Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Rumah Jambi Muaro Bungo
Rumah Adat Bungo
- 9 April 2014
1. Sendi/ Pondasi
Sendi/ Pondasi terdiri dari batu sungai, ini melambangkan melompat tempat tumpuan, menyincan tempat landasan.
2. Tiang Rumah
Tiang bulat bersegi delapan, menunjukkan pucuk undang nan delapan. Banyak tiang dua puluh, kaki tiang biasa dan panjang bersudut empat bertarah licak, seimbang samo satiap sudut, diatas bersending segi delapan.
3. Lantai
Segalo nan ditanai dilantai nan sebilah, segalo yang dilayung dek atap nan sebengkawan, dan segalo nan dilingkung dek kungkung nan empat, itu adalah pengertian adat dengan lembaga didalam rumah.
4. Atap Ijuk
Atap yang terdiri dari ijuk melambangkan Adat nan idak lapuk dek hujan nan idak lekang dek paneh.
5. Atap patah di penuturan
Melambangkan pulai batingkat naik meninggal rusuk dan buku,  manusia betingkat turun meninggalkan waris dan pusako.
6. Tanggo
Tanggo sepan tiado memakai pelanta, maksudnyo tanggo itu langsung ke bendul rumah tujuannyo adalah tiap-tiap  sesuatu hajat dan maksud sebainya langsung sajo dan tanpa perantara, atau menti dan disinilah yang dikatokan adat.
7. Pintu Masuk
Hal ini menegaskan bahwa urut pangkal adat itu adalah satu, yaitu bena dan kebenaran.
8. Jendela Tigo
Lambang dari ico pakai, yaitu aturan-aturan hidup yang terpakai sehari-hari, yaitu peraturan adat, peraturan syarak, dan peraturan pemerintah.
9. Ruang 
  a. Ruang Tengah
      Ruangan tengah terdapat bendul jati yang artinya hingga batas larang pantang, nan terlukis di bendul jati, nan terpahat di tiang tuo.
   b. Ruang dalam rumah terbagi dua bagian :
       · Bagian rendah separo kedepan disebut sebagai bendul di tepi, boleh tamu duduk disana.
       · Bagian rendah separo kebelakang (pinteh) sebaris bendul di tengah, hanya untuk yang punya rumah, tidak boleh tamu duduk disana, terkecuali dalam acara adat untuk tempat duduk dalam acara adat tertentu.
10. Dapur
Dapur terletak disebelah kiri pangkal rumah, berfungsi untuk tempat ajun letak alat-alat dapur.
11. Motif Ukiran
Bagian puncak dengan motif tampuk manggis melambangkan dalam hukum nenek mamak, kalau manis ditelan, kalau pahit diludah. Dan motif lain keluk paku kacang belimbing melambangkan, anak dipangku kemenakan dibimbing, orang datang dipategangkan.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Jipeng
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng.

avatar
Xxxxxx
Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba Pagar Jabu - Sahan - Pohung
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
Ilmu Tamba Tu
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker