Berdasarkan cerita yang dinarasikan oleh orang-orang dulu, asal usul nama sengkang berasal dari bahasa Bugis Wajo yaitu si engkang yang berarti serba ada atau selalu ada . Hal ini dikarenakan dulunya daerah ini merupakan tempat berkumpul atau berdatangannya orang-orang pada satu tempat, hingga selalu ramai sampai saat ini. Karena itu pula, dalam pembagian daerah administratif, Sengkang dijadikan sebagai ibukota Kabupaten Wajo.
á¨á¨á¨ á¨á¨á¨á¨--/á¨á¨á¨ á¨á¨á¨á¨-- á¨á¨--á¨á¨á¨'á¨--á¨á¨ á¨á¨á¨á¨á¨á¨'ᨠᨠá¨á¨ á¨á¨á¨á¨-- á¨á¨á¨ á¨'á¨--á¨á¨--á¨á¨-- á¨á¨á¨'ᨠá¨á¨á¨á¨ á¨á&u...
Lawa suji atau Lasugi adalah sebuah anyaman berbentuk kotak-kotak yang terbuat dari bambu, yang biasa disebut sulapa eppa . Sulapa eppa sendiri berarti “empat sisi”, yang dalam bentuk mistik kepercayaan Bugis-Makassar klasik yang menyimbolkan empat unsur penyusun semesta, yakni api, air, angin, dan tanah. Selain itu, sulapa eppa juga melambangkan ke-4 penjuru mata angin yang masing-masing mempunyai Nilai-Nilai: intelektualitas (á¨á¨ - acca) , keberanian (á¨á¨'á¨á¨-- - warani), kejujuran (á¨'á¨á¨á¨ - lempu) , dan kekayaan (á¨"á¨á¨á¨-- - sugi). Dalam bahasa Bugis, l awa (á¨'á¨) berarti “pemisah/pagar/penjaga”, sedangkan suji (á¨"á¨á¨&aac...
Legenda Toakala (kera Putih) (Filosofi Patung Monyet di Bantimurung) Di Maros dikenal legenda Kera Putih atau yang biasa dikenal dengan sebutan Toakala. Toakala adalah seorang menteri sekaligus tangan kanan dari Raja Kera yang bernama Marakondang yang kerajaannya berada di daerah Bantimurung. Suatu ketika Raja Marakondang terpikat oleh kecantikan dari seorang Putri kerajaan Manusia yang dipimpin oleh Raja yang Bernama Raja Pattiro. Ialah Bissu Daeng, Putri kerajaan Pattiro yang membuat Raja Marakondang jatuh cinta. Perasaan cinta menggebu-gebu Raja Marankondang membuatnya mengutus Toakala dan Puto Pabintingparia, serta menteri lainnya untuk melamar Putri Raja Pattiro, Bissu Daeng. Sesampainya di kerajaan Pattiro, Toakala menuturkan niat baik Rajanya untuk meminang Bissu Daeng, namun sayangnya niatan baik ini hanya bertepuk sebelah tangan. Raja Pattiro menolak mentah-mentah lamaran Raja Marakondong, lantaran ia adalah Kera. Toakala dan menteri lainnya akhir...
Bugalu adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar sagu atau masyarakat luwu menyebutnya denga tabaro. Disebagian wilayah Indonesia ada juga yang menjadikan sagu(tabaro) sebagai makanan khasnya namun dengan pengolahan dan cara penyajian yang berbeda. di maluku makanan ini lebih dikenal dengan papeda. Bagi masyarakat luwu, saya khususnya. mengolah sagu (tabaro) menjadi masakan selesat kapurung (bugalu) adalah perkara mudah namun menjadi sesuatu yang sangat dirindukan saat berada jauh dari kampung halaman. Menikmati masakan kapurung (bugalu) dewasa ini bukan hanya sekedar karena kapurung (bugalu) adalah masakan khas orang luwu. Tapi lebih kepada rasa syukur atas nikmat yang dirasakan hari ini. Sejak jaman dulu masyarakat luwu telah mengenal padi. Namun saat musim paceklik, sagu (tabaro) menjadi alternative makanan pendamping. Karena tidak mengenal musim. Jadi bisa tetap diproduksi. Dan diolah menjadi berbagai jenis masakan pengganti nasi. Saya biasa mengolahnya dengan menyiram...
Pada pemakaman besar (biasanya orang dengan kasta tinggi), sebuah tari perang yang bernama Ma'randing dipentaskan. Para penari menggunakan pakaian perang tradisional dan senjata. Tari ini secara mendasar adalah sebuah tari partriotik atau tari perang. Kata ma'randing berasal dari randing yang berarti "mulia ketika melewatkan". Tari ini menunjukkan kemampuan dalam memakai senjata militer dan menunjukkan keteguhan hati dan kekuatan seseorang yang meninggal selama hidupnya. Ia ditarikan oleh beberapa orang yang setiap orangnya membawa perisai besar, pedang dan sejumlah ornamen. Setiap objek menyimbolkan beberapa makna. Perisai yang dibuat dari kulit kerbau (bulalang) menyimbolkan kekayaan, karena hanya orang kaya yang memiliki kerbau sendiri. Pedang (doke, la'bo' bulange, la'bo' pinai, la'bo' todolo) menunjukkan kesiapa untuk perang, yang menyimbolkan keberanian. Tari ini dilakukan dengan 4 prinsip gerakan.: 1. Komanda menginspeksi tiap orang...
Selama upacara, para perempuan dewasa melakukan tarian Ma'katia sambil bernyanyi dan mengenakan kostum baju berbulu. Tarian Ma'akatia bertujuan untuk mengingatkan hadirin pada kemurahan hati dan kesetiaan almarhum. Sumber: https://www.bing.com/search?q=tari+ma%27akatia&first=37&FORM=PERE2
Pada upacara Mabua diadakan setiap dua belas tahun, imam dengan hiasan kepala kerbau tarian di sekitar pohon suci. The Ma'bua merupakan upacara besar yang terjadi pada interval 12 tahun, tarian spiritual dan ekologis yang tak ternilai ke Toraja. Bulan kerja yang terlibat bersiap-siap untuk ini ritual malam yang panjang, yaitu menyiapkan lapangan upacara, kostum, dan miniatur menerapkan kehidupan sehari-hari. Ada penyanyi wanita megah, tiang festival, perang berteriak, dan api unggun yang meledak batang bambu. Para imam mengenakan hiasan kepala kerbau terburu-buru tentang pohon suci. Sumber: http://kampoeng-heber.blogspot.com/2011/04/tarian-toraja.html
Sebuah tarian syukur dengan iringan seruling oleh sekelompok laki-laki bertelanjang dada dengan kuku panjang Sumber: http://kampoeng-heber.blogspot.com/2011/04/tarian-toraja.html