Tahu Bagulung (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Telur Tim (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Tim Asam Jawa (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Tim Bebek (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Timus Isi (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Pada awalnya, motif batik keraton sangat eksklusif. Rakyat biasa tidak diperkenankan untuk memakai motif ini karena yang boleh memakai hanya Sultan dan keluarganya saja. Namun belakangan, peraturan tersebut dicabut dan rakyat biasa sudah boleh memakai motif ini. Diantara penyebab eksklusifnya motif ini adalah karena penemu motif awalnya adalah putri-putri keraton Yogya sendiri yang notabene masih anggota keluarga Sultan. Sebenarnya, sangatlah banyak model baju batik yang dimiliki oleh Keraton Yogya, namun yang di gambar ini adalah yang paling populer. https://satujam.com/motif-batik-indonesia/
Gong sebul adalah alat musik yang dibuat dari bambu. Walaupun dimanakan gong namun bentuknya tidaklah bulat seperti gong pada umumnya, tetapi berupa sepotong bambu petung ( Ochloa gigantea , bambu raksasa) dengan panjang tertentu sesuai dengan nada yang hendak dihasilkan. Cara memainkannya bukan dipukul melainkan ditiup. Gong sebul dimainkan untuk melengkapi musik tradisi krumpyung yang terdiri dari beberapa alat musik yang juga mayoritas terbuat dari bambu seperti krumpyung itu sendiri, demung, saron, peking, bonang, gambang, kempul (“gong” kecil) dan kendang. sumber :http://www.tradisikita.my.id/2015/03/25-alat-musik-dari-bambu-asli-indonesia.html
Gejok lesung adalah kesenian tradisional khas Yogyakarta yang dulu dimainkan sejumlah orang dengan alat musik berupa lesung (alat penumbuk padi) dan alu. Biasanya dimainkan orang-orang tua karena berkait dengan ketoprak lesung. Kesenian ini berasal dari Desa Banaran, Playen, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kesenian Gejok Lesung (Pukul Lesung) ini merupakan warisan leluhur sejak zaman dahulu, dan saat ini telah berkembang menjadi bentuk kesenian tradisional khas Jogjakarta yang ditampilkan untuk menyambut tamu yang berasal dari luar daerah. Adapun nilai yang terkandung dalam kesenian gejok lesung ini adalah nilai kebersamaan dan saling menghargai antara sesama pemain kesenian tradisional ini, sehingga sangat bagus jika kesenian tradisional ini tetap dilestarikan dikenalkan pada generasi muda Indonesia. sumber :http://www.tradisikita.my.id/2015/04/alat-musik-tradisional-yogyakarta.html
Beksan Jebeng diciptakan oleh Kanjeng Gusti Paku Alam II. Kemudian tari ini dilestarikan mulai dari Paku Alam III sampai Paku Alam VIII. Tari beksan Jebeng pada awalnya berkembang di Pura Pakualaman. Prinsip yang ada dari tarian ini joged ki bebas, merdika, ning ora sah nggaya; artinya, tarian ini harus dilakukan dengan jiwa yang merdeka. Gerak-gerik tarian dapat dikreasikan oleh penari, yang menghasilkan indah tidaknya suatu tarian atau pas (tepat) atau tidaknya tarian, akan dikembalikan kepada paugeran. Bersumber dari Sri Paku Alam III (1855-1864), beksan Jebeng menggambarkan peperangan antara Raden Arjuna melawan Adipati Karno dengan senjata keris dan jebeng (sejenis perisai). Beksan Jebeng adalah salah satu bentuk tarian puta alus – yang dibawakan dengan karakter gagah, tetapi ditampilkan dalam tarian yang halus. Beksan Jebeng menggunakan alat/properti jebeng seperti tameng, tetapi bukan tameng. Jebeng diartikan seperti perisai dari kulit berbentuk setengah lingkaran,...