Adat Nusantara
498 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kujang Jago
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Barat

Dalam bahasa kata Jago digunakan untuk menamai Ayam Jantan (Hayam Jago), dan tidak untuk hewan jantan lain. Ayam Jago sendiri dekat dengan sejarah dan cerita sunda, bahkan nusantara. Kujang Jago termasuk Jenis Kujang Pajimatan (Azimat). Panjangnya sekitar 15-25 cm. Pamor dalam bilahnya biasanya Hadeg, Salur, dan Ngarambut.

avatar
Usman
Gambar Entri
Prasasti Ciaruteun
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan di tepi sungai Ciaruteun, tidak jauh dari sungai Cisadane, Bogor. Prasasti tersebut merupakan peninggalan kerajaan Tarumanagara. Prasasti Ciaruteun ditemukan di Desa Ciaruteun Ilir, kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor; tepatnya pada koordinat 6°31'23,6" LS dan 106°41'28,2" BT. Tempat ditemukannya prasasti ini merupakan bukit (bahasa Sunda: pasir ) yang diapit oleh tiga sungai: Cisadane, Cianten, dan Ciaruteun. Sampai abad ke-19, tempat ini masih dilaporkan sebagai Pasir Muara, yang termasuk dalam tanah swasta Tjampéa (= Ciampea, namun sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang). Menurut Pustaka Rajya Rajya i Bhumi Nusantara parwa 2, sarga 3, halaman 161 disebutkan bahwa Tarumanagara mempunya rajamandala (wilayah bawahan) yang dinamai "Pasir Muhara". Prasasti Ciaruteun dilaporkan oleh pemimpin Bataaviasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (sekarang Museum Nasion...

avatar
Muhammad Solahuddin
Gambar Entri
KAIN PANJANG BATIK MERAK NGIBING
Motif Kain Motif Kain
Jawa Barat

Ukuran : Kain, ukuran P. 240 cm; L. 106 cm Kain panjang atau samping kebat batik ini dibuat dengan tehnik tulis, di atas bahan mori primisima. Warna dasar pulas gumading (soga/krem kekuningan) ciri khas warna kain batik Garutan. Motif latar rereng/rereng apel, sedang motif utama burung merak sedang bercengkrama saling memamerkan ekornya yang indah sehingga para perajin batik Garut menyebutnya merak ngibing. Kain panjang ini biasanya digunakan sebagai pelengkap busana tradisional yang dipadukan dengan kebaya Merak Ngibing memiliki arti Merak yang sedang menari bersama, yang menggambarkan keindahan, agar selalu rukun, damai dan penuh kegembiraan. Merak Ngibing biasanya dipakai pada acara kebudayaan, acara formal, adat dan pernikahan. Referensi: https://www.infobatik.com/arti-motif-batik-merak-ngibing-ahmad-sahroni/

avatar
Wahyu Angga Utama
Gambar Entri
Legenda Telaga Warna
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Zaman dahulu, ada sebuah  kerajaan  di  Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan merupakan kerajaan yang makmur dan damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh raja yang  bijaksana . Raja Kutatanggeuhan bernama Prabu Suwartalaya dan permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. Raja dan ratu sangant bijaksana sehingga  kerjaan  yang dipimpin makmur dan tenteram. Semua sangat menyenangkan. Sayangnya, Prabu dan istrinya belum memiliki  anak . Itu membuat pasangan kerajaan itu sangat sedih. Penasehat Prabu menyarankan, agar mereka mengangkat anak. Namun Prabu dan Ratu tidak setuju. “Buat kami, anak kandung adalah lebih  baik  dari pada anak angkat,” sahut mereka.   Ratu sering murung dan menangis. Prabu pun ikut sedih melihat istrinya. Lalu Prabu pergi ke  hutan  untuk bertapa. Di sana sang Prabu terus berdoa, agar dikaruniai anak. Beberapa  bulan kemudian, keingina...

avatar
Wahyu Angga Utama
Gambar Entri
Asal Mula Nama Kota Bandung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Mengenai asal-usul nama “ Bandung ”, dikemukakan berbagai pendapat. Sebagian mengatakan bahwa, kata ‘Bandung” dalam bahasa Sunda, identik dengan kata “banding” dalam bahasa Indonesia, berarti berdampingan. Ngabandeng (Sunda) berarti berdampingan atau berdekatan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka (1994) dan Kamus Sunda-Indonesia terbitan Pustaka Setia (1996), bahwa kata “Bandung” berarti berpasangan dan berarti pula berdampingan.   Pendapat lain mengatakan, bahwa kata “bandung” mengandung arti besar atau luas. Kata itu berasal dari kata bandeng. Dalam bahasa Sunda, ngabandeng adalah sebutan untuk genangan air yang luas dan tampak tenang, namun terkesan menyeramkan. Diduga kata bandeng itu kemudian berubah bunyi menjadi “Bandung”. Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa kata “Bandung” berasal dari kata “bendung”. Pendap...

avatar
Wahyu Angga Utama
Gambar Entri
Nyai Anteng Sang Penunggu Bulan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Nyi Anteh Pada jaman dahulu kala di  Jawa Barat  ada sebuah  kerajaan  bernama kerajaan Pakuan. Pakuan adalah kerajaan yang sangat subur dan memiliki panorama alam yang sangat indah. Rakyatnya pun hidup damai di bawah pimpinan raja yang  bijaksana . Di dalam istana ada dua gadis remaja yang sama-sama jelita dan selalu kelihatan sangat rukun. Yang satu bernama Endahwarni dan yang satu lagi bernama Anteh. Raja dan Ratu sangat menyayangi keduanya, meski sebenarnya kedua gadis itu memiliki status sosial yang berbeda.  Putri  Endahwarni adalah calon pewaris kerajaan Pakuan, sedangkan Nyai Anteh adalah hanya  anak  seorang dayang kesayangan sang ratu. Karena Nyai Dadap, ibu Nyai Anteh sudah meninggal saat melahirkan Anteh, maka sejak saat itu Nyai Anteh dibesarkan bersama putri Endahwarni yang kebetulan juga baru lahir. Kini setelah Nyai Anteh menginja k remaja, dia pun diangkat menjadi dayang pribadi putri Endahwarni. “...

avatar
Wahyu Angga Utama
Gambar Entri
Gembyung
Ritual Ritual
Jawa Barat

  Gembyung adalah ensambel musik yang terdiri dari beberapa waditra terbang dengan tarompet yang merupakan jenis kesenian bernafaskan Islam. Meskipun demikian, di lapangan ditemukan beberapa kesenian Gembyung yang tidak menggunakan waditra tarompet.  Gembyung merupakan jenis kesenian tradisional khas daerah Subang yang sampai sekarang masih terus dimainkan. Gembyung biasa dimainkan untuk hiburan rakyat seperti pesta khitanan dan perkawinan atau acara hiburan lainnya dan juga digunakan untuk upacara adat seperti halnya Ruatan bumi, minta hujan dan mapag dewi sri. Dalam perkembangannya saat ini, gembyung tidak hanya sebagai seni auditif, tapi sudah menjadi seni pertunjukan yang melibatkan unsur seni lain seperti seni tari.Gembyung adalah ensambel musik yang terdiri dari beberapa waditra terbang dengan tarompet yang merupakan jenis kesenian bernafaskan Islam. Meskipun demikian, di lapangan ditemukan beberapa kesenian Gembyung yang tidak menggunakan waditra tarompet.

avatar
Wahyu Angga Utama
Gambar Entri
Upacara Adat Ngalaksaka
Ritual Ritual
Jawa Barat

  Ngalaksa merupakan upacara tradisional masyarakat Sunda yang dilaksanakan berhubungan dengan kesuburan lahan pertanian. Upacara ini merupakan ungkapan kepercayaan lokal masyarakatnya terhadap Nyi Pohaci dan Karuhun (roh-roh nenek moyang). Nyi Pohaci adalah nama lain dari Dewi Sri yang dipercaya sebagai dewi kesuburan. Setiap musim panen kita bisa melihat tarian Rengkong pada event upacara adat Ngalaksa yang diiringi dengan tarian tradisional Ngalaksa yang diadakan setiap bulan Juni. Upacara adat Ngalaksa adalah sejenis upacara membawa padi ke lumbung, rengkong adalah sebuah gandar untuk membawa beras yang berlubang. Di dalam tarian rengkong gandar dibawa oleh orang-orang sambil berjalan menari ke lumbung padi. Saat orang-orang berjalan menuju lumbung padi, lubang yang ada di dalam gandar menghasilkan bunyi musik yang memiliki ritme yang sama dengan orang yang berjalan mengikuti upacara tersebut. Masyarakat Rancakalong menggelar upacara adat Ngalaksa ini selama 1 m...

avatar
Wahyu Angga Utama
Gambar Entri
Imah Gede
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

  Kasepuhan Adat Banten Kidul berpusat di Kampung Ciptagelar. Warga kukuh menjaga adat istiadat. Namun, mereka juga menyambut setiap tamu dengan ramah dan dengan tangan terbuka. Hampir setiap hari ada saja tamu yang datang ke Ciptagelar. Setiap hari, istri Pimpinan Adat Abah Ugi, Emak Alit, dan beberapa perempuan lain memasak nasi di perapian kayu dalam porsi besar. Warga yang bekerja di ladang komunal selalu bersantap pagi, siang, dan malam di Imah Gede yang menyatu dengan rumah pimpinan adat itu. Imah Gede merupakan rumah yang setiap harinya menampung tamu. Bangunan kayu, dindingnya terbuat dari bilik bambu (awi), atapnya terbuat dari injuk dan tiamgmya terbuat dari kayu  ini juga menyatu dengan bangunan lain yang lebih kecil, tempat kediaman Abah Ugi. Imah Gede tidak pernah sepi dari tamu. Selalu ada yang datang dan pergi, apakah itu pelancong, para pendaki yang hendak menjelajah Halimun, mahasiswa peneliti atau rombongan studi tour, pintu Imah Gede  senant...

avatar
Cuiichoco