Pecak Ayam adalah sajian berupa ayam suwir berbumbu, berasal dari ujung barat kepulauan Nusantara tepatnya dari Propinsi Aceh. Sajian ini melengkapi variasi menu ayam suwir yang tersebar di seluruh Nusantara seperti Ayam Suwir Cabai Hijau dari Kalimantan Timur, Ayam Rabe Rica dari Manado atau Ayam Pelalah dari Bali. Setiap resep tentunya unik dan lezat!. Paduan dari ayam panggang yang disuwir-suwir dengan siraman saus santan kental berbumbu plus taburan daun kemangi..hmmmm sedap menggoda ;-) Catatan: Dalam proses pembuatan Pecak Ayam secara tradisional, ayam seharusnya dipanggang di atas bara api. Tapi karena acara bakar2 tak memungkinkan bagi setiap orang jadi silahkan panggang ayam di atas wajan pembakar sambil dibolak-balik sampai matang atau dipanggang dengan oven. Menurut saya memakai oven lebih cepat dan hasilnya suwiran ayam relatif kering menyamai hasil dari pembakaran. Untuk rekan2 dari Aceh, mohon maklum atas keterbatasan di at...
MEZUBI Asal: Nanggroe Aceh Darussalam Sumber: Adaptasi dari buku "Periuk Nusantara" karya Suryatini N. Ganie Ada berbagai sajian traditional dengan bahan dasar daging kambing. misalnya Sate Kambing, Gule Kambing, Tongseng Kambing, Karsigu, dll. Sekilas masakan ini mirip sambal goreng tetapi ada tambahan rempah utuh yang dimasukkan ke dalam kaldu. Rasanya menurut saya ideal karena tidak mengandung bumbu kategori berat semacam kari. Catatan: Pada saat praktek pertama kali sesuai resep aslinya bumbu halus langsung saya campurkan dengan santan tanpa ditumis. Rasanya menurut saya kurang nendang. Ekperimen kedua, bumbu saya tumis terlebih dulu baru saya campurkan dengan kuah dan santan, menurut saya rasanya lebih sedap. Di resep ini juga saya tambahkan sedikit asam jawa. Selain untuk menetralisir bau prengus dari kambing, kehadiran asam membuat kuahnya semakin lezat. Cara Membuat: Potong2 daging kambing bentuk d...
Bahan: Daun pagagah 2 ikat Bumbu-bumbu: Bawang merah 5 buah Lombok rawit 5 buah Asam sunti/belimbing wuluh 3 buah Kelapa sangan halus 2 sdm Sereh 3 batang Garam 1 sdm Daun jeruk purut 5 lembar Cara membuatnya: 1. aun pagagah, daun jeruk purut dan sereh dirajang halus. 2. Bawang merah, lombok rawit dan garam digiling halus. 3. Asam sunti/belimbing wuluh diiris halus atau digiling halus. 4. Semua bahan dan bumbu-bumbu dicampur rata. Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halaman 766
Bahan-bahan: Tepung ketan 2 gelas Pisang raja 10 biji Kelapa 1/2 butir Gula merah 1 ons Daun pandan 2 lembar Daun pisang 2 pelepah Bumbu: Garam 1/2 sdt Cara membuatnya: 1. Pisang dikuliti. 2. Tepung dan pisang diremas-remas sampai lemas, seperti membuat adonan, ditambahkan garam halus. 3. Kelapa diparut memanjang. 4. Setelah diparut, dicampur dengan gula merah yang telah disisir, lalu dimasak sampai kental. 5. Ambil daun pisang yang telah dipotong, lalu diulasi dengan minyak supaya jangan melekat. 6. Adonan diambil sebesar telur ayam, dan digepengkan diatas daun tadi. 7. Jika sudah gepeng panjang diisi dengan enten-enten. 8. Dibungkus panjang. 9. Dikukus sampai matang. Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halaman 1117
Bahan-bahan: ikan kayu 1/4 kg. daun turi 1 tk. adas 1 sdt. kelapa 1 btr. sereh 2 btg. asam sunti 1/4 gls. Bumbu-bumbu: bawang putih 10 siung lombok hijau 15 bh. lombok rawit 10 bh. kapulaga 1 bh. belimbing wuluh 4 bj. jinten 1/2 sdt. ketumbar 1 sdm. Cara membuatnya: Ikan kayu dicuci, direbus, dan dipotong besar-besar. Kelapa diparut; 4 sendok makankelapa disangan, digiling, selebihnya diambil santannya sebanyak 4 gls. Bumbu digiling halus, kecuali sereh, belimbing wuluh, dan daun turi, dicampur dengan kelapa sangan. Santan bersama campuran bumbu dimasak hingga keluar minyak. Ikan dimasukkan dan dimasak sebentar. Keterangan: Ikan kemamah atau ikan kayu adalah ikan tongkol yang direbus dengan garam dan asam. Bila air telah habis, ikan digulingkan dalam abu dapur dan dijemur kering. Asam sunti adalah belimbing...
Bahan-bahan: pliek ue 1 ggm. nangka muda 1 pt. daun melinjo 1 ggm. buah melinjo 1 ggm. pepaya muda 1 pt. udang/tiram 2 sdm. kelapa 1/2 btr. Bumbu-bumbu: bawang merah 5 bh. bawang putih 3 siung lombok hijau 4 bh. kunyit 1 rj. sereh 1 btg. daun turi 4 lbr. lombok rawit 1 sdm. ketumbar 1 sdt. jae 1 rj. daun jeruk purut 1 hl. garam 2 sdm. Cara membuatnya: Pliek ue dikepal dan dibakar, direndam dalam air panas dan disaring. Bumbu digiling halus, kecuali jae, kunyit, sereh, daun jeruk purut dan daun turi yang dirajang halus. Lombok hijau dibelah. Sebagian dari kelapa diambil santannya sebanyak 4 gelas sedangkan sebagian lagi disangan dan digiling. Bahan lain direbus dengan air hingga keluar minyaknya, dimasukkan pliek ue dan kelapa sangan, dimasak hingga mendidih. Keterangan: Pliek uek adalah ampas...
Bahan-bahan: ikan teri basah 2 ons ikan belanak yang kecil-kecil atau macam-macam ikan campuran 2 ons Bumbu-bumbu: bawang merah 10 bh. lombok rawit 20 bj. kunyit 2 rj. garam 1 sdt. belimbing wuluh 4 bh. minyak jelantan secukupnya Cara membuatnya: Ikan dibersihkan, diberi garam dan air jeruk nipis atau asam jawa yang lebih dulu dihancurkan dengan garam, belimbing dipotong-potong, lalu dicampur dengan ikan. Bumbu digiling semua sampai halus, lalu diaduk dengan ikan sampai rata. Kemudian diberi minyak jelantah, bawang merah yang diiris halus, diaduk sekali lagi. Ikan dibungkus daun pisang, lalu dipanggang. Sumber: Buku Mustika Rasa Sukarno, hlm. 725-726
Bahan-bahan: ikan kayu 2 pt. kelapa 1/3 btr. minyak 1/2 ckr. Bumbu-bumbu: bawang merah 10 bh. bawang putih 3 siung lombok merah 10 bj. lombok rawit 15 bj. asam sunti 10 bj. gula pasir 1/2 sdm. garam 1 sdm. Cara membuatnya: Ikan kayu yang sudah dibersihkan dipotong-potong, kemudian ditumbuk sampai hancur. Bawang merah diiris, digoreng sampai kuning, lantan masukkan bumbu yang telah dihaluskan, ditumis sampai matang. Kelapa parut dibuat santan kental. Santan kental dimasukkan pula serta terus diaduk-aduk sampai masak. Sumber: Buku Mustika Rasa Sukarno, hlm. 758
Bahan-bahan: beras ketan 1 lt. kelapa 1/2 btr. pisang raja 10 bj. gula pasir 3 sdm. Bumbu: garam 1 sdt. Cara membuatnya: Beras ketan direndam kira-kira 1 jam lamanya, kemudian dikeringkan. Lalu diremas-remas dengan pisang raja sampai teraduk betul. Kelapa diparut, dicampurkan, kemudian diaduk hingga seperti bubur. Dibungkusi daun pisang lalu dikukus sampai masak. Sumber: Buku Mustika Rasa Sukarno, hlm. 871-872