Buku
16 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kenta Nidole
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Tenggara

Panggang ikan cakalang, ambil daging dan haluskan. Bumbui dengan bawang merah halus, merica bubuk, garam dan perahan jeruk nipis, aduk merata. Campurkan dengan parutan kelapa muda dan cetak berbentuk segi tiga atau empat dengan memakai pelepah pisang, jemur sejenak, lalu celupkan ke dalam kocokan telur. Goreng hingga matang.     Sumber: Buku Karya Kuliner: 5000 resep Makanan dan Minuman di Indonesia Sumber: Buku Karya Kuliner: 5000 resep Makanan dan Minuman di Indonesia

avatar
Sulistiani
Gambar Entri
Kue Sako-Sako
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Tenggara

Campurkan tepung sagu dengan parutan kelapa, aduk hingga rata. Masukan kocokan telur, aduk lagi hingga halus. Tuangkan ke dalam wajan dan sangrai hingga matang, angkat dan dinginkan. Hidangkan dengan gula pasir.     Sumber: Buku Karya Kuliner: 5000 resep Makanan dan Minuman di Indonesia Sumber: Buku Karya Kuliner: 5000 resep Makanan dan Minuman di Indonesia

avatar
Sulistiani
Gambar Entri
Nilalai
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Tenggara

Campurkan irisan bawang merah, tomat, serai, daun kedongdong muda, potongan tulang iga sapi, garam dan air, kemudian masak hingga matang.      Sumber: Buku Karya Kuliner: 5000 resep Makanan dan Minuman di Indonesia Sumber: Buku Karya Kuliner: 5000 resep Makanan dan Minuman di Indonesia

avatar
Sulistiani
Gambar Entri
Sate Tambulinas - Sulawesi Tenggara - Sulawesi Tenggara
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Tenggara

Bahan: 1. 500 gram daging sapi has, potong 2 x 2 cm 2. 4 sdm minyak goreng 3. 1 sdm air jeruk nipis 4. 15 buah tusuk sate   Bumbu halus: 1. 10 butir bawang merah 2. 3 siung bawang putih 3. 6 buah cabai merah 4. 6 buah cabai rawit 5. 1 ruas jahe 6. 1 sendok teh garam 7. 1 sendok teh gula pasir   Sumber: Buku Resep rahasia turun temurun Sumatera, Jawa dan Sulawesi

avatar
Sulistiani
Gambar Entri
Katoba
Ritual Ritual
Sulawesi Tenggara

Kata Katoba beradal dari kata toba. Kata toba ini sendiri dapat dipastikan berasal dari bahasa Arab yakni taubah yang berarti menyesal. Secara harfiah taubah dapat berarti menyesali semua perbuatan buruk yang pernah dilakukan dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali. Dalam bahasa Indonesia, kata taubah diserap menjadi kata taubat.   Orang yang sudah bertaubat artinya akan kembali ke ajaran Islam dengan melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah. Kata toba dalam masyarakat muna dapat berarti suci, artinya mengembalikan sesuatu ke keadaan suci atau menjadikan sesuatu menjadi suci. Kata katoba sendiri dapat berarti penyucian. Seorang anak yang ‘di-katoba’ berarti mengembalikan anak itu ke keadaan suci, untuk menjadi Islam sejati. Pada zaman dahulu, anak yang belum ‘dikatoba’ belum diperkenankan untuk menyentuh kitab Alqur’an, masuk ke dalam mesjid ataupun mendirikan sholat sebab anak tersebut belum suci. Namun s...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Buku "Kampungku di Sulawesi Tenggara"
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Tenggara

Penerbitan buku Kampungku Di Sulawesi Tenggara ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan apresiasi masyarakat khususnya generasi muda terhadap budaya bangsa yang beraneka ragam. Tulisan ini secara umum juga diharapkan dapat menjadi bahan kajian untuk masyarakat dalrun menghayati nilai-nilai luhur budaya bangsa dan ikut berperan serta dalam usaha pelestarian, pembinaan dan pengembangan budaya bangsa. Buku terbitan ini tentunya masih jauh dari sempuma, oleh karena itu kritikan dan saran akan kami terima dengan senang hati. Akhimya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penelitian buku ini,kami ucapkan terima kasih.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/10620/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Cerita Rakyat Sulawesi Tenggara, La Sirimbone
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Tenggara

Alkisah, di sebuah daerah di Sulawesi Tenggara, Indonesia, hidup seorang janda cantik bernama Wa Roe bersama seorang anak laki-laki yang masih kecil bernama La Sirimbone. Mereka tinggal di sebuah gubuk di pinggir kampung. Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, Wa Roe bekerja mencari kayu bakar dan menjualnya ke pasar. Pada suatu hari, datang seorang pedagang kain dari negeri seberang yang bernama La Patamba. Ia menawarkan barang dagangannya dari satu rumah penduduk ke rumah penduduk lainnya. Ia memulainya dari sebuah gubuk yang terletak di paling ujung kampung itu, yang tidak lain adalah tempat tinggal Wa Roe. Alangkah terkejutnya La Patamba saat melihat penghuni gubug itu adalah seorang perempuan cantik jelita. "Aduhai, cantik sekali perempuan ini," ucapnya dalam hati dengan takjub. Dengan perasaan gugup, La Patamba menawarkan kain dagangannya kepada Wa Roe. Namun, Wa Roe tidak membeli karena tidak mempunyai uang. Setelah itu, La Patamba mohon diri untuk menawarkan dag...

avatar
Sri sumarni