2.235 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kikkiri' (kikir)
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Kikkiri' (kikir), digunakan sebagai alat untuk membuat tajam bilah senjata serta menghaluskan hasil produksi senjata. Kikir ini ada yang berbentuk gepeng dengan kedua belah sisi nya rata. Ada pula jenis kikir yang berbentuk bundar. Sumber: Buku Senjata Tradisional Sulawesi Selatan https://play.google.com/books/reader?id=hJ6KCgAAQBAJ&pg=GBS.PA53

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Paccipi (jepitan)
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Selatan

Paccipi (jepitan) terbuat dari besi. Kegunaannya ialah untuk menjepit besi atau logam yang dipanaskan, baik pada saat sedang dikabakr maupun pada saat ditempah di atas lanreseng (landasan).   Sumber: Buku Senjata Tradisional Sulawesi Selatan https://play.google.com/books/reader?id=hJ6KCgAAQBAJ&pg=GBS.PA53

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Betele
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Betele (betel), adalah alat untuk memotong besi. Bahannya terbuat dari jenis baja yang kuat. Dalam upaya mengintensif kan serta mengefektifkan penggunaan betel, para pandai besi di daerah Bone memasang besi betel pada celah antara dua batang bambu atau kayu berukuran kecil. Pada bagian sebelah menyebelah besi betel dililit dengan rotan ataupun tali, kawat dan bahan lainnya yang cukup kuat, sehingga besi betel tersebut dapat berfungsi dengan baik (tidak mudah goyah atau tanggal). Jelasnya, lihat gambar di bawah ini:   Sumber: Buku Senjata Tradisional Sulawesi Selatan https://play.google.com/books/reader?id=hJ6KCgAAQBAJ&pg=GBS.PA53

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Palu-palu
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Palu-palu (palu, martil), terbuat dari baja dan gagangnya dari kayu. Alat ini dipergunakan untuk menempah besi ataupun jenis logam lainnya yang telah dipanaskan. Beberapa jenis peralatan pandai besi yang masih digunakan sampai sekarang dapat dilihat dalam foto di bawah ini.   Sumber: Buku Senjata Tradisional Sulawesi Selatan https://play.google.com/books/reader?id=hJ6KCgAAQBAJ&pg=GBS.PA55

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Lagu Ati Raja
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sulawesi Selatan

Lagu ini diciptakan oleh seorang musisi Tionghoa bernama Hoe eng Djie yang juga menciptakan lagu-lagu Daerah Sulawesi Selatan lainnya, seperti "Anging Mamiri," "Anak Kukang," dan "Ammac Ciang." Lagu Ati Raja sarat dengan Penuh makna yang mengucapkan rasa Syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Di dalamnya juga menyampaikan kepada kita tentang bahwa tuhan itu Hanya satu (Esa). Liriknya: Jailebang ni rampe i bau Ati Raja to sunggua ri pau pau kodong Raja le ala ni ani puji ati ati raja Ni a tom mo ni calla dodu Puna ni a to sunggu bau Ati Raja nata ena Raja le allara panji sero ati ati raja Kek ke kini pela tomi Laku apa mi sunggu ta bau Ati Raja nama jai balla batu ta kodong Raja le ala puna kodia ati ati raja Keleleang mange mange bau mange mange bau Inti dari lagu ini adalah untuk menyampaikan bahwa jika kita dalam masalah atau memiliki keinginan, Tuhan adalah tempat kita meminta dan memohon.

avatar
Oskm18_siths_rakha
Gambar Entri
'Mabaca Doang' dan 'Massiara Kuburu'
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

ada tradisi yang dianggap masih melekat kuat ditengah masyarakat suku bugis pada saat ini yaitu "mabaca doang" dan "massiara kuburu". Mabaca doang sendiri dilakukan malam hari sebelum esoknya melaksanakan Sholat Id. sebagian masyarakat desa dan pedalaman suku bugis untuk menjalangkan tradisi dari nenek moyang yang berguna untuk mengirimkan doa kepada sanak keluarga yang telah mendahului ke hadirat tuhan(meninggal dunia) yang prosesinya menyiapkan makanan seperti sokko,ayam,ketam,udang dan sebagainya dan memanggil tuan guru(katakanlah orang tua kampung,yang dituakan,imam) dengan media dupa,hal ini sendiri dilakukan sebagai bentuk mengingat dan mendoakan walaupun itu lepas dari sisi keagamaan dari banyak pihak. Sementara setelah melaksanakan Sholat Id warga mendatangi kuburan sanak familinya untuk sekedar menyapa dengan doa,membersihkan,bersama dengan keluarga dan ini oleh sebagian warga merupakan satu rangkaian tradisi wajib dalam setiap bulan suci baik ramadhan maupun idhul adha nanti...

avatar
Aaa
Gambar Entri
Patung TauTau
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Tau tau merupakan kegiatan membuat patung yang dipahat dari kayu dan berasal dari tanah Toraja. Kata Tau sendiri berarti "manusia", sedangkan pengulangan kata tau tau mencerminkan "sesuatu yang menyerupai manusia". Oleh sebab itu patung ini merupakan personifikasi dari orang yang sudah meninggal. biasanya patung ini dibuat dari pohon nangka atau manglassak bagi kalangan bangsawan, bambu bagi masyarakat kalangan rendah, kayu cendana bagi masyarakat kelas menengah pengrajin patung ini juga tidak bisa sembarangan, karena pengrajin patung harus bekerja dekat dengan jenazah tersebut agar hasilnya benar benar mirip dengan jenazah. Pembuatannya sendiri mejelaskan bahwa ketika sesorang meninggal mereka akan memasuki alam baka atau yang disebut Poyo oleh warga sekitar. nah, mereka hanya bisa memasuki poyo ketika melewati upacara pemakaman dengan benar sesuai dengan status sosial. maka itu, patung yang dibuat juga disesuaikan dengan status sosial mereka. Nah dengan adanya patung ini m...

avatar
OSKM18_16618304_paskasius
Gambar Entri
Silariang
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Silariang, adalah pilihan terakhir dari suatu pasangan yang ingin menikah atau melaju ke jenjang berikutnya, hal ini terjadi pada suku bugis makassar ketika suatu pasangan tidak direstui oleh salah satu atau kedua orang tuanya, namun yang namanya cinta apapun akan dilakukan sehingga silariang menjadi pilihan bagi pasangan tersebut untuk tetap nempertahankan cintanya Silariang termasuk dalam perbuatan annyala. Annyala dalam bahasa Makassar berarti berbuat salah, sebuah pilihan salah yang diambil sepasang kekasih ketika cinta mereka tidak drestui oleh keluarganya Silariang atau kawin lari .  Kondisi di mana sepasang kekasih yang tak mendapat restu untuk kawin atau dalam artian keduanya melakukan kawin lari tanpa paksaan salah satu pihak. Ketika si anak gadis menjatuhkan pilihan untuk annyala atau silariang maka seketika itu juga dia dianggap mencoreng muka keluarganya dan menjatuhkan harga diri keluarga besarnya atau disebut&nb...

avatar
OSKM2018_16718447_SalmanAchmad
Gambar Entri
"Badong" Lagu Pemakaman Toraja
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sulawesi Selatan

Salah satu nyanyian asli yang berasal dari leluhur masyarakat Toraja yang terkenal adalah 'badong'. Badong tidak mempunyai arti dalam bahasa Indonesia karena nyanyian ini hanya ada di Toraja. Badong adalah nyanyian yang khusus di nyanyikan dalam upacara pemakaman atau kematian. Lirik dalam lagu badong berisi kata kata untuk mengantar arwah orang yang telah meninggal ke alam baka sesuai dengan kepercayaan yang ada dalam agama 'aluk to dolo' yakni agama asli yang ada di Toraja. Badong dilakukan oleh banyak orang yang membentuk lingkaran sambil berpegangan tangan dan dipandu oleh seorang pemimpin badong. Mereka mengenakan pakaian serba hitam dan melakukan tarian sambil bernyanyi Badong. Mereka mengumandangkan lagu ini selama pesta upacara kematian berlangsung. Lagu ini dinyanyikan secara akapela maupun dengan iringan alat musik semacam gendang. Nada yang digunakan cenderung minor dan suram. OSKMITB2018

avatar
Oskm18_16718229_ferdinand