Museum Negeri Provinsi Lampung "Ruwa Jurai" Jalan H. Zainal Arifin Pagar Alam No. 64,Kelurahan Gulung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten/Kota Bandar Lampung Telepon : 0721-783688 Faks. : 0721-701164 Website : museumlampung.org Museum Negeri Provinsi Lampung "Ruwa Jurai" mulai dirintis pada tahun 1975/1976, dan sejak saat itu pembangunan fisik pun terus dilaksanakan di areal tanah seluas 17 .010 m 2 ini. Bersamaan dengan peringatan Hari Aksara Internasional yang dipusatkan di Bandar Lampung pada tanggal 24 September 1988. Museum Negeri Provinsi Lampung diresmikan oleh Prof. Dr. Fuad Hasan. UPTD Museum Negeri Provinsi Lampung "Ruwa Jurai" merupakan museum umum, dengan klasifikasi koleksi Museum Lampung terdiri dari 10 jenis yaitu : Biologika, Geologika, Keramologika, Filologika, Historika, Numismatika dan Heraldika, Etnografika, Seni Rupa serta Teknologika. Sampai pertengahan tahun 2008 seluruhnya berjumlah...
Cangget Agung Cipt. Syaiful Anwar Sesat agung sai wawai Talo butabuh takhi cangget Gawi adat tanno tegow cakak pepadun Adat budayo Lampung Nayah temon ragom wawai no Jepana, gerudo no rata sebatin Cangget agung 2x Muli batangan Dilom kutomaro 2x Mejeng busanding Gawi adat lampung 2x Jak zaman tohow Lapah kham jamo-jamo Ngelestariko adat lampung http://liriknusantara.blogspot.com/2013/03/cangget-agung.html
Para ahli sejarah meyakini bahwa Payan merupakan senjata tradisional Lampung yang usianya paling tua. Peninggalan arkeologis di situs purbakala Pugung Raharjo dan dan situs peninggalan Islam Benteng Sari menujukan bahwa senjata ini telah digunakan berabad-abad lamanya sebagai salah satu senjata bagi prajurit kerajaan Tulang Bawang. Payan adalah semacam tombak dengan gagang yang cukup panjang, yakni sekitar 150 cm sd 180 cm. Mata tombaknya sendiri terbuat dari besi dengan ujung yang melancip. Berikut adalah kenampakan dari senjata tradisional satu ini. Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2017/03/senjata-tradisional-lampung-gambar.html Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Di antara semua senjata tradisional Lampung, inilah senjata yang paling sering digunakan, bahkan hingga ketika ini. ya, candung sesungguhnya merupakan perkakas rumah tangga yang selalu dipakai ketika berladang, bekerja di dapur, maupun untuk melindungi diri ketika tengah berada di hutan. Candung yaitu sebilah golok biasa. Panjangnya sekitar 30 sd 50 cm dengan bilat terbuat dari baja atau logam lainnya, sementara gagangya terbuat dari kayu. Berdasarkan kegunaannya, candung dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu candung rampak alu (digunakan di dapur atau keperluan sehari-hari), candung kawik (digunakan laki-laki untuk bekerja), dan candung lancip (digunakan untuk keperluan khusus ibarat menyembelih binatang atau berperang). Di tempat Lampung pesisir, candung juga disebut dengan nama Laduk. Sumber : http://ukuranlapangan-olahraga.blogspot.com/2017/12/4-senjata-tradisional-lampung-gambar.html
Gabing berbahan baku batang kelapa muda. Cara pembuatannya unik dan simpel. Pertama batang kelapa muda diiris hingga berbentuk lempengan kecil dengan panjang sekitar 3 sampai 4 cm. Batang kelapa muda tersebut kemudian direbus hingga lunak dan dicampur dengan bumbu rempah. Setelah tercium aroma yang kuat, maka gabing siap untuk dinikmati. Gabing biasa disajikan dengan daging, jamur, dan lauk lainnya. Sumber : http://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-lampung/
Halo teman-teman #SobatBudaya2019, mesih berada di daerah yang sama, Krui, Kabupaten Pesisir Barat Lampung. Ada rangkaian tradisi lainya selama hari raya Idul Fitri. Selain Ngejalang yang dilakukan 1 dan 3 Syawal. Ada pula tradisi di 2 Syawal yang masih dalam rangkaian perayaan Idul Fitri, yaitu Ngawol. Ngawol adalah acara hiburan yang di selenggarakan bergotong royong oleh para muda mudi desa. Seperti acara panggung hiburan, bernyanyi dan penampilan sederhana lainnya yang di lakukan para muda-mudi, seperti halnya hiburan hajatan. Namun meski semua digelar atas usaha muda mudi, namun ini juga biasanya orangtua juga tetap turut partisipasi memeriahkannya dengan menyumbang satu dua lagu. Tradisi Ngawol ini berlangsung mulai dari pagi hari sampai tengah malam. Tradisi ini dimaksudkan untuk mengaktifkan dan mengarahkan muda mudi di desa agar memiliki rasa kebersamaan. Acara ini bisa dikatakan juga sebagai acara puncak pada perayaan Hari Raya Idul Fitri, yang selalu ramai, meriah dan...
Halo teman-teman #SobatBudaya2019, Pahar merupakan salah satu benda khas yang dapat dikategorikan unik dan memiliki nilai budaya. Yaitu nampan khas yang biasa ditaruh atau dibawa diatas kepala untuk membawanya. Walau mungkin di sebagian daerah lainnya ada yang memiliki kesamaan, namun Pahar juga memiliki perbedaan, mulai dari bentuk dan fungsinya. Pahar adalah bentuk nampan cekung yang memiliki ruang untuk menaruh dan meletakan bekal makanan. Cukup untuk rantang berisi 4-5 susun, beserta botol, gelas dan ceret minum. Pahar biasanya digunakan pada saat acara-acara atau tradisi adat di gelar. Mulai dari acara Ngejalang di hari raya, Halal bi Halal, sampai ke acara seperti pernikahan. Pahar biasanya diisi dengan makanan pokok dan makanan berat saat acara Ngejalang berlangsung seperti gulai, seruit (sambal khas Lampung), Ipun (bayi ikan). Sedangkan untuk acara Halal bi Halal biasanya diisi dengan dengan berbagai makanan ringan dan kue-kue khas seperti kue tart nanas kh...
Indonesia sangat kaya dengan produk kerajinan kain. Tentu masyarakat Indonesia sangat mengenal batik dan kebaya. Begitu juga dengan kain tenun, songket dan ulos sudah sangat familiar ditelinga. Produk kain tersebut bahkan dikenal hingga ke mancanegara. Namun tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengenal kain tapis. Kain tenun khas Lampung ini sebenarnya masuk dalam jenis kain songket, namun memiliki tekstur kain yang lebih kasar dibandingkan kain songket Palembang. Kain tapis merupakan kain tenun yang menjadi ikon tenun masyarakat Lampung. Kain tenun tapis dibuat dari benang kapas dan ditenun dengan menggunakan peralatan tenun tradisional. Kemudian kain tenun dihias dengan sulaman benang emas atau benang perak, sehingga menjadikan kain ini tampak begitu elegan dan mewah. Motif pada kain tapis umumnya diinspirasi dari kondisi flora dan fauna di wilayah Lampung. Motif flora seperti motif rebung, sedangkan motif fauna seperti gajah. Begitu Islam masuk dan menyebar di Lampung,...
Gamolan adalah alat musik tradisional yang berasal dari Lampung, tepat nya di daerah Lampung Barat. Alat musik khas Lampung ini sudah ada sejak abad ke 4 masehi.Gamolan tidak mempunyai not 'FA', tetapi memiliki 'do' 're' 'mi' 'sol' 'la' 'si' serta memiliki not rendah dan tinggi. Bambu sepanjang delapan meter kemudian disimpan selama enam bulan, selanjutnya bambu tersebut di potong-potong menjadi lima bagian, dan dari sinilah bambu dibelah-belah menjadi beberapa bilah yang disesuaikan dengan kebutuhan nada. Proses selanjutnya adalah pelarasan nada, kemudian bambu disusun diatas bambu yang sudah dilubangi agar bilah bambu menghasilkan resonansi suara yang bulat. Sepintas membuat alat musik ini tidak begitu sulit, namun menyelaraskan nadanya yang agak sukar. Gamolan mengeluarkan bunyi seperti angklung tetapi dimainkan dengan cara tidak di goyangkan melaikan di ketuk menggunakan ketukan nya yang terbuat dari kayu. Gamolan biasa dimainkan di acara seperti acara adat (pernikahan),...