari pegunungan Dieng, sampai bermuara pada laut selatan yang berdekatan dengan Gunung Srandil. Sebuah gunung sakral yang berada pada daerah Adipala, Cilacap, Jawa Tengah. Sungai yang melintasi lima daerah kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga, Banyumas (Purwakerta), serta Cilacap ini tak ubahnya urat nadinya. Ada poly hal yang menarik yang berkaitan dengan legenda Sungai Serayu ini yang berkaitan dengan proses terjadinya serta penamaannya. Bahkan dari sumber primer alirannya. Aika sampeyan kebetulan ke Dieng dari arah Wonosobo, persis pada sebelah kanan gapura selamat datan...
Pada jaman dahulu berdirilah kerajaan Demak yang didirikan Raden Patah dibantu oleh para Wali dan guru agama. Akhirnya oleh Prabu Brawijaya, Raden Patah diijinkan dan bahkan diangkat menjadi Bupati di Bintara Demak pada tahun 1503. Kemajuan Bintara sangat pesat dan pengaruhnya sampai menyusup ke daerah Majapahit. Beberapa bangsawan Majapahit sudah mulai masuk Islam. Tahun 1509 Raden Patah diangkat sebagai Sultan Demak dengan Gelarnya Sultan Jimbun Ngalam Akbar atau Panembahan Jimbun. Dia memerintah sampai tahun 1518 dan digantikan oleh Adipati Umus (1518 – 1521). Usaha penaklukan Majapahit baru terlaksana pada tahun 1525, yaitu pada masa kekuasaan Sultan Trenggono ( 1521 – 1546 ). Dengan keruntuhan Majapahit tahun 1525, maka kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam di Jawa menjadi penguasa tunggal. Sedang sisa – sisa penguasa Majapahit yang tidak mau tunduk ke Demak memindahkan pusat kerajaannya ke Sengguruh. Ada pula yang menyingkir ke Ponorogo dan lereng Gun...
Bledug Kuwu adalah sebuah fenomena gunung api lumpur, seperti halnya yang terjadi di Porong, Sidoarjo. Tetapi sudah terjadi jauh sebelum jaman Kerajaan Mataram Kuno (732M – 928M). Terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan (Purwodadi). Tempat tersebut dapat ditempuh kurang lebih 28 km ke arah timur dari kota Purwodadi. Selain obyek Bledug Kuwu masih ada wisata sumber api abadi Mrapen, dan Waduk Kedungombo. Obyek yang menarik dari Bledug Kuwu ini adalah letupan-letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung antara dua hingga tiga menit dengan diameter ± 650 meter. Secara etimologi, nama Bledug Kuwu berasal dari Bahasa Jawa. Yaitu bledug yang berarti ledakan/ meledak dan kuwu yang diserap dari kata kuwur yang berarti lari/ kabur/ berhamburan. Menurut sejarah asal usul nama Bledug Kuwu, yaitu sebuah kawah lumpur (bledug) yang berlokasi di Kuwu. Kawah tersebut secara berkala melepaskan lumpur mineral, dalam bentuk l...
Roro Ayu Mas Semangkin adalah puteri dari Sultan Prawoto yang ke-4. Sewaktu kecil di asuh oleh bibinya Ratu Kalinyamat. Setelah dewasa dijadikan sebagai “ garwo selir” dari “Panembahan Senopati”/ Sutowijoyo dari Kerajaan Mataram. Roro Ayu Mas Semangkin kembali ke Jepara untuk menumpas “pagebluk” yang disebabkan oleh kerusuhan dan banyaknya perampokan di wilayah desa Mayong. Beliau menjadi panglima perang mendampingi Lurah Tamtomo Ki Brojo Penggingtaan dan Ki Tanujayan. Atas keahlian dan ketangkasan dari Roro Ayu Mas Semangkin kerusuhan tersebut dapat dipadamkan. Setelah itu Roro Ayu Semangkin tidak mau kembali ke Mataram dan mendirikan pesanggraha.Bersama Ki Brojo Penggingtaan dan Ki Tanujayan dan Ki Datuk Singorojo.Kanjeng Ibu Mas Semangkin adalah sosok seorang tokoh yang sangat berjasa, khusunya bagi warga masyarakat Desa Mayong Lor mengingat beliau adalah cikal bakal, dan pahlawan putri. Perilaku Ibu Mas Semangkin patut disuri tauladani bagi se...
Jaman dahulu setiap sore malam bulan purnama anak-anak desa sering bermain permainan SAWATAN BATHOK, cara permainannya hampir sama denganpermainan BENTENG-BENTENGAN, SINGKONG-SINGKONGAN , dan permainan lainnya yang hampir sama.Suatu ketika 10 orang anak bermain sawatan bathok, 5 orang sebagai pemain 1 dan 5 orang lagi sebagai pemain 2 pada saat sore malam bulan purnama.Merka pertama-tama membuat garis lingkaran untuk sebagai batas tempat permainan dengan batu kapur, setelah itu mereka memilih teman yang akan menjadi teman satu kelompoknya, kemudian permainan dimulai dengan sangat seru.Tiba-tiba ditengah permainan celana yang dipakai salah seoran anak itu KECENGKREK batang kayu dan celana yang anak itu pakai MELOROT dan ditertawai.Sejak kejadian itu desa tersebut diberi nama DESA SUWAWAL berasal dari 2 kata yaitu:SUWA berarti MELOROT(lepas) dan UWAL berarti CELANA, Jadi SUWAWAL berarti CELANA MELOROT. Sumber: http://amaliaputri396.blogspot.com/2015/02/asal-usul-b...
Asal nama Jepara berasal dari perkataan Ujung Para, Ujung Mara dan Jumpara yang kemudian menjadi Jepara, yang berarti sebuah tempat pemukiman para pedagang yang berniaga ke berbagai daerah. Menurut buku “Sejarah Baru Dinasti Tang (618-906 M) mencatat bahwa pada tahun 674 M seorang musafir Tionghoa bernama I-Tsing pernah mengunjungi negeri Holing atau Kaling atau Kalingga yang juga disebut Jawa atau Japa dan diyakini berlokasi di Keling, kawasan timur Jepara sekarang ini, serta dipimpin oleh seorang raja wanita bernama Ratu Shima yang dikenal sangat tegas. Jepara baru dikenal pada abad ke-XV (1470 M) sebagai bandar perdagangan yang kecil yang baru dihuni oleh 90-100 orang dan dipimpin oleh Aryo Timur dan berada dibawah pemerintahan Demak. Kemudian Aryo Timur digantikan oleh putranya yang bernama Pati Unus (1507-1521). Pati Unus mencoba untuk membangun Jepara menjadi kota niaga. Pati Unus dikenal sangat gigih melawan penjajahan Portugis di Malaka yang menjadi mata rantai...
Legenda Gua Kreo tak terpisahkan dengan legenda asal mula nama Jatingaleh, sebuah kelurahan di lereng Bukit Gombel, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Dikisahkan, dahulu seorang wali yang punya kemampuan lebih, seperti Sunan Kalijaga, dapat berkomunikasi dengan tumbuhan dan binatang. Bahkan, ada pula pohon-pohon yang dipercaya bisa berpindah tempat. Menurut legenda, kayu jati yang akan digunakan sebagai salah satu saka guru Masjid Agung Demak, adalah potongan kayu dari pohon jati yang berada di lereng Bukit Gombel. Ajaibnya, sewaktu Sunan Kalijaga akan mengambil kayu jati di kawasan tersebut, ternyata pohon jati itu sudah tidak ada dan berpindah tempat. Sunan Kalijaga kemudian mencari ke mana pohon jati itu berpindah. Beliau pun terus mencari sampai ke hutan yang saat ini dikenal sebagai kawasan Gua Kreo. Sedangkan tempat asal pohon jati itu kemudian diberi nama Jatingaleh (bahasa jawa) yang artinya ”jati berpindah”. Akhirnya Sun...
Ing Pantai Lor Pulo Jawa (Pantura), sekitar Gunung Muria bagian Wetan, ana penguasa sing kasebut Adipati, wilayah kekuasaane kasebut kadipaten. Ana penguasa loro jaman iku yaiku kadipaten Paranggaruda lan kadipaten Carangsoka. Kadipaten Paranggaruda dipimpin Adipati Yudhapati, wilayahe saka kali Juwana mengidul nganti pegunungan gamping lor batesan karo wilayah kabupaten Grobogan. Yudhapati nduweni putra jenenge Raden Jasari. Sawetara iku, kadipaten Carangsoka dipimpin dening adipati Puspa Andungjaya, wilayahe saka lor kali Juwana nganti Pantai Lor Jawa Tengah bagian Wetan. Adipati Carangsoka nduwe anak wadon jenenge Rara Rayungwulan. Kacarita, lelorone kadipaten iku urip rukun padha ngurmati siji lan sijine. Kanggo nglestarekake pasedulurane, penguasa Kadipaten sarujuk ndaupake putra lan putrine. Sumber: http:/www.google.com/ Adipati Paranggaruda ngirim utusane nglamar Rara Rayungwulan, putrine Adipati Carangsoka. Lamarane ditampa, nangi...