HARI PAHLAWAN
819 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Getuk Goreng
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Getuk goreng adalah penganan khas Sokaraja yang manis dan gurih, dibuat dari singkong dan dibumbui gula kelapa. Getuk goreng ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1918 oleh Sanpirngad, seorang penjual nasi keliling di daerah Sokaraja. Pada saat itu getuk yang dijual tidak laku, sehingga beliau mencari akal agar getuk tersebut masih bisa dikonsumsi. Kemudian, getuk yang tidak habis dijual pada hari itu dia goreng dan dijual lagi. Ternyata, makanan baru tersebut digemari oleh para pembeli. Saat ini getuk goreng dapat dengan mudah ditemui di sepanjang jalan di Sokaraja. Getuk yang digoreng juga bukan lagi getuk yang tidak laku dijual, melainkan sengaja dibuat untuk digoreng.   Bahan : 250 gram singkong kukus, dihaluskan 20 gram tepung terigu protein sedang 2 kuning telur 25 gram keju cheddar parut 1 tangkai kucai, dipotong 1/2 cm 1/4 sendok teh garam 25 ml air Bahan isi : 2 siung bawang putih, dicincang kasar 4 butir bawang merah, dicin...

avatar
tresna purnama dewi
Gambar Entri
Dugderan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Budaya Jawa, China, dan Arab bertemu pada acara "Dugderan"½ Semarang, pawai yang menandai tepat satu hari sebelum Ramadhan, Minggu. Perpaduan tiga budaya tersebut terlihat dari sejumlah tarian dan busana dari para peserta pawai Dugderan yang dimulai dari Halaman Balai Kota Semarang Jalan Pemuda, Semarang. Acara pawai yang menyedot minat masyarakat itu, tidak hanya dimeriahkan tarian khas Kota Semarang, tetapi juga adanya aksi barongsai, rombongan sepeda "onthel"½, dan drumband dari Akpol setempat, kereta kencana yang dikendarai Wali Kota Semarang, prajurit berkuda, 80 warak ngendok, dan 80 bendi yang dikendarai para camat dan pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Sepanjang jalan dari kawasan Balai Kota Semarang Jalan Pemuda menuju tempat tujuan pertama pawai Masjid Kauman, sekitar Pasar Johar, dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan pawai dari dekat. Pawai tidak hanya berhenti di Masjid Kauman, tetapi juga diteruskan ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). "...

avatar
tresna purnama dewi
Gambar Entri
Upacara Waisak
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Waisak adalah hari raya umat Budha untuk memperingati hari lahirnya Sidharta Gautama. Upacara keagamaan waisak dilaksanakan di Candi Mendut dan Candi Borobudur dan diikuti oleh Biksu Budha dari berbagai Negara dan umat Budha. Prosesi perayaan upacara waisak diawali dengan pengambilan air berkat dari mata air Jumprit di Kabupaten Temanggung dan penyalaan obor menggunakan sumber api abadi Mrapen di Kabupaten Grobogan. Keesokan harinya, setelah disemayamkan di Candi Mendut, air berkat dan api suci diarak sejauh kurang lebih tiga kilometer menuju Candi Borobudur. Selanjutnya, dilaksanakan ritual Pindapatta, yakni ritual pemberian dana makanan kepada para bhikku/ bhiksu oleh masyarakat. Pada malam hari diselenggarakan puncak perayaan waisak dengan mengikiti ritual detik demi detik bulan purnama. Kemudian ritual mengeliling Candi Borobudur sebanyak tiga kali atau Pradaksina sambil dibacakan Ghata Visaka Puja.

avatar
tresna purnama dewi
Gambar Entri
Raksasa dan Timun Emas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Alkisah ada sebuah rumah kecil di pinggir hutan rimba hiduplah seorang perempuan bernama Mbok Dhadap yang berusia paruh baya yang hidup sebatangkara tanpa teman dan saudara. Mbok Dhadap sangat mendambakan kehadiran seorang anak untuk menemaninya. Setiap hari ia berdoa agar mendapatkan seorang anak untuk menemaninya. Suatu hari ketika sedang mencari kayu di hutan, Mbok Dhadap bertemu dengan raksasa penguasa hutan rimba tersebut yang gemar memakan manusia. Mbok Dhadap gemetar menahan takut, karena tak kuasa menahan rasa takut, Mbok Dhadap tidak sadar bahwa kain jaritnya basah karena kencing. Raksasa itu tertawa lebar, suaranya bergemuruh memenuhi angkasa dan memekakkan gendang telinga. "Hua..haha GGGrrrrrrrhhhhhh..!!!!!, Hai Perempuan Tua !!! kau jangan takut padaku mendekatlah aku ingin menitipkan sesuatu untukmu." Mbok Dhadap tertunduk, masih menahan rasa takut yang tak terkira. "Raksasa kau jangan memakan aku, aku sudah tua." Lagi-lagi Raksasa itu tertawa. "Hua.....

avatar
tresna purnama dewi
Gambar Entri
Jaka Tarub
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Jika sebelumnya saya membahas Jaka Tarub dan Nawang Wulan a la negeri lain, kali ini saya mengisahkan versi di Indonesia. Kisah ini terkenal berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Konon dipercaya kalau keturunan Jaka Tarub dan Nawang Wulan menjadi raja-raja tanah Jawa. Namun mengingat keberadaan cerita yang serupa di negara lain, saya tidak menutup kemungkinan kalau ada daerah lain di Indonesia yang juga memiliki dongeng serupa meski dengan nama-nama tokoh yang berbeda. Di Jawa Timur, Jaka Tarub lebih dikenal dengan nama Aryo Menak. Sementara Nawang Wulan dikenal dengan nama Tunjung Wulan. Diceritakan kembali oleh Andhika Wijaya. Jaka Tarub adalah seorang pemuda gagah yang memiliki kesaktian. Ia sering keluar masuk hutan untuk berburu maupun menimba ilmu. Ketika suatu hari di malam bulan purnama ia memasuki hutan, dari kejauhan ia mendengar sayup-sayup suara wanita yang sedang bercanda. Terdorong oleh rasa penasaran, Jaka Tarub berjalan mencari arah...

avatar
tresna purnama dewi
Gambar Entri
Kisah Nyai Banteng Wareng
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Tersebutlah seorang janda sakti Nyai Banteng Wareng namanya. Dia bertempat tinggal di sebuah tepi sungai tidak jauh dari Laut Jawa. Tidak seorang pun tahu asal usul janda tersebut dan mengapa dia disebut Nyai Banteng Wareng. Nyai Banteng Wareng tinggal di sebuah gubug yang amat sederhana bersama anak laki-laki satu-satunya. Tidak heran Nyai Banteng Wareng sangat menyayangi anaknya itu. Kemana dia pergi selalu di bawa serta. Mata pencaharian utama Nyai Banteng Wareng adalah bertani. Semula, tanah di daerah itu tidak dapat di tanami karena terlalu banyak mengandung air garam. Tumbuhan apapun yang di tanam selalu mati. Akan tetapi, berkat kesaktian Nyai Banteng Wareng, tanah di daerah itu menjadi sangat subur. Sekarang, justru sebaliknya apa pun yang ditanam di daerah itu pasti hidup. Oleh karena itulah, Nyai Banteng Wareng bersma anaknya tidak pernah kekurangan makan. Hasil kebunnya berlimpah, baik yang berupa umbi-umbian maupun sayur-sayuran. Sesekali, Nyai Banteng Wareng pergi...

avatar
tresna purnama dewi
Gambar Entri
Brebes Berhias
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Teh Poci dan Sate Kambing Muda adalah makanan dan minuman khas yang banyak ditemui disekitaran daerah Brebes atau Tegal, biasanya dinikmati oleh masyarakat dimalam ataupun siang hari.   RM/Toko yang Menyediakan :   Sate Batibul Bang Awi Indonesian Restaurant Address: Jl. Raya Ujungrusi No.11, Ujungrusi, Adiwerna, Tegal, Jawa Barat 52194 Phone: (0283) 3448049  

avatar
Ibinladin
Gambar Entri
Batik Petani
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

Awalnya, Batik Petani tidak dibuat oleh pembatik melainkan sebagai selingan kegiatan ibu rumah tangga di rumah di kala tidak pergi ke sawah atau saat waktu senggang. Batik Petani disebut juga Batik Pedesaan adalah Batik yang biasa digunakan oleh kaum petani dimana pola-polanya tetap bersumber dari Kraton yang kemudian digubah dengan ragam hias yang berasal dari alam sekitar, flora dan fauna, gambaran aktivitas sehari-hari dan bertani . Motif untuk Batik Petani beragam merupakan tradisi yang turun temurun sesuai daerah masing-masing. Biasanya sederhana karena pembuatnya tidak secara khusus terampil atau memproduksi batik dan membatik bukan mata pencaharian hidup mereka. Batik Petani beraasal/ cukup dikenal di Klaten, Bantul, Imogiri, Tuban, Tulungagung, hingga juga Indramayu.

avatar
Usman
Gambar Entri
Dolalak
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Asal mula kesenian dolalak adalah akulturasi budaya barat (Belanda) dengan timur (Jawa). Pada jaman Hindia Belanda Purworejo terkenal sebagai daerah / tempat melatih serdadu / tentara. Sebagaimana tentara pada jamannya, mereka berasal dari berbagai daerah, tidak hanya Purworejo saja dan dilatih oleh tentara/militer Belanda. Mereka hidup di tangsi / barak tentara. Ketika mereka hidup di tangsi tersebut, maka untuk membuang kebosanan mereka menari dan menyanyi saat malam hari, ada pula yang melakukan pencak silat dan dansa. Gerakan dan lagu yang menarik kemudian menjadi inspirasi pengembangan kesenian yang sudah ada yaitu rebana (kemprang) dari tiga orang pemuda dari dukuh Sejiwan desa Trirejo Kecamatan Loano yaitu : 1. Rejo Taruno 2. Duliyat 3. Ronodimejo Ketiga orang tersebut bersama dengan warga masyarakat yang pernah menjadi serdadu Belanda membentuk grup kesenian. Awalnya pertunjukan kesenian tersebut tidak diiringi instrumen, namun dengan lagu-lagu vokal yang dinyanyik...

avatar
agung pranoto