1. Sendi/ Pondasi Sendi/ Pondasi terdiri dari batu sungai, ini melambangkan melompat tempat tumpuan, menyincan tempat landasan. 2. Tiang Rumah Tiang bulat bersegi delapan, menunjukkan pucuk undang nan delapan. Banyak tiang dua puluh, kaki tiang biasa dan panjang bersudut empat bertarah licak, seimbang samo satiap sudut, diatas bersending segi delapan. 3. Lantai Segalo nan ditanai dilantai nan sebilah, segalo yang dilayung dek atap nan sebengkawan, dan segalo nan dilingkung dek kungkung nan empat, itu adalah pengertian adat dengan lembaga didalam rumah. 4. Atap Ijuk Atap yang terdiri dari ijuk melambangkan Adat nan idak lapuk dek hujan nan idak lekang dek paneh. 5. Atap patah di penuturan Melambangkan pulai batingkat naik meninggal rusuk dan buku, manusia betingkat turun meninggalkan waris dan pusako. 6. Tanggo Tanggo sepan tiado memakai pelanta, maksudnyo tanggo itu langsung ke bendul rumah tujuannyo adalah tiap-tiap sesuatu ha...
Rumah Panggung Kajang Leko merupakan konsep arsitektur dari Marga Bathin. Hingga sekarang orang Bathin tetap mempertahankan adat istiadat yang ditinggalkan oleh pendahulu mereka, bahkan peninggalan Kajang Leko pun masih dapat dinikmati keindahannya dan masih dipergunakan hingga kini. Salah satu perkampungan Bathin yang masih utuh hingga sekarang adalah Kampung Lamo di Rantau Panjang. Rumah Panggung Kajang Leko memiliki bentuk persegi panjang dengan ukuran kurang lebih 12 meter x 9 meter. Keunikannya terletak pada struktur konstruksi & seni ukiran yang menghiasi bangunan. Konstruksi bubungan atap rumah dinamakan "gajah mabuk" diambil dari cerita nama si pembuat rumah yang mebuk cinta namun tidak disetujui. Bubungan tersebut dibuat melengkung ke atas menyerupai perahu dinamakan "jerambah" atau "lipat kajang" dengan atap bagian atas dinamakan kasau, terbuat dari anyaman ijuk yang dilipat dua untuk mencegah air masuk ke dalam rumah. Pada langit-lang...
Alat musik ini terbuat dari kayu. Termasuk alat musik silofon, terdiri dari enam bilah kayu berbentuk persegi panjang yang disusun di atas rak kayu dan dilengkapi dengan pemukul. Alat ini dibunyikan sebagai pelengkap untuk mengiringi lagu dan tarian baik dalam upacara adat maupun keseniang lainnya.
Instrumen yang satu ini juga dimainkan dengan cara ditiup yang dibuatdari bambu dengan diamater 1,5 cm. Namun dibagian peniupnya terbuatdari kayu yang biasanya disebut dengan klep peniup. Nada yangdihasilkan oleh Sekdu ini hanya terdiri dari nada do, re, mi, sol dan la,sehingga Sekdu ini disebut alat musik pentatonis atau selendro. Sekdu biasanya digunakan oleh masyarakat melayu tua dalam acara-acaraupacara adat.
Pria : Untuk kaum pria mengenakan lacak pada kepalanya. Lacak adalah penutup kepala yang terbuat dari kain beludru warna merah. Baju adat kaum pria, berupa baju kurung berlengan panjang. Bawahannya pakaian celana panjang yang berwarna sama dengan bajunya. Di bagian pinggang melilitkan kain khas Jambi. Wanita : Sedangkan untuk pakaian adat Jambi adalah memakai kain sarung songket dan selendang songket berwarna merah. Sementara itu, nama baju adat untuk wanita Jambi dinamakan dengan baju kurung tanggung. Baju tersebut bermotif hiasan bunga melati, kembang tagapo dan pucuk rebung.
Senjata adat ini berbentuk menyerupai badik milik masyarakat bugis. Namun memiliki gagang yang lurus. Selain untuk berburu senjata ini juga dipergunakan untuk berperang.
Pakaian tradisional Jambi seperti yang ada di daerah Pulau Sumatera yang lain, juga disebut dengan pakaian Adat Melayu. Pakaian adat melayu Jambi biasanya lebih mewah daripada pakaian yang digunakan sehari-hari karena disulam dengan benang emas dan dihiasi dengan berbagai hiasan untuk kelengkapannya.
Tari Sekapur Sirih, merupakan tari persembahan. Tari adat jambi ini hanyak persamaannya dengan tari Melayu.
Gulai Tepek Ikan yang berbahan dasar ikan gabus ini merupakan makanan bersejarah dan hanya dihidangkan pada momen penting, seperti perkawinan, kenduri, acara adat dan jamuan menyambut tamu istimewa. dan selain gulai tepek ikan ini jambi juga memiliki tempoyak sebagai kuliner khas yang lain.