Lahedalö nifange atau daun talas yang di rendang adalah makanan tradisional khas nias. Lahedalö nifange biasanya dijadikan lauk yang dimakan bersama nasi atau sagu. Sumber: http://www.tanoniha.net/2017/07/makanan-khas-nias.html
Gowirio dan sagu nidulu adalah makanan atau masakan tradisional khas nias selatan. Mungkin sebagian orang tidak begitu suka atau malu mempromosikan Gowirio atau sagu nidulu. Padahal sagu nidulu makanan nias khas selatan ini menjadi salah satu kuliner di Papua, kalau di papua namanya papeda. Sumber: http://www.tanoniha.net/2017/07/makanan-khas-nias.html
Tamböyö adalah makanan tradisional khas nias yang berbentuk seperti ketupat pada umumnya yang membedakan hanya lah isinya, ketupat yang biasa kita jumpai menggunakan beras biasa sedangkan ketupat yang ada di nias ini terbuat dari beras ketan dan dimasak dalam santan kelapa. Sumber: http://www.tanoniha.net/2017/07/makanan-khas-nias.html
Köfö - Köfö adalah makanan khas Nias dari Kepulauan Hinako. Köfö - Köfö adalah daging ikan yang telah di buang durinya lalu di bentuk bulat kemudian dimasak dengan santan kelapa atau di goreng, Köfö - Köfö biasanya di jadikan lauk. Daging ikan yang dihancurkan, dibentuk bulat dan dijemur/dikeringkan/diasap. Sumber: http://www.tanoniha.net/2017/07/makanan-khas-nias.html http://onekhe.blogspot.co.id/2012/02/makanan-khas-nias_20.html
Nah yang unik, telur kepiting di goreng dan di jadikan lauk, karena pulau nias di kelilingi laut, maka sumber makanan dari laut pun melimpah sampai telur kepiting pun bisa dijadikan lauk. Sumber: http://www.tanoniha.net/2017/07/makanan-khas-nias.html
Hambae nititi adalah daging kepiting yang di masak dengan santan kelapa sampai kering. Masakan ini bisa kita jumpai di kepulauan Hinako. Sumber: http://www.tanoniha.net/2017/07/makanan-khas-nias.html
Ni'owuru adalah daging babi yang diawetkan dengan menggunakan garam. Daging dioleskan atau ditaburkan dengan garam sebanyak-banyaknya. Semakin banyak garam maka semakin awet pula. Daging tetap awet dan tidak perlu ditaruh dalam kulkas. Cukup ditaruh dalam tempat tertutup seperti dalam baskom atau plastik. Daging ini bisa bertahan beberapa bulan bahkan beberapa tahun bila tempat penyimpanannya bagus. Soal rasa, pasti bisa ditebak, asin sekali, tapi rasanya tetap rasa daging khas asinnya. Cara pengawetan seperti ini sudah turun temurun di nias sejak dari nenek moyang, karena dulu belum ada freezer atau kulkas sehingga inilah cara orang nias mengawetkan daging. Sebenarnya bukan hanya daging babi saja, bisa juga daging lain seperti daging ayam, ikan, dsb. Tetapi yg sudah menjadi kebiasaan adalah mengawetkan daging babi dengan garam, itulah yang dinamakan ni'owuru, daging babi yang diawetkan dengan garam. Nias adalah...
Terbuat dari ubi-ubian seperti ubi jalar, ubi kayu, talas. Ubi direbus dan kemudian ditumbuk sampai semua bagiannya hancur, kemudian dimakan dicampur dengan kelapa yang sudah diparut. Sumber: http://onekhe.blogspot.co.id/2012/02/makanan-khas-nias_20.html
Ikan yang diasap, dengan tujuan agar daging ikan menjadi awet. Daging ikan diasapin beberapa jam, hanya menggunakan asap biasanya menggunakan sabut kelapa. Sumber: http://onekhe.blogspot.co.id/2012/02/makanan-khas-nias_20.html