Menurut cerita dalam adat istiadat Pepadun, sekitar tahun 1896, istilah “Sebambangan” sudah ada dan kebiasaan tersebut sudah dilakukan mulei dan mekhanai (gadis dan bujang) Lampung Pepadun. Jadi sebambangan merupakan proses perkawinan adat lampung, yang beradat Pepadun, dengan cara mengambil gadis dengan jalan pintas atas kemauan sendiri; dengan kata lain Ngelakei (larian) Adapun prosesi sebambangan tersebut antara lain: Harus meninggalkan surat (penepik) atau uang sepeninggalan. Sebelum masuk rumah calon suaminya, gadis tersebut mencuci kakinya (cebuk calok) dengan air Kembang 7 (tujuh) macam dengan tujuan: Supaya kembang itu menjadi buah Supaya rumah itu menjadi harum dengan kedatangan calon pengantin perempuan Netek salah, yaitu pihak Laki-laki berkunjung ke tempat keluarga calon mempelai wanita untuk ngantar salah Setelah satu atau dua hari, pihak laki-laki mengantar perdamaia...
Tari Kancet Ledo Tari Kencet Ledo merupakan tarian yang berasal dari daerah propinsi Kalimantan Tengah. Ada beberapa perbedaan dengan tari Kancet Pepatay. Jika tarian Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah, sebaliknya Kancet Ledo menggambarkan tentang kelemah-lembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang metiuk-liuk lembut ditiup oleh angin. Tari ini dibawakan oleh seorang wanita dengan memakai pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dan pada kedua belah tangannya memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung Enggang. Biasanya tari ini ditarikan diatas sebuah gong, sehingga Kancet Ledo disebut juga Tari Gong. https://www.silontong.com/2018/10/03/tarian-daerah-kalimantan-tengah/
Tari Awaijale Rilejale Tari ini berasal dari daerah Sentani, kabupaten Jayapura, provinsi Papua yang didiami Suku Sentani. Tari Awaijale Rilejale mengambarkan keindahan alam danau sentani pada waktu senja, ketika para warga pulang dari bekerja dengan menaiki perahu. Para penari terdiri dari sekelompok pria dan wanita. Saat melakukan tariannya, mereka mengenakan pakaian adat Papua yang disebut Pea Malo, yang terbuat dari serat pohon Genemo, kulit kayu, dan daun sagu, serta dilengkapi perhiasan hamboni atau kalung manik-manik. https://www.silontong.com/2018/08/03/tarian-adat-papua/
Tari Aluyen Aluyen mempunyai arti lagu yang dinyanyikan, tari Aluyen merupakan tari tradisional yang digunakan sebagai upacara adat yang berhubungan dengan membangun rumah baru, membuat kebun baru, dan lain sebagainya. Tari Aluyen dipimpin oleh seorang penari dan diikuti penari-penari pria dan wanita. Penari wanita berada di belakang pemimpin dengan dua barisan memanjang, kemudian penari prianya berada dua baris dibelakang penari wanita. Penari melakukan gerak kaki mengikuti irama sambil bergoyang pinggul. Para penari mengenakan pakaian yang dinamakan kamlanan, dengan perhiasan yang dipakai di tangan atau gelang yang terbuat dari li (manik-manik), medik (gelang dari sejenis tali tertentu), dan eme (perhiasan dari daun pandan). https://www.silontong.com/2018/08/03/tarian-adat-papua/
Rok Rumbai Papua Masyarakat Papua biasanya memakai pakaian adat dengan rok rumbai. Rok rumbai ini dibuat dari susunan daun sagu kering. Rok rumbai dari asmat tersebut dipakai untuk menutupi bagian tubuh tertentu misalnya bagian bawah tubuh. Rok rumbai ini selain digunakan oleh wanita juga bisa digunakan untuk pria. https://www.silontong.com/2018/07/27/pakaian-adat-papua/
Tari Andun Tari andun masuk dalam jenis tari pergaulan yang biasanya ditampilkan pria dan wanita. Dari catatan sejarah, tarian Bengkulu dulu menjadi tarian tradisi masyarakat Bengkulu dan sering dipertunjukan pada acara adat khususnya pesta panen raya. Tari ini dilakukan sebagai bentuk syukur dari masyarakat karena hasil panen yang sudah didapatkan. Dalam acara tersebut, biasanya akan diikuti seluruh masyarakat khususnya muda mudi. Bahkan dikatakan juga jika tari andun Bengkulu ini juga menjadi tempat mencari pasangan hidup atau jodoh muda mudi Bengkulu. Ketika dipertunjukkan, tarian akan dilakukan dengan jumlah penari yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi. Sementara untuk upacara adat, siapa saja juga diizinkan ikut menari namun harus disesuaikan dengan tempat menari. Sementara untuk pertunjukan tari, jumlah penari akan disesuaikan dengan kelompok tari atau sanggar yang akan membawakan tarian tersebut. https://budayalokal.id/tarian-bengkulu/
Tari Ganau Tari ganau adalah tarian tradisional Bengkulu yang dilakukan kelompok penari pria dan wanita yang diiringi dengan musik tradisional khas Bengkulu seperti mandolin, rebab dan juga kendang. Sementara untuk irama lagu menggunakan irama khas Melayu. Tarian akan dimulai dengan tempo gerakan yang lambat lalu diakhiri dengan gerakan yang cepat sekaligus menghentak. Gerakan tangan dalam tarian ini dan juga lompatan serta formasi harmonis diiringi dengan musik menjadi ciri khas dari tarian Bengkulu ini. https://budayalokal.id/tarian-bengkulu/
Tari Bubu Tari bubu merupakan nama tarian daerah Bengkulu yang terinspirasi dari tradisi masyarakat Bengkulu ketika menangkap ikan menggunakan bubu dan sampai saat ini masih bisa ditemukan di daerah Bengkulu. Tarian Bengkulu ini umumnya dilakukan pria dan wanita dengan jumlah genap dan tidak ada aturan baku mengenai jumlahnya asalkan genap. Sementara untuk pakaian yang digunakan penari merupakan pakaian adat Bengkulu yakni baju kurung dengan warna kontras dan terang. Pakaian juga dilengkapi dengan balutan kain songket bermotif didominasi dengan warna emas. https://budayalokal.id/tarian-bengkulu/
Tari Beruji Doll Tari beruji doll merupakan tarian tradisional Bengkulu yang umumnya dilakukan 5 hingga 8 orang wanita dimana para penari akan memakai pakaian adat Bengkulu yang sudah dimodifikasi pada beberapa bagiannya. Busana para penari juga akan dilengkapi dengan kain songket warna cerah di bagian bawah. Sesuai dengan tujuan tari ini diciptakan, tari beruji doll tidak hanya ditampilkan dalam upacara tabot namun juga bisa ditampilkan sebagai penyambutan tamu serta acara gelaran budaya lain. https://budayalokal.id/tarian-bengkulu/