Sate tempe merupakan salah satu kuliner khas dari kota Solo. Pada umumnya sate dibuat dari daging sapi, kambing, atau ayam. Proses memasaknya sama seperti sate biasa, hanya saja sate tempe ini cenderung lebih hemat dan tidak memakan banyak waktu dalam proses pembakaran. Kuliner ini juga bisa dimasak dirumah lho, penasaran? Berikut bahan-bahan yang kalian perlukan untuk membuat sate tempe beserta langkah pembuatannya : Bahan-bahan : 1 lonjor tempe, potong kotak 2 lbr daun salam 3 batang serai Garam Gula merah 65 gr Santan instan Sedikit asam jawa Kecap manis untuk olesan Bumbu halus : 8 btr bawang merah 4 btr bawang putih 4 btr kemiri 2 cm jahe 1 sdm ketumbar 2 cm lengkuas Langkah pembuatannya : Tumis bumbu halus, daun salam dan serai sampai harum....
Jamu uyup-uyup cocok sekali diminum oleh wanita yang baru melahirkan karena dapat menjaga ketahanan tubuh. Selain itu, jamu ini juga bagus untuk ibu menyususi untuk meningkatkan produksi ASI. Tidak hanya itu, jamu uyup-uyup atau yang biasa disebut dengan gepyokan juga bisa mengatasi masalah bau badan. Jamu ini terdiri dari temulawak, jahe, gula aren, kencur, katuk, temugiring, dan garam. Bahan-bahan: 100 gram daun katuk 50 gram kunyit 50 gram daun beluntas 25 gram kencur 25 gram temulawak 25 gram asam jawa 250 gram gula kelapa 3 buah jeruk nipis 1/4 sendok teh garam 3 liter air Langkah-langkah pembuatan: Cuci semua bahan hingga bersih, kecuali gula dan garam. Kupas kulit kunyit, kencur, dan temulawak. Iris tipistipis, kemudian gerus kasar. Didihkan air, lalu masukkan daun katu dan asam jawa yang sudah diambil bijinya. Tambahkan kulit kunyit, kencur, dan temulawak yang sudah ditumbuk, gula kelapa, dan garam. Masak hingga matang dan air sedikit menyusut sambil sesekali diaduk...
Jathilan adalah kesenian yang telah lama dikenal oleh masyarakat Yogjakarta dan juga sebagian Jawa tengah. Jathilan juga dikenal dengan nama kuda lumping, kuda kepang, ataupun jaran kepang . Tersemat kata “kuda” karena kesenian yang merupakan perpaduan antara seni tari dengan magis ini dimainkan dengan menggunakan properti berupa kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman bambu (kepang). Dilihat dari asal katanya, jathilan berasal dari kalimat berbahasa Jawa “jaranne jan thil-thilan tenan,” yang jika dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “kudanya benar-benar joget tak beraturan ”. Joget beraturan (thil-thilan) ini memang bisa dilihat pada kesenian jathulan utamanya ketika para penari telah kerasukan.
Upacara larung sesaji adalah upacara yang digelar orang Jawa yang hidup di pesisir pantai utara dan Selatan Jawa. Upacara ini digelar sebagai perwujudan rasa syukur atas hasil tangkapan ikan selama mereka melaut dan sebagai permohonan agar mereka selalu diberi keselamatan ketika dalam usaha. Berbagai bahan pangan dan hewan yang telah disembelih akan dilarung atau dihanyutkan ke laut setiap tanggal 1 Muharam dalam upacara adat Jawa yang satu ini. Sumber: http://discovercity.id/inilah-7-upacara-adat-jawa-yang-selalu-menjadi-tradisi-unggul/
Tari Emprak merupakan jenis pengembangan kesenian rakyat Emprak, berupa seni peran yang mengangkat pesan moral, diiringi dengan musik yang biasanya berupa salawatan. Tari ini berasal dari Jepara, Jawa Tengah. Emprak tradisional dimainkan oleh 9-15 orang, semuanya lelaki. Pengiringnya adalah alat musik rebana besar, kecil, dan kentongan, pakaian dan rias wajah seadanya berupa kaos, sarung, dan topi bayi. Dan waktu pementasan semalam suntuk di atas lantai dengan gelaran tikar lesehan. Sementara emprak masa kini bisa dimainkan mulai dari 5 orang, beberapa di antaranya wanita, dengan diiringi rebana besar, kecil, kentongan, dan tambahan alat musik modern seperti orgen, gitar, dan suling. Kostum pemain diperbaharui dengan rompi dan sarung, rias wajah yang lebih baik, serta waktu pementasan yang bisa dibatasi lebih pendek dalam 1-2 jam. Pementasan dilakukan di panggung khusus. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/11/tarian-tradisional-jepara/
Tari Lurik Asri menggambarkan seseorang yang nampak anggun, serasi, rapi, dan indah disaat mengenakan lurik. Terciptanya tari Lurik Asri terinspirasi oleh adanya potensi daerah Klaten yang ada di wilayah Kecamatan Pedan, Bayat, dan sekitarnya. Wilayah tersebut merupakan bagian wilayah Klaten penghasil kerajinan lurik. Tari Lurik Asri tidak lepas dari gagasan bapak Sumarsana selaku pendiri Sanggar Bandung Bondowoso, bekerja di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta sebagai staf bagian Pranata Laboraturium Fakultas Seni Pertunjukan dan pengajar karawitan. Bapak Sumarsana kemudian memilih bapak Hartanto untuk menjadi koreografer tari Lurik Asri. Beliau adalah seniman yang bergelut di bidang tari. Ia lulusan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan bekerja sebagai dosen seni tari di ISI Surakarta. Adapun unsur-unsur dalam tari Lurik Asri yang menonjolkan lurik : Gerak : terdapat ragam-ragam gerak meliputi njereng kain, rampak, narik benang, menenun, lamp...
Soto Kemiri berasal dari Dukuh Kemiri, Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, kota yang dulu menjadi hutan rempah-rempah kemiri. Hutan ini dibabat menjadi sebuah daerah yang sampai saat ini dikenal dengan nama “kemiri”. Soto ini mempunyai rasa kemiri yang khas sangat menonjol pada masakan ini. Selain bumbu kemiri, syarat utama untuk membuat soto kemiri adalah jenis daging ayam yang digunakan harus daging ayam kampung atau ayam merah. Alasannya, rasa kaldu yang dihasilkan daging ayam kampung atau ayam merah lebih sedap disertai santan, ehm enaknya disertai ayam goreng. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/11/kuliner-khas-pati-jawa-tengah/
Buah Carica, yang memiliki nama latin Carica Pubescens, termasuk dalam golongan famili Pepaya. Hanya saja, bertolak belakang dengan Pepaya yang biasa hidup di tempat panas , justru Carica hanya bisa tumbuh ditempat dataran tinggi dengan suhu udara relatif dingin. Oleh karena itu, buah ini banyak tumbuh di Dataran Tinggi Dieng (1.500-3.000 meter di atas permukaan laut). Tanaman pepaya gunung (carica) merupakan pohon kecil atau perdu yang tidak berkayu, mirip dengan pepaya biasa. Tetapi mempunyai cabang yang lebih banyak dan ukuran semua bagian tanaman lebih kecil. Tinggi rata-rata adalah 1-2 meter namun bisa juga lebih tinggi. Buah pepaya gunung ini yang dapat diolah dan dimanfaatkan oleh manusia, diantaranya dapat dijadikan sirup, jus, manisan dan selai. Buah carica cocok dimakan oleh orang yang memiliki perut lemah terhadap buah-buahan karena mempunyai sifat memperbaiki pencernaan. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/11/camilan-khas-banjarnegara-jaw...
Di Banjarnegara, tanaman kopi tersebar di Desa Ratamba (Kecamatan Pejawaran), Babadan (Pagentan), Kubang dan Dawuhan (Wanayasa), Leksana (Karangkobar), serta Karanganyar dan Majatengah (Kalibening). Tanaman kopi yang dikembangkan, yakni robusta untuk wilayah yang berada pada ketinggian kurang dari 1.000 mdpl (meter di atas permukaan laut) dan arabica untuk wilayah yang berada pada ketinggian lebih dari 1.000 mdpl. Kopi Arabica dikonsentrasikan di Kecamatan Pejawaran dan Karangkobar serta Kecamatan Wanayasa untuk Robusta. Yang unik Kopi Arabica Ratamba, tanpa rasa pahit sama sekali. Bahkan mereka bisa menemukan rasa manis dan ada rasa teh yg muncul. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/11/camilan-khas-banjarnegara-jawa-tengah/