Wanita
226 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kedok Putri
Ornamen Ornamen
Jawa Barat

Koleksi Sanggar Sanggar Sekar Pandan Kedok Putri Wanda topeng ini dekat/ hampir sanada dengan Samba. Hanya saja, kedok ini jelas menggambarkan karakter wanita. Kedok, istilah yang dipakai untuk topeng Cirebon, pada umumnya terbuat dari kayu Jaran atau kayu kuda (dolichandrone spathacea). Jenis Kayu ini banyak ditemukan di kebun, sawah, pinggir jalan, hingga kuburan. Kayu jaran bersifat agak lunak namun tahan rayap. Cara memakainya dengan digigit. Di belakang wajah kedok bagian bawah, sejajar dengan bagian bibir bawah kedok, terdapat cangkem (lidah kedok), yang terbuat dari rautan bambu, kayu, atau kulit sepanjang kurang lebih dua centimeter. Bagian inilah yang digigit penari. Topeng ini biasa digunakan dalam pertunjukan Wayang Wong Cirebon. Dijelaskan Elang Heri, kedok ini bisa digunakan untuk peran Dewi Mandrim (ibu dari Nakula dan Sadewa), Srikandi (istri Arjuna), dan tokoh wanita protagonis lain. Alis di kedok ini tipis yang seperti halnya putri/ wajah wanita...

avatar
Rizky Imania
Gambar Entri
Kedok Yudhistira
Ornamen Ornamen
Jawa Barat

Jika menilik Tari Topeng Panji, pria atau wanita tidak ditentukan disitu. Wanda topeng Yudhistira ini dekat/ hampir senada dengan Panji. Topeng ini biasa digunakan dalam pertunjukan Wayang Wong Cirebon. Yudhistira adalah saudara tertua dalam Pandawa Lima. Karakternya bijak, nama Yudistira sendiri kadang diartikan sebagai ‘pandai menguasai hawa nafsu’. Kedok, istilah yang dipakai untuk topeng Cirebon, pada umumnya terbuat dari kayu Jaran atau kayu kuda ( dolichandrone spathacea ). Jenis Kayu ini banyak ditemukan di kebun, sawah, pinggir jalan, hingga kuburan. Kayu jaran bersifat agak lunak namun tahan rayap.   Cara memakainya dengan digigit. Di belakang wajah kedok bagian bawah, sejajar dengan bagian bibir bawah kedok, terdapat cangkem (lidah kedok), yang terbuat dari rautan bambu, kayu, atau kulit sepanjang kurang lebih dua centimeter. Bagian inilah yang digigit penari. Di atas bibir terdapat lukisan garis kumis/ bukan tempelan. Sama seperti Panji, k...

avatar
Willy Agung Wicaksono
Gambar Entri
ABULHAK NYIMAS GANDASARI
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Keadaan naskah cukup baik, lengkap, jelas, dan masih dapat dibaca. Naskah ini berukuran 17 x 11 cm dengan ukuran ruang rulisan 13x8 cm, jumlah baris per halaman 11 baris ditulis di atas kertas Eropa berwarna putih kecokelatan. Naskah ini teksnya berbentuk puisi, tembang pupuh yang diawali dengan Pupuh Kinanti, dan ditulis dengan tinta berwarna hitam dan merah. Naskah ini berasal dari Cirebon IsiKandungan Naskah Teks naskah Babulhak Nyimas Gandasari berisi tentang perjuangan Sunan Gunung Jati dalam menyebarkan agama Islam di Jawa Barat sampai mendirikan kerajaan Islam di Cirebon yang dipimpin olehnya. Sunan Gunung Jati adalah raja yang arif dan bijaksana sehingga kuwu-kuwu di wilayah Cirebon tunduk dan patuh kepadanya kecuali Palimanan. Salah satu wilayah Kerajaan Cirebon adalah Panguragan, dipimpin oleh seorang wanita cantik bernama Nyimas Gandasari, meski sudah dikalahkan oleh raja dari Syam dia belum bersedia untuk menikah sehingga Sunan Gunung Jati menyarankan agar m...

avatar
Wahyu Angga Utama
Gambar Entri
Tarawangsa / Ngek-ngek Penggesek
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Alat musik ini terbuat dari bambu dan tali. Tarawangsa dikenal juga dengan nama ngek-ngek atau rebab jangkung. Tarawangsa merupakan alat musik gesek paling tua di Jawa Barat. Instrumen ini dulu dimainkan untuk mengiringi pantun kuno pada upacara panen padi yang dipersembahkan kepada Dewi Sri. Selain itu, tarawangsa dimainkan juga pada saat upacara netepkeun pare di leuit (menyimpan padi di lumbung). Di Rancakalong-Sumedang, tarawangsa dimainkan bersama dengan kecapi berdawai tujuh di Cibalong-Tasikmalaya dimainkan dengan kecapi indung atau calung rantay, sedangkan di Banten alat ini dimainkan untuk menyertai nyanyian yang bersifat magis, ketika mantra dibacakan para penari wanita menari dengan pola tidak tetap dalam keadaan tidak sadarkan diri.

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Doger kontrak
Tarian Tarian
Jawa Barat

DOGER KONTRAK   Doger Kontrak merupakan kesenian rakyat Subang yang sudah mulai tumbuh kembang sebelum perang kemerdekaan (1945), bermula pada saat perusahan perkebunan The P&T Lands yang saat itu dikuasai oleh pemerintahan Belanda mengijinkan pertunjukan doger di kontrak-kontrak perkebunan yang ada di daerah Subang sebagai balas budi para buruh dan hiburan. Sebelumnya para buruh perkebunan tidak diperbolehkan atau tidak diijinkan berhubungan dengan kehidupan luar. Doger kontrak mempunyai perbedaan dengan doger pada umumnya, pada doger kontrak ada perpaduan antara tradisi (Ketuk Tilu) dan Tari Keurseus. Doger juga merupakan sebutan bagi penari atau penyanyi perempuan yang ada dalam pertunjukan kesenian tersebut. Dalam seni hiburan rakyat lainnya di beberapa daerah di Indonesia istilah doger sama dengan ronggeng, tandhak, tlédhék,dan lain-lain. Istilah-istilah tersebut muncul dari kalangan masyarakat itu sendiri. Sebutan ronggeng, doger, dan sejen...

avatar
muhammad baidowi
Gambar Entri
PAKAIAN ADAT JAWA BARAT
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Barat

Pria             : Untuk pria menggunakan baju dengan celana kain berwarna hitam. Pelengkapnya adalah ikat pinggang dan ikat kepala dengan motif yang sama dengan kain baju serta menggunakan sandal selop biasa. Wanita        : Sedangkan untuk wanita, umumnya menggunakan beragam perhiasan seperti gelas emas atau perak asli. Untuk pakaiannya menggunakan baju kebaya yang dipadan dengan kain batik.

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
Pakaian Adat Jawa Barat
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Barat

Pria             : Untuk pria menggunakan baju dengan celana kain berwarna hitam. Pelengkapnya adalah ikat pinggang dan ikat kepala dengan motif yang sama dengan kain baju serta menggunakan sandal selop biasa. Wanita        : Sedangkan untuk wanita, umumnya menggunakan beragam perhiasan seperti gelas emas atau perak asli. Untuk pakaiannya menggunakan baju kebaya yang dipadan dengan kain batik.  

avatar
Meta Indriyani Kurniasari
Gambar Entri
Tari Buyung
Tarian Tarian
Jawa Barat

Tari Buyung adalah tarian tradisional masyarakat Cigugur Kuningan Jawa Barat. Tarian ini merupakan tarian adat yang bernilai simbolik tentang rasa syukur manusia atas rahmat Tuhan berupa alam semesta yang indah dan bermanfaat bagi hidup manusia, salah satunya adalah air. Biasanya tarian ini biasa dilakukan oleh masyarakat Cigugur, Kuningan, Cirebon saat Upacara Seren Taun yang diadakan pada bulan Rayagung pada penanggalan Jawa. Setiap gerakan dalam tari Buyung memiliki makna yang tersirat. Menginjak kendi sambil membawa buyung di kepala (nyuhun) erat relevansinya dengan ungkapan “di mana bumi di pijak di situ langit dijunjung”. Buyung adalah sejenis alat yang terbuat dari logam maupun tanah liat yang digunakan oleh sebagian wanita desa pada zaman dulu untuk mengambil air di sungai, danau, mata air, atau di kolam. Membawa buyung di atas kepala sangat memerlukan keseimbangan. Hal ini berarti bahwa dalam kehidupan ini perlu adanya keseimbangan antara perasaa...

avatar
Diko oktara
Gambar Entri
Sejarah Cirebon Naskah Klayan ( Terjemahan )
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Pupuh pertama Dangdanggula, 13 Bait. Pupuh ini diawali oleh kalimat Bismillahi ya rakhman nirakhim. Pupuh ini menceritakan lolosnya Walangsungsang—putra Prabu Siliwangi—yang berkeinginan mencari agama Nabi Muhammad. Walangsungsang –yang juga putra mahkota Kerajaan Pajajaran—berkeinginan untuk berguru agama Nabi Muhammad. Lalu, ia mengutarakan maksudnya kepada ayahandanya, Prabu Siliwngi. Namun, Prabu Siliwangi melarang bahkan mengusir Walangsungsang dari istana. Pada suatu malam, Walangsungsang melarikan diri meninggalkan istana Pakuan Pajajaran. Ia menuruti panggilan mimpi untuk berguru agama nabi (islam)kepada Syekh Nurjati, seorang pertapa asal Mekah di bukit Amparan Jati cirebon. Dalam perjalanan mencari Syekh Nurjati, Walangsungsang bertemu dengan seorang pendeta Budha bernama Sang Danuwarsi. Pupuh Kedua Kinanti, 24 bait. Pupuh ini menceritakan perjalanan Rarasantang –adik Walangsungsang yang juga berkeinginan untuk mempelajari agam...

avatar
Sedayuu