Suten , sut atau populer sebagai suit (suwit) dan pingsut adalah cara mengundi untuk dua orang dengan cara mengadu jari untuk menentukan siapa yang menang. Dalam permainan anak-anak, pemenang sut dapat lebih dulu bermain atau terbebas dari menjaga. Sebagai pengganti undian, suten dipakai untuk menentukan siapa yang memperoleh sesuatu, atau siapa yang lebih dulu dapat memulai sesuatu. Peraturan: Jari yang dipergunakan dalam sut adalah ibu jari yang diumpamakan sebagai gajah, jari telunjuk yang diumpamakan sebagai manusia, dan jari kelingking yang diumpamakan sebagai semut. Dua orang yang bersuten secara serentak mengacungkan jari yang dipilihnya. Hasil seri terjadi bila kedua belah pihak yang bersuten mengacungkan jari yang berkekuatan sama, misalnya: kelingking melawan kelingking. Bila terjadi seri, suten diulang hingga ada pihak yang menang. Jari yang menjadi pemenang suten: Ibu jari versus telunjuk: pemenang adalah ibu jari. Telunjuk versus kelingkin...
Trang-trang koléntrang merupakan Lagu Permainan Sunda yang dinyanyikan oleh anak-anak dengan tujuan agar hujan reda. Biasanya mereka menyanyikan lagu ini sambil duduk, atau sedang berkumpul bersama teman-teman dan keluarga di téras rumah. Lagu permainannya di bawah ini: Trang-trang koléntrang Si londok paéh nundutan Tikusruk kana durukan Mesat gobang kabuyutan Lagu lainnya: Trang-trang koléntrang Si londok paéh nundutan Tikusruk kana durukan Mesat gobang kabuyutan Nyéh prot nyéh prot Nya nyéréh nya kempot
Kapamalian merupakan folklor sebagian lisan yang bergenre ungkapan tradisional, kapamalian merupakan ungkapan yang sering digunakan masyarakat jaman dahulu untuk mendidik anak mereka, sebab pada jaman dahulu dengan kurangnya pendidikan yang ada masyarakat mempunyai cara tersendiri untuk mendidik anak. kapamalian merupakan salahsatu cara mendidik anak pada jaman dahulu dan juga digunakan sampai saat ini. salah satu contoh kapamalian yang masih berkembang sampai saat ini yaitu "teu meunang diuk dina lawang panto, bisi nongtot jodo", hal ini bermaksud agar siapapun tidak boleh duduk di pintu sebab akan mengakibatkan susah mendapatkan jodoh. hal tersebut dikemukakan olah orang tua agar anak tersebut mengikuti perintah pamali, dikarenakan takut akan tidak mendapatkan jodoh. akan tetapi pada kenyataannya itu hanya ungkapan agar tidak menghalangi orang yang akan lewat. masih banyak ungkapan kapamalian yang tersebar di masyarakat terutama di masyarakat jawa barat.
Terbang Buhun merupakan salah satu seni pertunjukan rakyat yang sebagian besar tersebar di beberapa tempat di Jawa Barat, dengan beberapa sebutan seperti Terbang Gede, Terbang Gebes, dan Terbang Ageung. Pada masa lalu, seni terbang digunakan sebagai media dakwah Islam, melalui puji-pujian yang dilantunkan sepanjang pertunjukan berlangsung. Terbang Buhun dianggap pula memiliki kekuatan-kekuatan spiritual dan mitis, karena itu seringkali dipakai dalam upacara Ngaruwat, misalnya ngaruwat anak, ngaruwat rumah, dan lain-lain. Dalam upacara ruwatan biasa diadakan acara Ngahurip dengan menebarkan air suci serta membuat sesajen dan sambung layang, yakni rangkaian hasil bumi yang disusun tiga lingkaran. Biasanya dibuat sepasang. - See more at: http://disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=324&lang=id#sthash.V1t9ybZo.dpuf
Sampyong merupakan salah satu kesenian yang berasal dari Majalengka, Jawa Barat. Seni pertunjukan ini sudah jarang diketahui oleh masyarakat Majalengka, terutama anak-anak muda masa kini. Namun, masih ada masyarakat yang melestarikan seni pertunjukkan ini. Awalnya, Sampyong merupakan permainan rakyat di daerah Cibodas, Majalengka, dan lebih dikenal dengan Ujungan. Permainan ini merupakan permainan adu ketangkasan dengan saling memukul menggunakan alat dari kayu atau rotan. Ujungan dimainkan oleh dua orang laki-laki ataupun perempuan yang saling memukul, kepala mereka menggunakan teregos (penutup kepala). Permainan ini juga terdapat satu wasit. Ujungan tidak dikategorikan sebagai seni bela diri, karena mereka tidak menampilkan jurus-jurus bela diri. Namun, permainan ini masuk kategori seni karena permainan ini diiringi oleh alat musik gamelan. Seiring dengan berjalannya waktu, permainan ini dianggap pemainan berbahaya, tokoh-tokoh ujungan menyederhanakan permainan ini, deng...
Berdasarkan sumber historiografi tradisional cikal bakal berdirinya kerajaan Sumedanglarang berawal dari kerajaan Tembong Agung (Tembong artinya nampak dan Agung artinya luhur). Berdirinya kerajaan Tembong Agung sangat erat kaitannya dengan kerajaan Galuh Pakuan yang didirikan oleh Wretikandayun 612 , sedangkan kerajaan Tembong Agung didirikan oleh Prabu Guru Haji Aji Putih (696-721). Setelah terjadinya perebutan kekuasaan di Galuh pada masa Sanjaya (723 - 732) dengan Purbasora yang dimenangkan oleh Sanjaya. Ki Balangantrang berhasil meloloskan diri dari pasukan Sunda pada malam pembinasaan Purbasora oleh Sanjaya kemudian tinggal Geger Sunten (sekarang kampung Sodong Desa Tambaksari Kecamatan Rancah, Ciamis). Ki Balangantrang berserta pengikutnya berupaya menghimpun kekuatan untuk merebut kembali Galuh dari tangan Sanjaya. Sebagai patih kawakan dan cucu Wretikandayun, Balangantrang mudah memperoleh pengikut dan pendukung, akhirnya Ki Balangantrang berhasil mendekati cicitnya Manara...
Pada masa awal penyebaran Islam, seni calung sering dipadu dengan lengger (le = thole = sebutan untuk anak laki-laki, dan ngger = angger = sebutan untuk anak perempuan). Seni calung digunakan sebagai alat untuk memanggil atau mengumpulkan anak-anak untuk diberikan pengetahuan baru yaitu tentang ajaran Islam. Seni calung berkembang di wilayah Banyumas. Wilayah Banyumas adalah wilayah budaya kulonan yang memiliki karakteristik cenderung apa adanya (blaka suta), lugu dan aksen ngapak. Ciri khas ini tercermin pada syair-syair lagu yang dipadu dengan irama musik calung serta senggakan-senggakan yang terkesan vulgar.
Congkak adalah permainan yang biasanya dimainkan oleh anak perempuan , tapi tak jarang juga anak laki-laki juga ikut bermain, alat yang digunakan yakni memakai 98 butir biji-bijian bisa batu, kewuk, biji asam atau biji-biji yang lainya dan biji-bijian itu dimainkan diatas meja husus congkak
Oray-orayan biasanya dimainkan oleh anak laki-laki tapi dalam kenyataannya sering pula anak perempuan ikut bermain, dalam permainan Oray-orayan tidak ada unsur perlombaan, tapi untuk sebagai hiburan saja, Oray-orayan biasanya dimainkan oleh banyak anak sekaligus misalnya lebih dari 15 orang, mereka berderet berbaris memegan pundang temannya sehingga membentuk barisan yang panjang dan mereka berjala melingkar2 seperti oray, sambil bernyanyi