Galian singset adalah jamu yang sangat dianjurkan untuk wanita yang sudah menikah karena dapat menjaga dan mengencangkan organ kewanitaan. Dengan meminum jamu galian singset secara rutin, kulit akan terjaga dan tidak mudah keriput. Jamu tradisional ini terbuat dari kunyit, sereh, temulawak, kencur, asam jawa, dan kayu manis.
Jathilan adalah kesenian yang telah lama dikenal oleh masyarakat Yogjakarta dan juga sebagian Jawa tengah. Jathilan juga dikenal dengan nama kuda lumping, kuda kepang, ataupun jaran kepang . Tersemat kata “kuda” karena kesenian yang merupakan perpaduan antara seni tari dengan magis ini dimainkan dengan menggunakan properti berupa kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman bambu (kepang). Dilihat dari asal katanya, jathilan berasal dari kalimat berbahasa Jawa “jaranne jan thil-thilan tenan,” yang jika dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “kudanya benar-benar joget tak beraturan ”. Joget beraturan (thil-thilan) ini memang bisa dilihat pada kesenian jathulan utamanya ketika para penari telah kerasukan.
Sejarah terbentuknya Kabupaten Wonogiri tidak bisa terlepas dari perjalanan hidup dan perju angan Raden Mas Said atau dikenal dengan julukan Pangeran Sambernyawa. Asal kata Wonogiri sendiri berasal dari bahasa Jawa wana (alas/hutan/sawah) dan giri (gunung/ pegunungan). Nama ini sangat tepat menggambarkan kondisi wilayah Kabupaten Wonogiri yang memang sebagian besar berupa sawah, hutan dan gunung. Pemerintahan di Kabupaten Wonogiri awal mulanya merupakan suatu daerah basis perjuangan Raden Mas Said dalam menentang penjajahan Belanda. Raden Mas Said lahir di Kartasuro pada hari Minggu Legi, tanggal 4 Ruwah 1650 tahun Jimakir, Windu Adi Wuku Wariagung, atau bertepatan dengan tanggal Masehi 8 April 1725. Raden Mas Said merupakan putra dari Kanjeng Pangeran Aryo Mangkunegoro dan Raden Ayu Wulan yang wafat saat melahirkannya. Memasuki usia dua tahun, Raden Mas Said harus kehilangan ayahandanya karena dibuang oleh Belanda ke Tanah Kaap (Ceylon) atau Srilan...
Wonogiri merupakan Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, terletak di bagian tenggara Provinsi Jawa Tengah berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo, bagian selatan langsung di bibir Pantai Selatan, bagian barat berbatasan dengan Gunung Kidul di Provinsi Yogyakarta, Bagian timur berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Pacitan. Ibu kotanya terletak di Kecamatan Wonogiri. Latar belakang terciptanya Batik Wonogiri atau dikenal dengan Batik Wonogiren merupakan tradisi Tirtomoyo diawali oleh seorang abdi dalem Pura Mangkunegaran yaitu Kanjeng Wonogiren yang merupakan sang kreator terciptanya Batik Wonogiren sekitar tahun 1910-an. Batik Wonogiren memiliki ciri khas eksklusif yaitu remukan (retakan). Remukan tercipta dari ketidak sengajaan saat proses membatik, akan tetapi para konsumen mengira remukan-remukan tersebut merupakan ciri dari Batik Wonogiren dan terlihat seperti alami dan indah. Para ko...
Hi Kawula Budaya, sebagai Warga Negara Indonesia pastilah kita bangga dengan keanekaragaman budaya negara kita. Budaya bisa kita lihat dari berbagai hal, salah satunya adalah kuliner. Kesempatan kali ini, kita akan sekilas membahas tentang kuliner khas di Jawa Tengah yaitu Dawet Ayu Banjarnegara. Dawet ayu Banjarnegara adalah minuman khas dari Kabupaten Banjarnegara yang memiliki rasa lezat dan segar serta cocok diminum saat musim kemarau maupun saat bersantai bersama keluarga. Dawet Ayu Banjarnegara terbuat dari tepung beras, daun pandan atau daun suji sebagai pewarna hijau alami, gula aren dan santan. Bagi kawula budaya yang akan melewati kota Banjarnegara, akan dengan mudah menemukan minuman khas tersebut di sekitar alun-alun kota maupun pinggiran jalan utama wonosobo-purwokerto atau sebaliknya. Berikut informasi cara pembuatan Dawet Ayu Banjarnegara ; Bahan :
Upacara adat Jawa sering disebut “selametan”. Upacara ini dilakukan secara turun temurun sebagai peringatan doa. Upacara ini dilakukan untuk mendoakan para leluhur agar diberinya ketentraman. Sumber: http://discovercity.id/inilah-7-upacara-adat-jawa-yang-selalu-menjadi-tradisi-unggul/
Dalam pernikahan adat Jawa ada yang dikenal juga upacara perkawinan yang sangat unik dan sakral. Banyak tahapan yang harus dilalui dalam upacara adat Jawa yang satu ini, mulai dari siraman, siraman, upacara ngerik, midodareni, srah-srahan atau peningsetan, nyantri, upacara panggih atau temu penganten, balangan suruh, ritual wiji dadi, ritual kacar kucur atau tampa kaya, ritual dhahar klimah atau dhahar kembul, upacara sungkeman dan lain sebagainya. Sumber: http://discovercity.id/inilah-7-upacara-adat-jawa-yang-selalu-menjadi-tradisi-unggul/
Upacara larung sesaji adalah upacara yang digelar orang Jawa yang hidup di pesisir pantai utara dan Selatan Jawa. Upacara ini digelar sebagai perwujudan rasa syukur atas hasil tangkapan ikan selama mereka melaut dan sebagai permohonan agar mereka selalu diberi keselamatan ketika dalam usaha. Berbagai bahan pangan dan hewan yang telah disembelih akan dilarung atau dihanyutkan ke laut setiap tanggal 1 Muharam dalam upacara adat Jawa yang satu ini. Sumber: http://discovercity.id/inilah-7-upacara-adat-jawa-yang-selalu-menjadi-tradisi-unggul/
Mitoni adalah upacara mempersiapkan kelahiran bayi saat usia kehamilan 7 bulan. Upacara adat Jawa ini lekat dengan budaya Islam. Jika diselenggarakan dengan adat Jawa utuh, prosesi mitoni membutuhkan seharian penuh dan biaya yang relatif besar. Upacara ini mirip-mirip dengan pernikahan Jawa, ada sungkeman dan siraman. Keluarga yang menggelar upacara ini juga harus mengundang tetangga dan kenalan untuk ikut mendoakan si jabang bayi. Sumber: https://www.moneysmart.id/5-tradisi-yang-masih-berlaku-di-indonesia-meski-butuh-banyak-biaya/