budaya
4.809 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Sasirangan
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Kalimantan Selatan

Sasirangan adalah kain adat banjar yang didapat dari proses pewarnaan rintang dengan menggunakan bahan perintang seperti tali, benang atau sejenisnya menurut corak-corak tertentu. Desain/corak didapat dari teknik-teknik jahitan dan ikatan yang ditentukan oleh beberapa faktor, selain dari komposisi warna dan efek yang timbul antara lain : jenis benang/jenis bahan pengikat. Upaya untuk melindungi budaya Banjar ini, telah diakui oleh pemerintah melalui Dirjen HAKI Departemen Hukum dan HAM RI

avatar
Muhammad Zairullah
Gambar Entri
Astana Gede Kawali
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Peninggalan kejayaan Kerajaan Galuh pada abad ke-14 Masehi masih dapat kita temui di situs Astana Gede Kawali. Keunikan dari peninggalan arkeologis yang terdapat di komplek situs tersebut ialah terdapat pengaruh tiga kebudayaan yang berbeda, yaitu budaya lokal, budaya Hindu, dan Islam. Beberapa tinggalan arkeologis yang ada antara lain 6 buah batu prasasti, 3 buah batu menhir, dan 11 buah makam. Astana Gede Kawali terletak di lahan seluas 5 hektar. Lokasinya berada di kaki Gunung Sawal dan bentang alamnya masih dikelilingi pepohonan yang rindang dan tinggi. Hal ini membuktikan bahwa lingkungan di sekitar situs masih terhindar dari ancaman kerusakan. Konon situs dinamakan Astana Gede karena terdapat sebuah makam yang ukurannya besar, panjang sekali dan berbeda dengan makam-makam lain pada umumnya. Dalam bahasa Sunda, astana berarti makam dan gede berarti besar. Namun ada pula yang berpendapat bahwa Situs Astana Gede merupakan tempat dimakamkannya orang-orang besar, atau dalam bahasa Su...

avatar
Anindyajati
Gambar Entri
Resep "Sop Janga Kampo" (Sup Ayam Kampung) Khas Bima-Nusa Tenggara Barat
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Barat

Musim hujan telah tiba, cuaca dingin selalu membuat perut ini keroncongan dan pastinya butuh hidangan makanan yang hangat-hangat nih.. Yap! buat kalian Sobat Budaya, berikut ini kita akan bagikan resep makanan yang bisa menghangatkan tubuh dikala cuaca dingin datang looh.. Selain menghangatkan makanan ini juga sangat menyehatkan karena bahan-bahan yang digunakan terdiri dari berbagai macam rempah. Makanan ini berasal dari Daerah Bima-Nusa Tenggara Barat yaitu "Sop Janga Kampo" yang artinya Sup Ayam Kampung. Berikut ini cara membuatnya, Bahan-bahan yang dibutuhkan : 1 ekor ayam kampung yang sedang besarnya, lebih enak kalau ayam betina tapi yang muda, yang baru 1 atau 2x bertelur,  2 lembar daun seledri,  2 ltr air untuk merebus ayam.  Bumbu yang dihaluskan:  15 – 20 butir lada, 2 siung bawang putih,  3 butir bawang merah,  ½ ruas jari jahe,  1 sendok...

avatar
Cahyaningtiasbiza
Gambar Entri
Indramayu Kota Budaya
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Serba-serbi budaya Indramayu

avatar
Ashfihani
Gambar Entri
Batu Trong-Trong
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Banten

Batu Trong Trong atau masyarakat sekitar menyebutnya sebagai batu kentongan, sekilas nampak seperti bentuk sebuah “kentongan”. Fungsi sebenarnya dari batu ini tidak diketahui secara pasti karena sudah tidak berada lagi dalam kontek budaya masyarakat pendukungnya. Namun ada banyak kemungkinan mengenai fungsi batu ini, bisa sebagai peti kubur batu atau sebagai lambang kesuburan serta bentuknya yang menyerupai alat kemaluan wanita. Batu ini terbuat dari batuan beku andesit dengan tinggi ±42 cm dan lebar ±22 cm. Batu Trong Trong ini terdapat di Kampung Batu Ranjang, Desa Batu Ranjang, Kecamatan Cimanuk, kurang lebih 57 km dari Ibu Kota Provinsi Banten atau sekitar 22 km dari Ibu Kota Kabupaten Pandeglang. Peti kubur batu merupakan bagian dari tradisi megalitik pada masa bercocok tanam. Pada masa ini dikenal budaya adanya tradisi penguburan sekunder, yakni ketika jasad si mati telah tinggal tulang belulang, kemudian dipindahkan ke dalam wadah berupa peti kub...

avatar
Umukurotaa
Gambar Entri
Batu Sorban
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Banten

Tidak jauh dari lokasi Arca Sang Hyang Dengdek, tepatnya di Kampung Cisata, Desa Sang Hyang Dengdek, Kecamatan Cisata terdapat beberapa buah batu dengan bentukan yang unik menyerupai bentuk cakram dengan satu buah batu kecil yang menonjol pada bagian atasnya. Masyarakat sekitar menamakan batu ini dengan sebutan Batu Sorban, mungkin karena bentuknya yang menyerupai sorban. Batu-batu tersebut tersebar tidak beraturan di lokasi ini. Ukuran batu sorban ini rata-rata berdiameter ±30 cm dengan ketebalan berkisar ±10,5 cm dan tersebar di areal seluas ±2 m 2 . Keadaan batu ini relative baik tetapi kurang terurus. Kondisi jalan berbatu dengan ukuran jalan setapak harus dilalui untuk sampai di lokasi Batu Sorban. Jarak dari Ibu Kota Provinsi Banten sekitar 62 km atau 39 km kea rah selatan ibu kota Pandeglang.   Sumber: Dalam buku “Dokumentasi Benda Cagar Budaya dan Kepurbakalaan Provinsi Banten Tahun 2011, cetakan III”, Dinas Budaya dan Par...

avatar
Umukurotaa
Gambar Entri
Sanghyang Heulut
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Banten

Di lereng Gunung Pulosari, tepatnya di Kecamatan Cisata, Desa Sang Hyang Dengdek, Kecamatan Saketi, ditemukan peninggalan megalitik dalam bentuk komplek menhir terkonsentrasi yang disebut Sanghyang Heuleut, didekatnya berdiri menhir-menhir kecil. Ada satu buah menhir berukuran paling besar dengan tinggi ± 130 cm. Belum dapat dipastikan apakah batu ini telah mengalami modifikasi oleh masyarakat pendukung kebudayaan megalitik ini, atau batu alam yang ditata sedemikian rupa untuk pemujaan. Jarak dari Ibu Kota Provinsi Banten sekitar 62 km atau 39 km dari kota Pandeglang. Sumber: Dalam buku “Dokumentasi Benda Cagar Budaya dan Kepurbakalaan Provinsi Banten Tahun 2011, cetakan III”, Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Banten, halaman 9.

avatar
Umukurotaa
Gambar Entri
Sanghyang Dengdek
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Banten

Sanghyang Dengdek merupakan peninggalan tradisi megalitik berbentuk arca dengan bentuk yang sederhana, berbentuk manusia. Pada bagian atas berbentuk seperti kepala/wajah manusia yang terdiri dari: mata bulat, mulut hanya berupa goresan, telinga dibuat tipis dan hidung tidak nyata, kedua tangan menjulur ke arah perut tetapi alat kelamin tidak nampak (Guillot, 1996:100). Karena bentuknya yang agak membungkuk, arca ini sering pula diberi julukan “Si Bungkuk Yang Terpuja”. Arca ini berukuran tinggi ± 75 cm. Arca semacam ini dikategorikan ke dalam tipe arca megalitik yang belum menggambarkan sebuah karya seni yang tinggi. Arca megalitik ini diduga berkaitan dengan pemujaan nenek moyang, dengan anggapan bahwa arca tersebut merupakan pesonifikasi dari orang yang telah meninggal dan sekaligus sebagai sarana pemujaan arwah. Lokasi benda cagar budaya ini berada di Kampung Cipurut, Desa Sang Hyang Dengdek, Kecamatan Saketi, ± 61 km dari Ibu Kota Provinsi Banten at...

avatar
Umukurotaa
Gambar Entri
Batu Bergores
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Banten

Batu Bergores Cidaresi adalah sebuah batu monolit megalitik yang memiliki goresan-goresan pada sisi batu yang berbentuk segitiga dengan goresan lain. Berbentuk lubang di tengah, sehingga dianggap menyerupai alat kelamin wanita, karena itu oleh penduduk setempat dinamakan “Batu Tumbung” yang berate alat kelamin wanita. Batu bergores yang berukuran sekitar 110 cm x 70 cm ini terletak di tengah persawahan penduduk, diduga dahulu digunakan sebagai sarana atau media pemujaan dan diasumsikan juga sebagai gambaran atau simbol kesuburan dan atau sebagai lambing kesucian. Kesuburan merupakan salah satu pengharapan dari masyarakat yang hidup bercocok tanam dan beternak, mereka percaya bahwa tanaman dan ternak mereka sangat bergantung dari perlakuan mereka terhadap arwah nenek moyangnya. Dalam proses ritualnya diadakan symbol-simbol yang terkait dengan kesuburan. Demikian pula halnya dengan batu bergores Cidaresi yang juga diasumsikan sebagai simbol kesuburan. Batu bergores...

avatar
Umukurotaa