Orom Sasadu merupakan ritual mensyukuri hasil panen yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Jailolo. Orom Sasadu sendiri terdiri dari dua kata yaitu Orom dan Sasadu. Orom berarti makan dan Sasadu berarti rumah adat. Zaman dahulu ketika panen berlimpah, masyarakat Jailolo akan mengadakan pesta makan adat untuk merayakannya. Dulu Orom Sasadu dilakukan selama 9 hari 9 malam atau 7 hari 7 malam. Namun seiring berjalannya waktu, kini Orom Sasadu diadakan hanya 3 hari 3 malam atau bahkan kini hanya dilakukan selama satu malam. Keunikan dari ritual adat Orom Sasadu yaitu selama perayaan berlangsung peserta upacara tidak pernah tidur dan tidak pernah mengantuk, makan secara terus menerus sambil bernyanyi dan menari, namun anehnya tidak pernah merasa kenyang dan m Dalam setahun biasanya ritual ini digelar sebanyak dua kali. Sajian khas yang ada dalam ritual Orom Sasadu adalah nasi kembar. Nasi kembar memiliki tampilan yang mirip dengan lontong. Dimasak dengan cara...
Provinsi Maluku Utara - Pakaian Adat Tradisional Manteren Lamo Pakaian Manteren Lamo (Sultan) adalah pakaian adat tradisional Maluku Utara yang terdiri atas celana panjang hitam dengan bis merah memanjang dari atas ke bawah, baju berbentuk jas tertutup dengan kancing besar terbuat dari perak berjumlah sembilan . Sementara itu, leher jas, ujung tangan, dan saku jas yang terletak di bagian luar berwarna merah.
Tari Tide Tide adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Halmahera Utara, Maluku Utara . Tarian ini biasanya ditarikan secara berpasangan oleh para penari pria dan wanita pada acara tertentu. Tari Tide Tide merupakan salah satu tarian pergaulan tradisional yang cukup terkenal di Maluku Utara, terutama di daerah Halmahera Utara. Tarian ini biasanya ditampilkan di berbagai acara yang bersifat adat maupun hiburan seperti pernikahan adat, pesta adat dan lain-lain. Sejarah Tari Tide Tide Menurut sejarahnya, Tari Tide Tide dulunya merupakan tarian pergaulan masyarakat yang ditarikan oleh para muda-mudi di Halmahera Utara. Tarian ini biasanya ditampilkan pada saat pesta adat atau acara yang bersifat hiburan lainnya. Kemudian kebiasaan tersebut berlanjut sehingga menjadi suatu tradisi dan masih dilestarikan hingga sekarang. Fungsi Dan Makna Tari Tide Tide Tari Tide Tide ini biasanya dit...
Dodale adalah salah satu permainan rakyat Maluku Utara umumnya dan Pulau Morotai pada khususnya. Permainan dadale merupakan permainan bakutembak berkelompok menggunakan senjata yang terbuat dari cabang bambu dengan peluru dari buah kelapa tua atau buah jambu, tergantung musim atau yang paling banyak dijumpai. Dadale berarti tembak-menembak, biasanya di mainkan oleh anak-anak dan remaja. Musiman permainan ini tidak menentu. Tapi sering banyak remaja yang memulai permainan ini saat mereka sudah melihat jambu air yang sudah berbuah. Penggunaan kelapa tua sebagai peluru di permainan ini karena sebagian anak yang merasa bahwa jambu air tidak sakit kalau kena musuh karena tidak keras. Alat yang di gunakan terbuat dari ruas bambu yang lubang dalamnya maksimal garis tengah 1 cm. Pangkal ruasnya yang berbuku di pakai sebagai gagang bilah pendorong peluru seperti yang dapat di lihat pada gambar berikut dibawah ini : Sedangkan cara memasang peluru dan menembak permainan senj...
Tari Lalayon adalah sebuah karya tari pergaulan yang berasal dari Maluku Utara. Tarian ini berisi pesan-pesan romantis. Oleh sebab itu, tarian ini biasa dibawakan secara berpasang-pasangan dan memiliki gerakan indah di sepanjang babak tariannya. Mata para penari saling berpandangan antara pria dan wanita seolah sedang kasmaran. Sang pria melakukan gerakan menggoda di hadapan wanita. Sang wanita memunculkan sebuah senyum simpul di mulutnya tanda menerima godaan sang pria. Keduanya kemudian berputar-putar dan tubuh mereka seolah sedang berdialog satu dengan lainnya. Perasaan sayang dan penuh perhatian sangat terasa di dalam tiap gerakan para penari. Setiap pasangan menunjukkan kehangatan yang begitu mendalam sebagai bentuk pesan cinta yang mereka miliki. Tari Lalayon biasanya dibawakan dalam berbagai acara-acara formal seperti pesta adat atau pernikahan. Tarian ini merupakan karya etnik Maluku Utara yang patut diacungi jempol karena masih banyak diketahui oleh para g...
Bahan: 400 gram ikan tongkol 200 ml air, untuk merebus 1 sdm asam jawa 2 sdt garam, atau secukupnya 1/4 sdt merica bubuk, atau secukupnya 300 ml minyak goreng, untuk menggoreng sekerat kunyit 3 sdm air 3 buah cabai merah 2 batang serai merah Cara Membuat: 1. Biarkan utuh ikan tongkol. Kerat-kerat punggung ikan. Rebus dengan asam, garam, dan merica hingga matang, angkat dari rebusan. Goreng ikan hingga kecokelatan. Tiriskan 2. Haluskan kunyit dan campurkan dengan air. Potong-potong serong tipis cabai merah dan serai. Campurkan dengan perahan kunyit dan masak sejenak hingga cabai dan serai melayu berwarna kekuningan. Sajikan ikan goreng dengan taburan cabai dan serai di atasnya Alamat Penjual: Restoran Floridas Jalan Raya Ngade, Laguna, Ternate Selatan Sumber : Buku Periuk Nusantara - 150 Resep Masakan Khas dari 31 Propinsi di Indonesia
Bahan: 2 buah terung ungu 1 liter air 1 sdt garam, atau secukupnya 200 ml minyak goreng, untuk menggoreng 3 butir bawang merah 2 siung bawang putih 2 buah cabai merah 1/2 sdt terasi 2 buah tomat merah 300 ml santan 1/2 sdt garam, atau secukupnya sebatang daun bawang, diiris tipis serong, untuk taburan Cara Membuat: 1. Terong dicuci kemudian dibelah dua memanjang jangan sampai putus. Rendam dalam air dan garam agar tidak menghitam. 2. Panaskan minyak goreng dan goreng terong hingga berwarna kecokelatan sambil dibalik-balik. Angkat dan tiriskan. 3. Bawang merah dan bawang putih diiris halus. Cabai merah dan terasi dihaluskan. Tomat merah diiris serasi. 4. Hangatkan 2 sdm minyak bekas menggoreng terong dan tumis bumbu hingga harum. Tuangkan santan ke dalamnya dan bumbui dengan garam, didihkanlah dan masak hingga santan agak mengental. Setelah itu masukkan terong. Teruskan memasak hingg amatang. Angkat. Jika akan menyajikan taburi dengan irisan d...
Bahan: 1 ekor ayam sedang besar 1 sdt bubuk merica 1 1/2 sdt garam, atau secukupnya 4 siung bawang putih 4 buah cabai merah 1/2 sdt cuka 2 sdm kecap manis 2 sdm minyak, untuk menumis 200 ml air Cara Membuat: 1. Bersihkan ayam, biarkan utuh. Lumuri dengan merica dan 1 sdt garam. Biarkan selama 30 menit hingga bumbu meresap, kemudian panggang di atas bara hingga setengah matang. 2. Ayam kemudian dibelah dua. Haluskan bawang putih dan cabai merah. Tumis hingga harum, tuangkan air dan tambahkan cuka, kecap, dan 1/2 sdt garam sisa. Didihkan, masukkan ayam panggan dan teruskan memasak hinga saus mengental Alamat Penjual: Restoran Floridas Jalan Raya Ngade, Laguna, Ternate Selatan Sumber : Buku Periuk Nusantara - 150 Resep Masakan Khas dari 31 Propinsi di Indonesia
Dola kolano adalah makanan tradisional yang biasanya disajikan pada saat upacara adat bersamaan dengan adanya upacara makan-makanan adat yang dilaksanakan setelah panen padi. Bahan: Beras (beras asli masyarakat Sahu), Cara Pembuatan: Dola kolano adalah makanan tradisional yang bahan dasarnya adalah b yang di isi di dalam bambu panjang yang ukurannya sama, kemudian di beri air dan di masak. Makanan ini hanya disajikan pada saat upacara adat, setiap keluarga harus membawa satu piring nasi Dola kolano pada saat upacara adat dengan ukuran yang sama. Ini menandakan bahwa di dalam masyarakat tidak ada yang lebih tinggi/ rendah, kaya atau miskin, tetapi semuanya sama. Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=7112