Budaya Indonesia
11.674 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Bandrek
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Bandrék  adalah minuman tradisional orang  Sunda  dari  Jawa Barat ,  Indonesia , yang dikonsumsi untuk meningkatkan kehangatan  tubuh . Minuman ini biasanya dihidangkan pada cuaca dingin, seperti di kala  hujan  ataupun  malam hari . Bahan dasar bandrék yang paling penting adalah  jahe  dan  gula merah , tetapi pada daerah tertentu biasanya menambahkan rempah-rempah tersendiri untuk memperkuat efek hangat yang diberikan bandrék, seperti  serai ,  merica ,  pandan ,  telur   ayam kampung , dan sebagainya.  Susu  juga dapat ditambahkan tergantung dari selera penyajian. Banyak orang  Indonesia  percaya bahwa bandrék dapat menyembuhkan berbagai penyakit ringan seperti  sakit tenggorokan ,  batuk , dan lain sebagainya. Di  Bandung , biasanya penjual menambahkan sejumput kerukan  kelapa  untuk...

avatar
Hasnajauza
Gambar Entri
Karedok
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Karedok  atau  keredok  adalah salah satu makanan khas  Sunda  di  Indonesia . Karedok dibuat dengan bahan-bahan sayuran mentah antara lain;  mentimun ,  taoge ,  kol ,  kacang panjang , daun  kemangi , dan  terong . Sedangkan sausnya adalah  bumbu kacang  yang dibuat dari  cabai  merah,  bawang putih ,  kencur ,  kacang tanah ,  air asam ,  gula jawa ,  garam , dan  terasi .

avatar
Hasnajauza
Gambar Entri
Kolontong
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Kolontong  adalah Makanan Khas Indonesia Yang berasal dari Daerah  Sunda   Jawa Barat  Makanan ini akan dapat kita Jumpai Didaerah  Banten ,  Cianjur ,  Sukabumi ,  Bandung  Dan Daerah Lainnya di  Jawa Barat  Selain Rasanya yang  Manis  dan  Renyah  Kolontong juga bisa dijadikan makanan  Snack  sebagai teman untuk minum kopi. Biasanya masyarakat Sunda membuat Kolontong disaat hari-hari besar Seperti  Lebaran ,  Hajatan , Dan acara-acara lainnya, walaupun terbilang langka Kolontong ini harganya masih relatif terjangkau.

avatar
Hasnajauza
Gambar Entri
Kupat Tahu
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Kupat tahu  adalah makanan tradisional  Indonesia  yang berbahan dasar  ketupat ,  tahu  yang telah digoreng, dan juga  bumbu kacang .  Lontong  dapat juga digunakan sebagai pengganti ketupat. Ada banyak jenis kupat tahu, namun yang terkenal ialah yang berasal dari Singaparna  dan  Magelang , perbedaannya terletak pada bumbu dan pelengkap, jika pada versi Magelang terdapat irisan  kol  dan bakwan , tetapi pada versi Singaparna terdapat  tauge  yang telah direbus.

avatar
Hasnajauza
Gambar Entri
Tahu gejrot
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Tahu gejrot  adalah makanan khas  Cirebon ,  Indonesia . Tahu gejrot terdiri dari  tahu  yang sudah digoreng kemudian dipotong agak kecil lalu dimakan dengan kuah yang bumbunya cabe, bawang putih, bawang merah, gula.  Biasanya disajikan di layah kecil.  Tahu gejrot juga merupakan jajanan khas daerah  Cirebon  yang digemari di kalangan anak-anak dan orang dewasa, karena sensasi rasanya yang khas. Tahu gejrot ialah tahu yang dipotong kecil-kecil kemudian ditaruh di atas piring kecil dan tahu yang digunakan ialah tahu sumedang.  Cara memakannya pun unik, yakni dengan satu lidi kecil kemudian tusuk bagian tahu yang telah dipotong-potong itu.

avatar
Hasnajauza
Gambar Entri
Batik
Motif Kain Motif Kain
Daerah Istimewa Yogyakarta

Kain tradisional Indonesia yang satu ini sudah berkali-kali hampir di-klaim oleh negara tetangga kita. Padahal, jika kita telusuri, jelas-jelas akar kata batik adalah dari bahasa Jawa. Batik berasal dari kata “ amba ” yang dalam bahasa jawa artinya menulis dan “ titik ” yang artinya titik. Pada awalnya batik dibuat di atas kain mori lalu digambar dengan menggunakan lilin dengan canting. Motif atau corak batik bukan hanya sekedar indah, namun juga mengandung berbagai lambang dan makna masing-masing. Beberapa motif batik batik bahkan hanya digunakan oleh keluarga keraton. Batik tak melulu hanya batik jogja. Ada juga batik solo, batik  pekalongan , batik cirebon, batik banyumas, batik bali, dan lainnya.

avatar
Hasnajauza
Gambar Entri
Ulos
Motif Kain Motif Kain
Sulawesi Utara

Ulos  atau sering juga disebut  kain ulos  adalah salah satu busana khas Indonesia. Ulos secara turun temurun dikembangkan oleh masyarakat  Batak ,  Sumatera  utara. Dari bahasa asalnya, ulos berarti  kain . Cara membuat ulos serupa dengan cara membuat  songket khas  Palembang , yaitu menggunakan  alat tenun bukan mesin . Warna dominan pada ulos adalah  merah ,  hitam , dan  putih  yang dihiasi oleh ragam tenunan dari  benang  emas atau perak. Mulanya ulos dikenakan di dalam bentuk  selendang  atau  sarung  saja, kerap digunakan pada perhelatan resmi atau upacara adat Batak, namun kini banyak dijumpai di dalam bentuk produk sovenir, sarung bantal,  ikat pinggang ,  tas ,  pakaian , alas meja,  dasi ,  dompet , dan  gorden .

avatar
Hasnajauza
Gambar Entri
Tenun Ikat
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Timur

Tenun Ikat merupakan kain tradisional Indonesia berupa kain yang ditenun dari helaian benang pakan yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke zat pewarna alami. Sebelum ditenun, helai-helai benang diikat dengan plastik atau tali sesuai dengan corak yang akan dibuat sehingga pada saat dicelup bagian benang yang dikat plastik atau tali tidak akan terwarnai. Alat tenun yang digunakan adalah alat tenun tanpa mesin. Beberapa daerah di Indonesia yang terkenal dengan kain tenun ikatnya adalah Toraja, Sintang, Jepara, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, dan Timor.

avatar
Hasnajauza
Gambar Entri
Kain Gringsing
Motif Kain Motif Kain
Bali

Kain Gringsing berasal dari Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem, salah satu desa Bali Aga. Kain gringsing boleh jadi satu-satunya kain tradisional Indonesia yang dibuat menggunakan teknik dobel ikat. Keseluruhan prosesnya ditenun dengan tangan dan menggunakan pewarna alami. Proses pembuatannya membutuhkan waktu sekitar 2-5 tahun. Sejarah dan asal mula kain gringsing tidak diketahui pasti. Dari bukti Prasasti Ujung, kain gringsing telah dikenal sejak abad ke-11 Masehi. Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat, adanya kain gringsing ini berawal dari Dewa Indra yang kagum akan keindahan langit di malam hari. Dewa Indra lalu mengajarkan para wanita Tenganan untuk menguasai teknik menenun kain gringsing yang melukiskan dan mengabadikan keindahan bintang, bulan, matahari, dan hamparan langit lainnya. Mitologi lainnya menyebutkan bahwa ketrampilan menenun gringsing diperoleh dari seorang nenek tua bernama Dadong Bungkut yang setiap hari menenun gringsing di bulan. Pengetahuan orang t...

avatar
Hasnajauza