Rumah Gadang adalah sebutan untuk rumah adat Minangkabau. Rumah ini memiliki keunikan bentuk arsitektur yaitu dengan atap yang menyerupai tanduk kerbau dibuat dari bahan ijuk. Dihalaman depan Rumah Gadang biasanya selalu terdapat dua buah bangunan yang disebut Rangkiang . Rangkiang, digunakan untuk menyimpan padi. Pada masing-masing sayap kanan dan kiri Rumah Gadang, terdapat ruang anjuang (anjung) sebagai tempat pengantin bersanding atau tempat penobatan kepala adat. Rumah Gadang dinamakan pula sebagai "Rumah Ba anjuang". . Anjuangan pada keselarasan Bodi-Chaniago , tidak memakai tongkat penyangga di bawahnya, sedangkan untuk golongan kesalarasan Koto-Piliang memakai tongkat penyangga. Hal ini sesuai filosofi yang dianut kedua keselarasan (Lareh) - asal kelahiran suku-suku di Minangkabau. Pada keselarasan Koto Piliang, prinsip pemerintahan yang hirarkies menggunakan anjuang yang memakai tongkat penyangga, sedangkan keselarasan Bodi Caniago, anjuangan seolah-olah mengapung di udara....
Bahan 1 ekor itik 1 buah jeruk nipis, ambil airnya Haluskan 10 butir bawang merah 6 Siung bawang putih 250 gram cabai hijau ½ sdt merica 2 cm kunyit 3 cm jahe 3 cm lengkuas 3 buah kemiri 2 sdt garam 3 sdm minyak, untuk menumis 3 lembar daun kunyit 5 lembar daun jeru purut 3 buah asam kandis 2 batang serai, memarkan 1 liter santa kental dari 2 butir kelapa Cara membuat cuci itik sampai bersih, lalu garang (dibakar dengan jarak agak jauh dari api) sambil putar-putar sampai bulu-bulu halusnya hilang. potong itik menjadi 8 bagian, lalu lumuri dengan air jeruk nipis, diamkan selama 15 menit. campur itik dengan bumbu halus dan bumbu lainnya, aduk rata. tumis itik berbumbu sampai harum. Masukkan santan, masak sampai kuah mengental. Angkat dan sajikan. Untuk 6-8 orang Tip: untuk menghilangkan bau amis pada bebek,...
Bahan: 500 gram daging sapi bagian has dalam, potong kotak Haluskan: 12 butir bawang merah 5 siung bawang putih 100 gram cabai merah keriting 3 cm lengkuas 1 sdt garam 2 batang serai, memarkan 3 lembar daun jeruk purut 1 lembar daun kunyit, buat simpul 1 liter air 1 sdm bawang goreng Cara Membuat: campur potongan daging dengan bumbu halus, aduk rata tambahkan serai, daun jeruk purut, dan daun kunyit, masak di atas api kecil sambil balik-balik sampai daging berubah warna. tuangkan air, masak kembali sampai daging empuk dan kuah mengental, angkat. Sajikan dengan taburan bawang goreng. TEMPAT RUMAH MAKAN: Restoran Sederhana, Jl. Ampera Raya No. 99 Jakarta Selatan, +(021) 78840042 Restoran Sederhana, Pasar Bendungan Hilir Los H Blok A 47/51 Jakarta Pusat, +(021) 5736810 / 5705049 Restoran Sederhana, Jl. Dewi Sartika...
Gulai Toco ini masakan kesukaan suamiku..bisa dimakan dengan nasi maupun dengan lontong / ketupat. Boleh ditambahkan ikan boleh juga tidak. Bahan-bahan: Bahan-bahannya: 1. Ikan (apa aja kecuali ikan asin) 2. Toco 1 bungkus 3. Tahu dipotong dadu (jumlah/ukurannya tergantung selera) 4. Tempe dipotong dadu jg (jumlah/ukurannya jg tergantung selera) 5. Buncis 1/4 kg cukup, diiris serong 6. Cabe ijo kira2 10 buah, dibelah 2 7. Santan 8. bawang merah, bawang putih, diiris 9. jahe, lengkuas yg sudah halus kira2 1/2 - 1 sendok teh 10. daun salam dan sereh Petunjuk Cara Membuat : 1. Bersihkan ikan, beri perasan jeruk nipis dan garam halus, trus digoreng. 2. Tumis bawang merah, bawang putih (sbaiknya minyak goreng yg baru) 3. setelah wangi masukkan jahe, lengkuas, daun salam, dan sereh. 4. Setelah daunnya sedikit layu, masukkan cabe ijo, (jgn sampe cabe ijo nya terlalu layu, agar warna ijonya tetap bagus), masukkan toco. 5. setelah toco mendidih...
TAPAI KETAN ITEM Bahan : 1 liter beras ketan merah ½ bongkah ragi (saya lupa timbang ukuran ragi nya) Cabai keriting atau cabe teropong sebagai penghantar panas pada saat proses fermentasi 3 buah cengkeh sebagai pengharum tapai CARA MEMBUAT : Bersihkan beras ketan lalu di aron, setelah di aron,kukus beras ketan hingga kematangan andante, yaitu tidak terlalu lembek tapi juga tdak keras. Dingin kan ketan sampai dingin merata. Hancurkan ragi hingga menjadi bubuk, tebar ragi di atas beras ketan dengan cara di ayak hingga ragi tersebar dengan merata. Simpan beras ketan yang sudah di ragi di dalam wadah kedap udara, sebelum di tutup rapat letakkan terlebih dahulu cabai dan cengkeh di atas beras ketan lalu tutup dengan daun pisang baru tutup rapat. Peram beras ketam selama kurang lebih tiga hari di tempat yang kering. LAMANG Bahan : 1 liter beras ketan Putih Santan ½ liter dari 1 butir kelapa 3 lembar daun pandang Garam secukupnya Daun pisang CARA MEMBUAT...
Bahan: 500 gram kepala ikan kakap merah 3 sdm minyak untuk menumis Haluskan: 10 buah cabai merah keriting 10 butir bawang merah 6 siung bawang putih 1 sdt ketumbar, sangrai 4 cm kunyit 4 cm jahe 4 cm lengkuas 1 sdm garam 1 sdt gula pasir 3 lembar daun salam 1 lembar daun kunyit, buat simpul 6 lembar daun jeruk 3 buah asam kandis 2 batang serai, memarkan 1 liter santan cair 200 ml santan kental Cara membuat: bersihkan kepala ikan kakap. Buang insangnya. Tumis bumbu halus bersama bumbu lainnya sampai harum dan matang. Masukkan kepala ikan kakap, aduk sampai kepala ikan berubah warna. tuang setengah bagian santan cair, kecilkan apinya dan tutup wajannya. Masak selama 15 menit. Masukkan sisa santan cair, masak sampai ikan matang. tambahkan santan kental, aduk sampai mendidih, angkat. Sajikan dengan nasi hangat dan sambal lado mudo. &...
BAHAN 500 gram daging sapi 1 ½ liter santan dari 2 butir kelapa Haluskan: 15 butir bawang merah 6 siung bawang putih 150 gram cabai merah 2 cm jahe 3 cm lengkuas 1 sdm garam 5 lembar daun jeruk purut 1 lembar daun kunyit 2 lembar daun salam 2 batang serai, memarkan 2 buah asam kandis ½ butir kelapa, parut, sangrai sampai cokelat, haluskan CARA MEMBUAT: potong-potong daging sapi. Sisihkan. campur santan dengan bumbu halus, daun jeruk purut, daun kunyit, daun salam, Serai, dan asam kandis. Masak sambil sesekali diaduk sampai mendidih. Kecilkan api. tambahkan kelapa sangrai yang sudah dihaluskan, aduk rata. Masukkan daging, masak sampai empuk sambil terus aduk sampai bumbu mongering dan berwarna kecokelatan. Angkat, sajikan. TEMPAT RUMAH MAKAN: Restoran Sederhana, Jl. Ampera Raya No. 99 Jakarta...
Perayaan tabuik yang diselenggarakan setiap 1--10 Muharam adalah suatu upacara untuk memperingati meninggalnya Husein (Cucu Nabi Muhamad SAW) pada 61 Hijriah yang bertepatan dengan 680 Masehi. Cucu Nabi Besar Muhammad ini dipenggal kepalanya oleh tentara Muawiyah dalam perang Karbala di Padang Karbala, Irak. Kematian tersebut diratapi oleh kaum Syiah di Timur Tengah dengan cara menyakiti tubuh mereka sendiri. Akhirnya tradisi mengenang kematian cucu Rasulullah tersebut menyebar ke sejumlah negara dengan cara yang berbeda-beda. Di Indonesia, selain di Pariaman, ritual mengenang peristiwa tersebut juga diadakan di Bengkulu. Dalam perayaan memperingati wafatnya Husein bin Ali, tabuik melambangkan janji Muawiyah untuk menyerahkan tongkat kekhalifahan kepada umat Islam, setelah ia meninggal. Namun, janji itu ternyata dilanggar dengan mengangkat Jasid (anaknya) sebagai putera mahkota. Versi-versi Tabuik Ada beberapa versi mengenai asal-usul perayaan tabuik di Pariaman. Versi pertama m...
Danau Maninjau adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau dengan luas sekitar 99,5 km2 dengan kedalaman mencapai 495 meter ini merupakan danau terluas kesebelas di Indonesia, dan terluas kedua di Sumatra Barat. Menurut cerita, Danau Maninjau pada awalnya merupakan gunung berapi yang di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas. Oleh karena ulah manusia, gunung berapi itu meletus dan membentuk sebuah danau yang luas. Apa gerangan yang menyebabkan gunung berapi itu meletus dan berubah menjadi danau? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Asal Usul Danau Maninjau berikut ini! Alkisah, di sebuah daerah di Sumatra Barat ada sebuah gunung berapi yang amat tinggi bernama Gunung Tinjau. Di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas, dan di kakinya terdapat beberapa perkampungan. Penduduknya hidup makmur dan sejahtera, karena mereka sangat rajin bertani. Di samping itu, tanah yang ada di sekitar Gunung Tinjau a...