Pecel puli, salah satu makanan khas Ponorogo yang masih bertahan hingga kini. Penikmatnya tidak hanya dari kalangan dewasa, tapi juga anak-anak. Puli terbuat dari nasi hangat dengan sedikit garam, kemudian ditumbuk hingga teksturnya lengket. Penjual pecel puli di Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis yang buka setiap hari mulai pukul 05.00-11.00 WIB, Warsiah (77), saat ditemui mengaku telah membuka warungnya sejak 1972, selalu ramai pembeli. Warsiah membuat puli dengan resep dari ibunya. Puli terbuat dari nasi hangat ditambah sedikit garam, ditumbuk menggunakan alat tradisional berupa lumpang dan alu. Sebenarnya, puli hampir mirip dengan lontong. Hanya saja teksturnya lebih lengket dan lembut. Dan, rasanya lebih gurih karena ada tambahan sedikit garam. Ditumbuk selama 10-15 menit sampai benar-benar lengket. Ada pun cara penyajiannya, potongan puli diberi taburan sayur berupa daun bayam, kangkung, terakhir disiram kuah sambel pecel semakin menambah nikmat. Rasa gurih dari puli,...
Mengulik makanan khas Ponorogo, selain sate, ada satu lagi kuliner yang wajib dicoba. Namanya, Go Gegog, singkatan dari Sego Genem Godhong Gedhang, yang memiliki cita rasa pedas dan lezat yang menempel di lidah penikmatnya. Sego berarti nasi, genem berarti dibungkus, godhong berarti daun dan gedhang berarti pisang. Jadi, Sego Genem Godhong Gedhang adalah nasi yang dibungkus menggunakan daun pisang. Pemilik warung Go Gegog, Hadi Purnomo (55), menjelaskan, awal mulanya ia merupakan seniman reog Ponorogo, bahkan hingga saat ini ia juga mengetuai kelompok kesenian reog di kampungnya yang berada di Jalan Puspowarno, Kecamatan Tambakbayan. Kecintaannya akan kota yang membesarkannya tidak hanya sebatas kesenian, tapi juga pada kulinernya. Ia pun memilih Go Gegog sebagai kuliner yang perlu dilestarikan, warisan nenek-moyang orang Ponorogo Go Gegog terdiri dari nasi dan lauk yang dikukus bersama dengan menggunakan daun pisang sebagai pembungkus. Lauk Go Gegog inilah ya...
Bahan-bahan: tepung ketan 3 gls. kelapa parut 1 gls. gula pasir 1/2 gls. Bumbu-bumbu: garam 1/4 sdm. pewarna merah 1/4 sdt. Cara Membuat: 1. Tepung ketan, kelapa parut, garam dicampur jadi satu lalu dikukus. 2. Setelah hampir masak, gula pasir ditaburkan, diberi warna dengan cara dipucihkan. 3. Setelah masak ditaruh dalam loyang. 4. Sesudah dingin baru di-iris2 , dihidangkan dalam piring kue ceper. RM/Toko yang Menyediakan : Ole Olang Resto Restoran Indonesia Alamat: Jl. Raya Ketengan KM.3 No.50, Tunjung, Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69121 Telepon: 0812-1613-4567 Sumber : Buku Resep Mustika Rasa Sukarno
Bahan-bahan: gula merah l/4 kg. kelapa 1 btr. pelok 10 bj. Cara Membuat: 1. Pelok dikupas, ditumbuk halus, direndam 3 hari dengan diganti-ganti airnya . 2. Kelapa diparut, dibuat santan 2 gelas. 3. Santan dimasak dengan gula sampai mendidih. 4. Pelok dimasukkan dalam santan, diaduk rata sampai beminyak. 5. Dituang dalam baki lalu didinginkan. Dihidangkan dengan di-potong-potong. Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno
Soto merupakan salah satu makanan yang cukup populer dan banyak digemari masyarakat Indonesia. Bahkan beberapa daerah di Indonesia memiliki resep Soto dengan cita rasa dan cara penyajian yang berbeda-beda, seperti Soto ayam yang ada di Probolinggo. Di Probolinggo terdapat sebuah depot soto ayam yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat yaitu Soto Ayam Pak Rahman atau yang juga dikenal dengan nama Soto Klenteng . Depot yang berada di Jalan WR Supratman No.61 Probolinggo ini menyajikan rasa dan isian yang berbeda dengan Soto Ayam pada umumnya. Isian dari Soto ayam Pak Rahman tidak hanya terdiri dari daging ayam maupun telor rebus saja, tetapi juga terdapat potongan singkong rebus serta taburan tauge dan serbuk koya yang terbuat dari kelapa membuat cita rasa soto ayam di tempat ini berbeda dan lebih unik dibandingkan dengan soto ayam di tempat lain. Untuk dapat menikmati keunikan rasa Soto Ayam Pak Rahman, pembeli hanya cukup merogoh kocek sebesar Rp.13.000,-/po...
Pentol Ghepek ini terbuat dari daging ikan laut, bahkan jajanan tradisional tersebut tidak berbentuk bulat, sehingga mampu menarik selera para anak muda. Pentol Ghepek rata-rata yang membeli kalangan anak muda, karena jajanan ini memiliki rasa yang cukup lezat, sehingga tidak kalah dengan jajanan baru dari pabrik. Walaupun makanan ini terbuat dari bahan sederhana, tetapi tidak dapat ditemukan di daerah lain, sehingga para penjual yang mayoritas tinggal di daerah pesisir ini menjadi tumpuan pecinta jajanan kuliner yang ingin menikmati lezatnya makanan khas desa. Jajanan ini masih terbilang baru, tetapi sulit dijumpai di daerah lain, sehingga makanan ini menjadi khas desa ini. Jajanan kuliner Pentol Ghepek bukan hanya menjadi kesukaan masyarakat yang ada tinggal di desa saja, tetapi masyarakat kota yang pada umumnya anak muda juga berbondong-bondong mendatangi daerah pesisir wilayah utara Kabupaten Sumenep untuk mencicipi kelezatan pentol tersebut, sehingga apabila hari libu...
Bahan-bahan 1 kg beras ketan putih 1 kg beras ketan hitam secukupnya Garam secukupnya Kelapa parut Langkah Cuci beras ketan hitam dan rendam semalaman, lalu aron seperti nasi dan dikukus ketan hitam,angkat dan taruh di piring Cuci beras ketan beras putih direndam lalu diaron seperti nasi, angkat dan taruh dipiring Susun ketan hitam dan ketam putih dan taburkan kelapa parut dan siap disajikan Selamat mencoba https://cookpad.com/id/resep/4024052-ketan-oran-bili...
Resep: Bahan ¼ sdt merica bubuk ½ sdt gula pasir ½ sdt garam 1 sdm saus tiram 1 buah tomat yang dipotong 2 siung bawang putih iris 3 buah cabai merah keriting iris 3 buah ampela rebus yang dipotong 3 ikat pakis 4 butir bawang merah iris 75 ml air Minyak goreng secukupnya Cara Membuat 1. Panaskan minyak untuk menumis bawang putih, bawang merah, serta cabai merah hingga harum. 2. Masukkan tomat dan ampela yang sudah dicuci bersih lalu potongi dan rebus. 4. Aduk sampai rata sambil menambahkan saus tiram, gula pasir, garam, dan merica bubuk. 5. Masukkan daun pakis lalu aduk rata kembali. 6. Tuangkan air secukupnya, masak hingga matang hingga semua bumbu meresap. 7. Angkat da...
Bahan-bahan: Katak 1 kg Daun pisang 1 pelepah Bumbu-bumbu: Bawang merah 10 buah Bawang putih 5 siung Lombok merah 10 buah Kemiri 10 biji Ketumbar 1 sdt Kunyit 1 ruas jari Garam 1 sdm Cara membuatnya: 1. Katak dibersihkan, diambil dagingnya. 2. Bumbu dihaluskan, daging katak dimasukkan, diaduk jadi satu. 3. Dibungkus daun pisang, dikukus sampai masak. 4. Dipanggang diatas api biar agak kering. Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halaman 729