Tari Pattennung merupakan tari tradisional dari Sulawesi Selatan. Tari Patenung menggambarkan wanita-wanita asal Sulawesi selatan yang sedang menenun. Tarian Pattenung ini menggambarkan pula kesabaran dan ketekunan serta bagaimana gigihnya para perempuan Toraja Sulawesi Selatan yang menenun benang menjadi kain. Adapun penari pattennung menggunakan pakaian adat khas Sulawesi Selatan yaitu berupa baju bodo panjang, lipaq sabbe (sarung), curak lakba, serta hiasan bangkara, rante ma’bule, pontoyang digunakan dalam tari pattenun. Adapun properti yang digunakan berupa sarung lempar. Tarian Pattennung ini diiringi oleh iringan instrumen musik tradisional suling dan gendang.
Dakon adalah salah satu jenis permainan yang dapat dimainkan oleh anak-anak laki-laki maupun perempuan. [1] Bahkan, dakon bisa juga dimainkan oleh orang dewasa sebagai sarana rekreasi . [1] Dakon sebenarnya adalah alat untuk bermain congklak . [2] Alat ini terbuat dari kayu dengan panjang 50 cm, lebar 20 cm, dan tebal 10 cm. [1] Bagian atas kayu ini diberi lubang dengan 5 cm untuk diameternya dan 3 cm untuk dalamnya. Jumlah lubang dakon minimal 12 buah. [1] Permainan ini membutuhkan biji dakon. [1] Biji dakon ini bisa menggunakan biji sawo kecil atau sawo manila, atau pun kelereng kecil. [1] Bermain dakon dimungkinkan tanpa kayu sebagai arena. [1] Dakon bisa dimainkan di atas tanah dengan membuat lubang-lubang kecil di tanah sejumlah 12. [1] Permainan dakon di tanah biasanya menggunakan batu -batu kecil sebagai bijinya. [1] J...
Tari Ma'randing adalah tarian tradisional Sulawesi Selatan yang dipentaskan pada pemakaman besar (biasanya orang dengan kasta tinggi). Para penari menggunakan pakaian perang tradisional dan senjata. Tari ini secara mendasar adalah sebuah tari partriotik atau tari perang. Kata ma'randing sendiri berasal dari kata randing yang berarti "mulia ketika melewatkan". Tari ini menunjukkan kemampuan dalam memakai senjata tradisional Sulawesi Selatan dan menunjukkan keteguhan hati serta kekuatan seseorang yang meninggal selama hidupnya. Tarian Ma'randing dibawakan oleh beberapa orang yang setiap orangnya membawa perisai besar, pedang dan sejumlah ornamen. Setiap objek menyimbolkan beberapa makna. Perisai yang dibuat dari kulit kerbau (bulalang) menyimbolkan kekayaan, karena hanya orang kaya yang memiliki kerbau sendiri. Pedang (doke, la'bo' bulange, la'bo' pinai, la'bo' todolo) menunjukkan kesiapa untu...
Tarian Pa'pangngan merupakan tarian tradisional Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh gadis-gadis cantik memakai baju hitam atau gelap dan menggunakan ornamen khas Toraja seperti kandaure. Pangngan Ma adalah menari saat menerima tamu-tamu terhormat yang menyambut dengan kata-kata Tanda mo Pangngan mali'ki , yaitu: Kisorong sorong mati ' Solonna pengkaboro'ki ' Rande pela'i toda Mala'bi tanda Kiala ' Ki po Rannu matoto Kata panggan sendiri berarti sirih dimana kata-kata dan penawaran sirih menunjukkan nilai ditempatkan pada kunjungan dan menegaskan bahwa para tamu telah diterima dan sekarang dianggap sebagai bagian dari masyarakat Toraja. Penawaran ini secara simbolis diungkapkan oleh masing-masing penari memegang sirih (pangngan) yang, dalam perjalanan tarian, ditempatkan dalam kantong di depan mereka. Kantong tersebut dikenakan oleh wanita lansia kebanyakan di desa-desa dan mengandung bahan untuk sirih mengu...
Pajoge adalah  sejenis tarian yang berasal dari Sulawesi Selatan, baik Bugis maupun Makassar. Tari Pajoge biasanya ditampilkan dalam istana atau kediaman kalangan ningrat oleh gadis yang berasal dari kalangan rakyat biasa. Pada mulanya tarian ini hanya merupakan hiburan bagi kaum lelaki. Para penonton, biasanya dari kalangan ningrat, duduk dalam lingkaran. Para penari menari melingkar. Setiap penari menari seorang diri sambil menyanyi dan mencari pasangannya di antara penonton. Lalu dia akan memberi daun sirih kepada lelaki yang sudah dipilihnya. Lelaki tersebut akan menari dengan sang gadis. Demikian Pajoge berfungsi sebagai tarian hiburan, juga merupakan alat penghubung antara raja dan rakyat, untuk mendekatkan hubungan agar rakyat tetap cinta kepada rajanya dan sebaliknya.  Penari Pajoge di Maros (sekitar 1870) Sumber : https://www.tradisikita.my.id/2016/10/10-tari-tradisional-sulawesi-selatan.html?m=1
Masakan karsigu ini bisa dibilang unik karna bumbu yang digunakan tidak menyertakan bawang merah dan bawang putih serta cabai. karna seharusnya untuk memasak suatu masakan bawang merah dan bawang putih merupakan bumbu utamanya. Berikut bahan dan cara memasak Kaesigu . Bahan-Bahan : 750 gr daging kambing 2 lembar daun salam 1 sdt ketumbar bubuk 1/4 sdt jintan bubuk 1/4 sdt kayu manis bubuk 400 ml santan kental 1 sdt garam atau secukupnya 2 sdm minyak goreng untuk menumis Bumbu Halus : 2 butir kemiri, cincang sekerat/2 cm/10 grjahe sekerat/2 cm/10 grlengkuas 1 buah serai, bagian putih, cincang halus 1/2 sdt terasi Cara Membuat : 1. Potong2 daging kambing bentuk tipis melebar. Sisihkan. 2. Haluskan bahan bumbu halus: kemiri, jahe, lengkuas, serai dan terasi dengan cobek a...
Pa’piong adalah masakan khas dari Tana Toraja. Makanan ini sebenarnya adalah lauk pauk yang dijadikan pelengkap untuk memakan dengan nasi. Berbahan dasar daging babi yang dicampur dengan balinangko (mayan) dan aneka bumbu dari rempah-rempah. Tapi, daging yang digunakan bisa diganti dengan daging ayam. Cara memasaknya cukup unik yaitu dibakar dengan bambu. Memasak makanan inipun memerlukan keahlian khusus agar Pa’piong dapat matang merata. Bahan: Dada ayam, potong dadu (atau daging babi) Nangka muda, potong dadu (atau Daun Mayan, ambil daunnya) Daun kemangi Cabai rawit, iris tipis Bawang merah, iris tipis Bawang putih, cincang halus Daun jeruk Jeruk nipis Garam Gula Jahe, iris tipis Batang pisang paling muda Pembungkus: 1 lembar daun pisang 1 batang bambu ukuran sedang, bersihkan Cara membuat : 1.Lumuri potongan daging ayam dengan air jer...
Dalam bahasa Bugis, namanya Becce Laung. Warga Makassar lebih mengenalnya dengan nama Sakko-Sakko yang artinya tersedak. Untuk menikmati kudapan unik khas Bugis ini harus didampingi teh, kopi, atau paling tidak air putih. Sebab camilan dalam segala suasana ini rawan membuat orang tersedak. Becce Laung berbahan beras 200 gram, 1/4 kelapa muda yang dihilangkan kulit arinya lalu diparut memanjang, dan satu sendok teh garam. Cara membuatnya, beras direndam semalaman, tiriskan, lalu giling hingga halus. Masukkan parutan kelapa dan garam untuk menambah rasa lalu campur hingga merata. Adonan itu disangrai hingga warnanya kecokelatan dan wujudnya sudah seperti butiran-butiran. Sajikan bersama gula pasir. Beras giling atau tepung itu membungkus parutan-parutan kelapa. Jangan lupa padukan dengan teh, kopi, atau air putih untuk berjaga-jaga sebelum tersedak. Becce Laung ini tahan lama, bahkan anak-anak kuliah era 1990-an menjadikannya bekal kembali ke kota setelah pulang ka...
Makanan yang terbuat dari daging ayam ini adalah salah satu kuliner khas Toraja. Pa’piong Burak Manuk dimasak dengan campuran bumbu khas dan batang pisang yang masih muda. Tampilannya memiliki sedikit kemiripan dengan pepes yang berasal dari Sunda, begitu juga dengan rasanya. Namun bedanya adalah Pa’piong ditambah dengan kelapa parut dan dimasak didalam bambu. Bagi kalian yang ingin mencobanya berikut ini resep dan cara membuatnya. Selamat mencoba! Bahan : 500 g dada ayam, rebus, suwir 100 g kelapa tua, parut 100 g batang pisang muda, potong dadu 6 buah cabai rawit, iris tipis 2 butir bawang merah, iris tipis 1 siung bawang putih, cincang halus 1 sdm garam ½ sdm gula 2 cm jahe, iris tipis Daun kemangi secukupnya Pembungkus : 1 lembar daun pisang 1 batang bambu ukuran sedang, bersihkan  ...