Beragam sekali bentuk pakaian tradisional yang ada di Indonesia ini. Mulai dari baju, celana, dan juga yang hampir selalu ada adalah pengikat kepala. Masing-masing dari itu memiliki keunikan yang berbeda. Masing-masing dari itu memiliki cerita bersejarah dibaliknya. Filosofi yang berbeda, namun dengan nilai estetika tinggi di setiap bagiannya. Pengikat kepala, alas kepala, topi, atau apa pun kalian menyebutnya, menjadi salah satu bagian penting pada sebuah pakaian tradisional. Blangkon dari Jogja, Iket dari Jawa Barat, dan Lacak dari Jambi. Ada pula bentuk ikat kepala yang berasal dari Bali. Sebagian orang tidak tahu namanya, sebagian orang tidak bisa membedakannya. Tetapi sebenarnya ikat kepala ini memiliki bentuk yang sangat berbeda, dengan filosofi unik di dalamnya. Udeng namanya. Udeng? Hewan? Makanan? Bukan. Udeng adalah sebuah bagian dari pakaian adat Bali yang diikat di bagian kepala yang digunakan oleh kaum laki-laki. Udeng umumnya dipakai di berbagai upacara adat dan ke...
Janur merupakan simbol/ lambang sedang berlangsungnya pernikahan. Janur biasa digunakan oleh masyarakat Jawa dan Bali dan telah berlangsung berabad silam. Janur kuning terbuat dari daun muda tanaman palma sepeti kelapa, enau dan rumbia dan di untai seperti umbul umbul. Namun belakangan ini kreasi janur semakin berkembang. Di Bali, pemanfaatan janur lebih luas lagi. Rangkaian janur yang disebut penjor biasanya digunakan dalam upacara penduduk setempat. Berbeda dengan di Bali, masyarakat Jawa menganggap Janur sebagai sumber kebahagian dan di olah menjadi beragam bentuk dan fungsi. Ada 3 teknik utama dalam rangkaian janur, yaitu melipat, mengiris dan menganyam. sumber: mahligai-indonesia.com
Buketan berarti seikat bunga dan nama ini diambil dari bahasa Perancis. Motif batik ini sebenarnya sudah lama diproduksi di Indonesia, yaitu pada tahun 1880 oleh seorang pengusaha batik yang mempunyai darah Belanda bernama Cristina Van Zuylen. Motif batik Bali Buketan ini mempunyai motif berupa tanaman bunga atau tumbuhan-tumbuhan kecil yang tersusun sepanjang lebar kain dengan hiasan tambahan berupa kupu-kupu, burung hong, burung bangau, dan juga selulur yang menambah nilai artistic dari motif batik tersebut. Sumber : https://infobatik.id/motif-batik-bali-buketan/
Masyarakat Indonesia ditengarai baru mulai mengonsumsi tembakau pada awal abad 16. Namun kreativitas masyarakat Indonesia untuk menemukan berbagai cara guna menikmati tembakau memang luar biasa. Selain kretek, yang kini mendominasi produk tembakau Indonesia, masyarakat Indonesia sebelumnya juga sudah memiliki berbagai produk olahan daun tembakau. Mereka memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai inovasi, guna meningkatkan cita rasa dan khasiat daun tembakau. Tradisi menikmati daun tembakau di Indonesia semula memang diperkenalkan oleh orang-orang asing yang menjajah Indonesia. Mereka memperkenalkan tradisi tersebut kepada raja-raja dan kaum bangsawan. Orang Belanda menyebutnya dengan rokken dan orang Indonesia melafalkannya dengan rokok. Rokok adalah rajangan daun tembakau yang dilinting dengan kertas tipis lalu dibakar pada salah satu ujungnya dan dihisap pada ujung yang lain. Kegiatan merokok kemudian menjadi status simbol elite yang hanya dipunyai kalan...
Jatkarma Samskara merupakan upacara kelahiran dari masyarakat Bali. Dalam upacara ini dilantunkan doa-doa agar bayi memiliki masa depan yang baik. Ayah si bayi juga diminta menyentuh serta mencium buah hatinya yang baru lahir, sekaligus membacakan mantera pemberkatan di telinga sang bayi. Mantera tersebut berisi harapan agar kelak buah hatinya menjadi anak yang pintar dan berumur panjang. https://www.orami.co.id/magazine/6-tradisi-merayakan-kelahiran-bayi-yang-hanya-ada-di-indonesia/
Candi Padas terletak di sungai Pakerisan, Dusun Penangka, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.Candi Padas di sebut juga Candi Kawi atau biasa juga di juluki Candi Tebing Kawi. Candi Padas tetap menjadi tempat bersembahyang umat Hindu hingga sekarang. Sumber: https://ilovebudayaindonesia.blogspot.com/2015/05/nama-nama-candi-di-indonesia-beserta_31.html
Ilmu Leak pada dasarnya adalah ilmu kuno kerohanian yang diwariskan para leluhur Hindu di Bali dengan tujuan baik dan mencari pencerahan lewat aksara suci. Namun ilmu putih bisa menjadi hitam tergantung niat orang yang memilikinya. Seperti halnya Ilmu Hitam Leak Desti yang dipengaruhi oleh siluman jahat (setan). Desti adalah perwujudan binatang siluman manusia dalam bentuk binatang yang aneh dan seram. Tingkatan kesaktian ilmu leak ini sebenarnya paling rendah yakni pemiliknya hanya bisa merubah wujudnya dalam bentuk binatang yang aneh dan seram seperti: Menjadi Lelakut yaitu sejenis kadal yang besar berbadan hitam loreng-loreng, berkepala manusia berwajah seram dan hitam, rambutnya terurai, taringnya panjang, giginya runcing, matanya lebar dan menyala keluar api berwarna hijau, mempunyai ekor panjang warnanya loreng hitam putih. Menjadi Bebae yaitu sejenis binatang kambing berbulu putih mulus, mempunyai telinga panjang menjulur kebawah sampai menyentuh tanah. Dan masih banyak...
Pipiltin Cocoa adalah cokelat asal Bali yang sering jadi pilihan oleh-oleh turis lokal mau pun mancanegara. Varian cokelat yang disediakan berupa paraline dan chocolate bar. Harganya berkisar Rp 50-70 ribu. Sumber: https://www.idntimes.com/food/dining-guide/andi-aris/10-cokelat-asli-indonesia-gak-kalah-dari-impor-1/full
Satu keunikan Pod Cokelat yang gak tertandingi adalah penggunaan bunga lontar sebagai pemanisnya. Jadi cokelat satu ini 100 persen gak mengandung gula putih. Selain itu, cokelat asal Bali ini juga menyediakan tur bagi kamu yang ingin belajar proses pembuatan cokelat. Kalau ke Pulau Dewata, wajib banget mengunjungi Pod Cokelat. Sumber: https://www.idntimes.com/food/dining-guide/andi-aris/10-cokelat-asli-indonesia-gak-kalah-dari-impor-1/full