Pindang tetel adalah makanan khas pekalongan yang berasal dari desa Ambokembang, Kedungwuni, Pekalongan. Meskipun bernama pindang tetel , masakan ini lebih mirip rawon dan dibuat dari tetelan daging iga sapi, bukan ikan pindang. Pindang tetel merupakan sayur berkuah berisi tetelan daging sapi dan irisan daun bawang dengan bumbu pindang dicampur kluwek sehingga menyerupai rawon. Masakan ini disajikan dengan kerupuk merah dan kuning yang digoreng dengan pasir. Pindang tetel tidak cocok disajikan dengan kerupuk yang digoreng dengan minyak karena merusak cita rasanya. Pada mulanya, masyarakat Ambokembang hendak memanfaatkan hasil bumi kluwek dari daerah mereka. Saat mereka memadukan kluwek dengan tempe dan tahu, rasa masakan yang dihasilnya kurang enak. Akhirnya mereka menggunakan daging sapi dan ternyata rasanya enak, terutama bila daging sapi dipotong kecil-kecil (bahasa Jawa: ditetel-tetel ). Selanjutnya, masyarakat Ambokembang menyebutnya Pindang Tetel . &nb...
Bakpia khas Tegal yg tampilannya hampir sama dengan bakpia umumnya. Bedanya, pianya lebih padat, lebih renyah, dan lebih gurih. Untuk ukurannya pun lebih besar. Latopia yang terkenal dapat dibeli di Jl. Paweden kota Tegal. RM/Toko yang Menyediakan: Pia Argasari Cake Shop Address: Jalan Veteran No.46, Tegalsari, Tegal Bar., Kota Tegal, Jawa Tengah 52111 Phone: (0283) 325095 Sumber: http://tegalkotane.blogspot.co.id/2014/06/nama-jajanan-dan-tempat-jajanan-enak-di.html
Makna Lagu Cempa rowa ini merupakan salah satu hewan yang ditungganggi atau yang digunakan dalam pedalangan, biasanya cempa rowa ini diiringi dengan gendhing-gendhing jawa.Selain itu biasanya cempa rowa ini berkaitan dengan jaran atau kuda bisa saja di artikan mirip kuda. Lagu ini juga menggambarkan seekor jaran yaitu jaran bopong, jaran bopong ini di dalam pewayangan kesenian jawa biasanya digunakan sewaktu semar dan bagong keluar atau masuk dalam pertunjukan. Dan disertai dengan iringan gamelan, lagu ini merupakan lagu yang menggambarkan cerita lelucon dan mengabarkan semua orang bergembira riya. Cempa rowa ini merupakan seekor binatang yang sangat kecil kurus hingga tak kuat berjalan, apa sih yang di makan binatang itu sampai- sampai berjalan aja montang-manting. Diibaratkan jaran yaitu jaran bopong, jaran yang tidak bisa berjalan ditambah di tunggangi semar dan bagong, tokoh semar dan bagong dalam pewayangan kan besar dan gemuk sekali sehingga...
Latopia merupakan nama lain dari laktopia. Bakpia khas Tegal yg tampilannya hampir sama dengan bakpia umumnya. Bedanya, pianya lebih padat, lebih renyah, dan lebih gurih. Untuk ukurannya pun lebih besar. Latopia yang terkenal dapat dibeli di Jl. Paweden kota Tegal. RM/Toko yang Menyediakan: Toko Oleh-Oleh Khas Tegal Deli Address: Jalan KH. Wahid Hasyim, Mangkukusuman, Tegal Timur, Mangkukusuman, Tegal Tim., Tegal, Jawa Tengah 52131 http://tegalkotane.blogspot.co.id/2014/06/nama-jajanan-dan-tempat-jajanan-enak-di.html
Bakpia khas Tegal yg tampilannya hampir sama dengan bakpia umumnya. Bedanya, pianya lebih padat, lebih renyah, dan lebih gurih. Untuk ukurannya pun lebih besar. Latopia yang terkenal dapat dibeli di Jl. Paweden kota Tegal. http://tegalkotane.blogspot.co.id/2014/06/nama-jajanan-dan-tempat-jajanan-enak-di.html
Lir Ilir Provinsi Jawa Tengah Lir ilir lir ilir tandure wong sumilir Tak ijo royo royo Tak sengguh panganten anyar Cah angon cah angon penekna blimbing kuwi Lunyu lunyu penekna kanggo mbasuh dodotira Dodotira dodotira kumintir bedah ing pinggir Dondomana jrumatana kanggo seba mengko sore Mumpung padang rembulane Mumpung jembar kalangane Sun suraka surak hiyo Sumber:https://liberdaryandi.wordpress.com/category/lirik-lagu-tradisional-indonesia/
“Teja tirta atmaja nata rahwana. Suteng indra prajane sri bumantara. Sun watara lamun sira darbe tresna. Kawistiwa gones wicarane kawistiwa kawu ana tilik sumarah nyang hyang Suksma.” “Dhuh biyung emban, wayah apa iki? Rembulan wus ngayom, anggegana prang abyor lintangé. Titi sonya, puspita kasilir, maruta wis kingis, sumrik gandanya rum.” “Kados Gusti, sampun tengah ratri, pangintening batos.” “Iya kok durung rawuh mréné, Gusti kakung, ratuné wong sigit. Apa cidrèng janji, dora mring wak ingsun.” [dhuh emban, sekarang sudah pukul berapa?, rembulan sudah bersinar dengan terang benderang mengayomi bumi, Bintang-bintang beterbangan dan menyebar diangkasa, Saat sepi terasa bunga-bunga yang tersapu angin, harum aromanya.] [Sepertinya sudah tengah malam, Gusti Putri] [tet...
Festival dugderan, berasal dari perpaduan bunyi dugdug dan bunyi meriam yang diasumsikan dengan derr yang mengikuti, merupakan penanda bahwa bulan puasa telah datang yang ditandai dengan arak-arak warak ngendok, bintang rekaan yang bertubuh kambing, berkepala naga dan memiliki kulit sisik emas. Festival dugderan yang telah dimulai sejak masa kolonial merupakan tradisi unik yang digelar di kota Semarang yang juga dinantikan para wisatawan yang ingin melihat langsung dugderan yang hanya ada di kota lumpia ini dan dipusatkan di daerah Simpang Lima.
Tanaman jarong memiliki nama lokal antara lain jarongan, jarong lalaki (Jawa), siu insui, sangko hidung (Sulawesi), rai-rai dodinga (Maluku). Nama latinnya Achyranthes aspera , dari famili Amaranthaceae. Tanaman setinggi 1 m ini merupakan terna tahunan. Batangnya bercabang banyak warna hijau kemerahan. Daunnya tunggal bentuk bulat telur dan lonjong. Bunganya seperti tandan warna hijau. Tanaman jarong tersedia di balai pembibitan tanaman herbal/ obat. Bagian yang digunakan sebagai obat : Seluruh bagian tanaman, akar. Khasiat jarong :Memiliki efek memperkuat otot, tulang, ginjal, juga antitoksin, antiinflamasi, peluruh air seni, mempermudah persalinan. Banyak digunakan sebagai obat demam, panas, malaria, gondongan, radang paru-paru, rematik, kencing batu , infeksi ginjal, sakit waktu haid, muntah darah, bisul. Resep herbal sederhana : 1. Gondongan : Akar secukupnya direbus, airnya diminum. Akarnya digiling halus lalu ditempelkan pada g...