bali
1.639 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tektekan di Desa Kerambitan Tabanan
Ritual Ritual
Bali

Tradisi Tektekan di desa kerambitan tabanan diselenggarakan pada sasih kesanga yang dimana latar Belakang dari “Sasih Kesanga” merupakan sasih transisi, sasih yang dipandang oleh masyarakat bali merupakan sasih yang wayah dan kurang baik untuk padewasaan. Pada periode sasih kapitu, kawulu, dan kasanga biasanya masyarakat kebanyakan sudah mulai mengadakan parerebuan (penetralisir) dimasing-masing kahyangan desa tepatnya pada tilemnya. Pada sasih kesanga ini pula ditandai dengan mulainya binatang seperti anjing melakukan masa birahinya, setiap malam mulai berkumpul pada persimpangan jalan dengan suara yang melolong-lolong, berkelahi merebut betinanya. ltulah salah satu ciri bahwa sasih kesanga dikatakan sasih wayah, sehingga pada tilem kesanga (pangerupukan), pada masing-masing desa adat mengadakan upacara caru yang disebut Tawur Kasanga. Sudah menjadi tradisi yang tumbuh dan berkelanjutan untuk menetralisir kekuatan-kekuatan negatif (bhuta kala), dengan cara ” N e k t e k”, yang biasa...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tradisi Omed-omedan
Ritual Ritual
Bali

Omed-omedan dalam bahasa Indonesia berarti tarik-menarik. Acara omed-omedan biasanya digelar sehari setelah perayaan Hari Raya Nyepi. Salah satu desa yang masih menyelenggarakan acara ini adalah Desa Sesetan, Denpasar, Bali. Para anak muda berusia 17-30 tahun di desa ini yang belum menikah akan turut berpartisipasi dalam acara omed-omedan. Omed-omedan, saling kedengin, saling gelutin. Diman-diman... Omed-omedan, besik ngelutin, ne len ngedengin. Diman-diman... Begitulah penggalan lirik lagu yang dinyanyikan para pemuda dan pemudi Desa Sesetan. Gelut berarti saling berpelukan, diman diartikan sebagai mengungkapkan rasa kasih sayang dengan ciuman, siam yang berarti siram, dan kedengin yang berarti tarik menarik. Ya, inti dari acara omed-omedan ini adalah peluk, cium, siram lalu tarik! Begitu terus, berulang sampai semua pemuda dan pemudi Desa Sesetan mendapatkan giliran. Tradisi Omed-omedan ini bertujuan untuk memperkuat rasa Asah, Asih, dan Asuh antar warga, khususnya warga Banja...

avatar
Widra
Gambar Entri
Hubungan darah di Bali (Kinship in Bali)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

https://press.uchicago.edu/ucp/books/book/chicago/K/bo25832222.html

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Megala-gala
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Megala-gala merupakan permainan yang berasal dari provinsi Bali. Permainan ini tidak hanya ada di daerah Denpasar saja tetapi juga dimainkan di selururh daerah di provinsi Bali Megala-gala berasal dari satu suku kata yaitu gala yang artinya rintangan. Dalam permainan satu regu harus melewati suatu rintangan dari regu lain atau lawan untuk mencapai tujuannya. Adapun kesan yang ingin ditampilkan dalam permainan megala-gala ini adalah agar kita dapat merasakan kembali dan mengingatkan bagaimana keseruan dan kegembiraan dalam permainan tradisional yakni megala-gala. Fenomena tersebut diimplementasikan dalam garapan tabuh kreasi baru yang masih mengacu pada konsep garap musik tradisi dengan mengedepankan keutuhan, harmonisasi dalam karya dengan tetap berpijakan pada tradisi yang ada.

avatar
Widra
Gambar Entri
Atraksi Lukat Gni
Ritual Ritual
Bali

Beragam cara dilakukan masyarakat Bali dalam menyambut hari raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941. Selain mengarak ogoh-ogoh, ada juga yang menggelar tradisi di desanya masing-masing. Seperti terlihat di Desa Paksebali, Dawan, Klungkung. Menjelang pergantian Tahun Caka, warga Puri Satria Kawan melaksanakan tradisi “Lukat Gni” atau Perang Api. Tradisi ini digelar secara turun-menurun pada malam pangerupukan. Hanya, kali ini tradisi tersebut tidak dipusatkan di Catus Pata Desa Paksebali, melainkan digelar di Merajan Agung. Sejumlah pemuda Puri Satria Kawan, Desa Paksebali terlihat bersiap melaksanakan tradisi lukat gni sekitar pukul 20.00 wita. Setelah Ida Sesuhunan di Pura Merajan Agung Puri Satria Kawan masolah (menari), beberapa pemuda Satria Kawan mulai naik ke utama mandala pura merajan. Lukat Gni merupakan sebuah prosesi peperangan dengan sarana api. Bahan yang digunakan berupa daun kelapa kering. Setelah diikat daun kelapa kering tersebut dibakar dan kemudian dipukul-pukulkan oleh ma...

avatar
Widra
Gambar Entri
Gocek Taluh
Ritual Ritual
Bali

Gocek taluh artinya mengadu telur. Tradisi ini digelar di Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali. Dilaksanakan di pinggir jalan desa sore hari yang biasa dilakukan saat Tilem sasih Kasa. Sebelum dilaksanakan prosesi megocek taluh, pagi harinya ada tradisi masegeh. Masegeh ini merupakan tradisi menuntun anak sapi (godel) keliling desa yang diikuti oleh warga laki-laki dengan membawa pohon bongkot (kecomrang) dihias. https://bali.tribunnews.com/2019/01/21/tribun-wiki-15-tradisi-unik-di-karangasem-ada-yang-berebut-daging-ayam-hingga-mengadu-telur

avatar
Widra
Gambar Entri
Tradisi Narat
Ritual Ritual
Bali

Tradisi narat atau daratan juga ada di Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem. Tradisi ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan Usaba Puseh yang dilaksanakan setiap setahun sekali selama enam hari. Dalam sekali Usaba Puseh, daratan digelar dua kali yakni hari ketiga dan hari terakhir. Tradisi narat ini dilakukan oleh warga yang dalam kondisi kerauhan dengan memikul joli yang dihias dengan daun braksok dan keris. Saat suara gambelan bertalu-talu dan kencang, mereka akan berlari dan menebas tangan, punggung, maupun dada dengan keris. sumber: https://bali.tribunnews.com/2019/01/21/tribun-wiki-15-tradisi-unik-di-karangasem-ada-yang-berebut-daging-ayam-hingga-mengadu-telur?page=2 .

avatar
Widra
Gambar Entri
Tradisi Ngrekes
Ritual Ritual
Bali

Di Desa Pakraman Muntigunung, Kubu, Karangasem ada tradisi Ngrekes. Tradisi ini merupakan suatu upacara keagamaan yang dilaksanakan dalam sebuah keluarga, khusunya bagi masyarakat yang sudah masuk dalam ikatan berkeluarga atau masyarakat yang sudah menikah. Tradisi ini sudah dilaksanakan secara turun-temurun dan menjadi kepercayaan masyarakat Desa Pakraman Muntigunung untuk mengajukan permohonan keselamatan agar terhindar dari hal-hal yang tidak baik sehingga dapat hidup sejahtera dalam kehidupan ini. Jika pada umumnya pernikahan yang dilaksanakan oleh masyarakat Bali yang beragama Hindu pasca pernikahan telah ada rentetan upacara yang dilakansanakan oleh masyarakat seperti halnya diawali dengan upacara Mebyekala- Byakaon yaitu upacara proses penyucian atau pengesahan suatu perkawinan serta melalui berbagai tahap yang disebut dengan Tri Upasaksi, namun di Desa Pakraman Muntigunung dalam sebuah pernikahan memang sudah ada tahapan-tahapan upacara yang sudah dilaksanakan. Namun unik...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tradisi Daa Malom
Ritual Ritual
Bali

Daa Malom merupakan tradisi yang dilaksanakan di Desa Ngis, Manggis, Karangasem. Acara ini dilaksanakan sebagai rangkaian dari Usaba Pusah di Desa Ngis. Dua orang gadis kecil yang masih suci dan belum menatruasi akan dirias. Mereka juga menggunakan gelungan janur yang. Mereka berdua akan menari di tengah pura. Tradisi ini merupakan tradisi sakral di Desa Ngis. sumber: https://bali.tribunnews.com/2019/01/21/tribun-wiki-15-tradisi-unik-di-karangasem-ada-yang-berebut-daging-ayam-hingga-mengadu-telur?page=4

avatar
Widra