Luas Museum Ranggawarsito mencapai 8.438 meter persegi, terdiri dari pendapa, gedung pertemuan, gedung pameran tetap, perpustakaan, laboratorium, perkantoran, gedung deposit koleksi, dan berdiri di atas lahan seluas dua hektar lebih. Sebagai museum provinsi terbesar dengan didukung kekayaan lebih dari 50.000 koleksi, Museum Jawa Tengah Ronggowarsito dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana penunjang sehingga dapat dinikmati oleh pengunjung. Fasilitas tersebut antara lain 4 gedung pameran tetap, masing-masing terdiri dari 2 lantai; dan satu ruang koleksi emas. Sembilan ruang pameran/galeri Museum Jawa Tengah Ronggowarsito sebagai berikut: 1. Gedung A: Galeri Geologi (Lantai I) Gunungan Blumbangan: tradisi Gunung Blumbangan dirancang oleh Raden Patah pada abad ke-15. Gunungan menggambarkan alam semesta, manusia, dan lingkungannya. Lukisan Alam Semesta Koleksi Kosmologika: berupa lukisan-lukisan galaksi, proses terbentuknya planet, atmosfer Bumi; se...
Sumber : https://www.aroengbinang.com Museum Wayang Banyumas memilki luas bangunan 250 m2, di atas tanah 2000 m2 di kompleks pusat pemerintahan lama Kabupaten Banyumas. Gedung museum sebelumnya merupakan paseban bagi tamu bupati. Diresmikan menjadi Museum Wayang Banyumas pada 31 Desember 1982. Museum ini menyimpan lukisan bangunan lama, seperti Pendopo Si Panji yang diambil dari dokumen Pangeran Banyumas bertahun 1925, Alun-alun dan Pendopo Si Panji ketika dipindahkan ke Purwokerto pada 1937, Gedung Karesidenan Banyumas yang dibangun pada 1843 menurut Babad Banyumas yang ditulis pada 25 OKtober 1898 oleh RA Wiriatmadja. Ada pula koleksi lukisan foto Gedung Perpoestakaan Rakyat Banyumas yang diambil pada tahun 1925, Gedung Kantor Pos Banyumas bertahun 1925, Gedung Penjara Belanda yang berada di sebelah Timur Alun-Alun Banyumas, dan Sekolah jaman Belanda yang sekarang menjadi gedung SMK Negeri 3 Banyumas. Juga ada alat musik tradisional Banyumas yang disebut Calung. Peran...
Tari Sintren Kemudian adalah Tari Sintren yang berkembang di pesisir Pantau Utara Jawa yang meliputi pesisir utara Jawa Tengah hingga pesisir utara Jawa Barat seperti Majalengka, Indramayu, Berebes, Pemalang, Cirebon, Banyumas, dan Pekalongan. Tarian Sintren adalah salah satu tarian misterius yang dikaitkan dengan kerasukan arwah dan masih berkembang hingga saat ini. Saat pementasan, penari Sintren selalu menggunakan kacamata hitam. Muncul keyakinan di masyarakat bahwa saat menari bola mata penari Sintren menjadi putih dan demi estetika digunakanlah kacamata hitam untuk menutup mata penari tersebut agar tidak menakut nakuti penonton. Pementasan Tarian Sintren diiringi oleh seperangkat alat musik tradisional Indonesia yang bernama Gamelan. https://www.silontong.com/2018/09/06/tarian-tradisional-daerah-jawa-tengah/
Tari Serimpi Tari Serimpi adalah tari tradisional yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Kabarnya, tari Serimpi ini muncul pada zaman kerajaan Mataram yang ketika itu sedang dipimpin oleh Sultan Agung (1613 – 1646). Terkesan eksklusif, karena Tari Serimpi hanya dipentaskan dalam lingkungan keraton untuk ritual kenegaraan dan peringatan kenaikan tahta Sultan saja. Dalam pementasannya, Tari Serimpi ditampilkan dengan diiringi suara musik Gamelan. https://www.silontong.com/2018/09/06/tarian-tradisional-daerah-jawa-tengah/
Saputanganmu Ki Narto Sabdo - Saputanganmu Dipopulerkan oleh Ki Narto Sabdo Teks Lagu Campursari Saputanganmu - Ki Narto Sabdo Saputanganmu - Ki Narto Sabdo Lirik Lagu Campursari Iki sapu tanganmu Gondo arum kanggo pengilingku Kembang mlati mung sawiji Tur dadi ati rino lan wengi Tak pujo puji gunane Dadi lambange prasane Oiye ........ Oiye ........... Nadyan aduh nyelak tuluh Nanging caket jroning ati Wohing aren silo Ojo ngejur podo Mbok yo eling prasetyamu sepisanan Ki lho iki sapu tanganmu Tansah dadi tali katresnanmu Lerwo alit mungsilo kang ndak anti anti ===== Musik ===== Iki sapu tanganmu Gondo arum kanggo pepilingku Kembang mlati mung sawiji Tur dadi ati rino lan wengi Tak pujo puji gunane Dadi lambange prasane Oiye ........ Oiye ........... Nadyan aduh nyelak tu...
Museum Wayang dan Artefak Purbalingga terletak di Sanggaluri Park atau Taman Reptil tepatnya di Desa Kutasari, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Museum ini berada dilokasi yang sama seperti museum uang. Jenis wayang yang terdapat di Museum Wayang dan Artefak Purbalingga yaitu seperti wayang kulit, wayang suket, wayang golek, wayang pancasila dan wayang revolusi. Harga tiket masuk museum ini adalah Rp 12.000 per orang dan tarif parkir sepeda motor Rp 2.000. museum ini buka setiap hari termasuk hari libur besar pukul 09.00-17.00 WIB. Di dalam museum ini kita dapat belajar banyak tentang sejarah dan budaya dan tokoh-tokoh wayang dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa, Sunda, Bali, Lombok, Sumatera, dan wayang dari uiar negeri. Terdapat juga peninggalan artefak kuno yang dimuseumkan di museum ini. Wayang secara etimologi berasal dari kata ‘ bayang-bayang’. Awalnya wayang ini digu...
Dolalak adalah kesenian khas dari Kabupaten Purworejo. Tarian ini merupakan peninggalan pada zaman penjajahan Belanda. Asal kata Dolalak adalah dari not Do dan La karena tarian ini diiringi hanya dengan alat musik dua nada menggunakan sepasang Kenong. Seiring perkembangan zaman dan teknologi, tarian Dolalak sekarang sudah diringi dengan musik modern, yaitu keyboard. Lagu-lagu yang dimainkan pun bervariasi dan beragam. Penari Dolalak pada mulanya dilakukan oleh para lelaki yang merupakan seorang gemblak, berseragam hitam dan bercelana pendek. Seragam ini menirukan seragam tentara belanda pada zaman dahulu. Seiring waktu, muncullah generasi-generasi penari putri dengan disertai modifikasi-modifikasi seragam. Dan sekarang, keberadaan penari putra amat jarang, salah satu grup penari yang masih memiliki penari putra adalah grup tari Dolalak dari Kaligesing. Penari-penari Dolalak bisa mengalami trance, yaitu suatu kondisi mereka tidak sadar karena sudah begitu larut dalam tarian dan...
Bonang Alat musik ini adalah instrumen melodi terkemuka di Degung Gamelan Sunda. Cara memainkan alat musik Bonang yaitu dengan cara dipukul atau ditabuh pada bagian atasnya. Pada bagian atas alat tersebut ada bentuk yang menonjol atau disebut dengan pencu (pencon). Adapaun alat pemukulnya dengan menggunakan dua pemukul khusus. Nah, alat pemukul Bonang terbuat dari tongkat berlapis yang dikenal dengan sebutan Bindhi. https://www.silontong.com/2017/08/13/14-alat-musik-tradisional-jawa-tengah-gambar-dan-penjelasannya/
Demung Alat musik Demung merupakan salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga Balungan. Biasanya pada satu set Gamelan terdapat dua Demung yang keduanya memiliki versi Pelog dan Slendro. Alat musik ini mengeluarkan hasilkan nada dengan oktaf terendah dalam keluarga balungan, dengan ukuran fisik yang lebih besar. Demung memiliki wilahan yang relatif lebih tipis namun lebih lebar daripada wilahan saron, sehingga nada yang dihasilkannya lebih rendah. Bahan untuk membuat Demung adalah kayu, dengan bentuk seperti palu. Cara memainkannya, yaitu dengan cara menabuhnya ada yang biasa sesuai nada, nada yang imbal, atau menabuh bergantian antara demung 1 dan demung 2, menghasilkan jalinan nada yang bervariasi namun mengikuti pola tertentu. Kadang cepat kadang lambat nada yang dihasilkan. Semua tergantung pada komando dari Kendang dan jenis Gendhingnya. Beberapa suasana nada pada Demung: – kondisi peperangan – bernuansa militer &n...