makanan ini merupakan sayur asam yang menggunakan Ikan Beong dan Timun Padi. Bahan: 2 ekor ikan beong 1 buah timun padi 1 ruas serai kunyit lengkoas bawang merah air 1 liter garam secukupnya. Cara memasaknya: 1. rebus air hingga mendidih 2. masukan bawang merah,serai,kunyit,lengkoas,timunpadi,ikan beong dan garam secukupnya hingga tercium bau harum lalu 3. sajikan siap di santap bersama keluarga. sumber: http://audinafajria.blogspot.co.id/2016/06/seni-budaya-makanan-dan-ciri-khas-tanah.html
Papua, khususnya kota Jayapura sebagai ibukota propinsi memiliki pesona yang begitu beragam dan menarik untuk ditelusuri. Heterogenitas penduduk Jayapura justru membuat kota ini semakin kaya dan unik. Tidak hanya budaya, kesenian atau pesona panorama alam, Jayapura juga mempunyai daya tarik lain dari sisi kuliner. Ikan Asar pada dasarnya adalah sama seperti ikan asap. Namun, yang membedakan adalah cara mengasapinya. Jika ikan asap ditaruh di atas asap secara horizontal, maka ikan asar ditaruh diagonal di sisi bara yang menghasilkan asap. Hal ini dilakukan agar ikan benar-benar kering dan masak hingga ke dalam sisi-sisi daging. Artinya, tidak ada lagi kandungan air yang tersimpan dalam daging, karena sudah turun saat posisi ikan dimiringkan. Bahan dasar Ikan Asar umumnya adalah ikan Cakalang, ikan Ekor Kuning atau ikan Tongkol, yang jelas dibutuhkan ikan dengan tekstur daging yang cukup padat agar tidak rapuh saat diasapi. Proses memasaknya cukup sederhana, d...
Gogos khas Kendari adalah makanan sejenis lemper tanpa isi yang biasanya menjadi makanan pendamping Sate Pokea. Bahan-bahan 400 gram Beras ketan , rendam selama 2 jam 1/2 sdt Garam 2 lembar Daun pandan , iris 1/2 butir Santan dari kelapa 400 ml secukupnya Daun pisang 3 sdm Minyak, untuk mengoles Langkah Cuci bersih bahan dan bumbu Beras ketan dikukus dengan dan pandan dan sedikit garam hingga setengah matang, angkat. Didihkan santan kemudian masukkan ketan kedalamnya lalu aduk hingga santan terserap habis kemudian angkat dan kukus kembali ketannya hingga matang. Ambil dua sendok ketan kepal kepalkan sambil dipulung. Langkah selanjutnya bungkus dengan menggunakan daun pisang dan sematkan lidi pada bagian ujungnya. Olesi dengan menggunakan minyak kemudian bakar diatas bara api hingga daunnya berwarna kecoklatan. Sajikan dalam keadaan hanga...
Kue Rangai merupakan salah satu makanan rumahan yang sering dihidangkan sebagai makanan ringan dirumah-rumah orang Melayu Bangka Belitung, oleh karena itu kue ini termasuk kue yang jarang dijual. Beberapa daerah di Indonesia pada dasarnya juga memiliki kesamaan dengan kue Rangai sebagai salah satu kuliner tradisionalnya seperti kue Rangi dari Betawi di Jakarta atau kue Rangai di Kalimantan Selatan. Bahkan kue tradisional yang satu ini juga memiliki kesamaan dengan kue tradisional di negara Brazil yang biasa disebut coconut pancake atau manioc (tapioca) pancake . Meskipun demikian, terdapat perbedaan antara satu dengan yang lainnya baik dari segi bentuk, pengolahan adonan, bahkan perbedaan isian kue. Misalnya seperti Manioc Pancake , isi kuenya adalah mentega atau keju sementara Kue Rangai berisi campuran kelapa parut dan gula merah. Di Pulau Bangka, ada juga yang menyebut Kue Rangai dengan Kue Rangi. Di Bangka Barat, kue ini...
Di suku Marin, Kabupaten Merauke, terdapat upacara Tanam Sasi, sejenis kayu yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian upacara kematian. Sasi ditanam 40 hari setelah kematian seseorang dan akan dicabut kembali setelah 1.000 hari. Budaya Asmat dengan ukiran dan souvenir dari Asmat terkenal hingga ke mancanegara. Ukiran Asmat memiliki empat makna dan fungsi, masing-masing: Melambangkan kehadiran roh nenek moyang; Untuk menyatakan rasa sedih dan bahagia; Sebagai lambang kepercayaan dengan motif manusia, hewan, tumbuhan dan benda-benda lain. Sebagai lambang keindahan dan gambaran memori nenek moyang. Sumber: https://evimelda.wordpress.com/2017/01/17/adat-istiadat-di-papua/
Oli Jepret dan Bumbu Cocolnya. (Foto: bobo.grid.id/Aan Madrus) Oli jepret terbuat dari singkong yang diparut, diperas, dikukus, lalu ditumbuk. Hasilnya adalah bongkahan singkong kukus berwarna putih mirip uli dari ketan. Orang Jawa menyebut uli ketan itu jadhah. Sedangkan orang Sunda menyebutnya oli atau ulen. Menurut cerita, oli singkong disebut oli jepret, karena oli dari singkong lebih kenyal dibandingkan oli ketan, sehingga sulit dipotong dengan pisau. Untuk memotongnya, sebagian oli singkong ditarik dengan tangan. Ketika ditarik, oli yang tidak diperlukan akan ikut ketarik, lalu lepas. Seperti karet yang ditarik kemudian dilepas lagi. Meskipun tidak sampai berbunyi “jepret” seperti kalau kita melepas karet yang ditarik, oli singkong ini diberi nama oli jepret. Potongan oli jepret lalu dibentuk bulat pipih. Garis tengahnya kira-kira 5 cm.Oli jepret dimakan dengan serundeng kelapa. Serundeng ini terbuat dari kelapa parut yang disangray sampai ber...
Bahan-bahan 4 porsi 250 gram Udang (saya pakai anak udang galah yg agak besar) 1/2 ikat Kangkung 1 buah Jagung Manis 200 gram Ubi Jalar 5 butir Bawang Merah ± 1 sdm Asam Jawa 1 batang Serai ±2 cm Kunyit ±3 cm Lengkuas 1 buah Cabai Merah Besar secukupnya Garam secukupnya Gula secukupnya Penyedap Langkah 60 menit Rebus air. Sementa...
Suku Melayu Sambas di Kalimantan Barat, punya unggulan kuliner pedas yang harus dicicipi para wisatawan. Inilah Bubur Pedas Sambas, dahulu bubur pedas ini disajikan di kerajaan, dan merupakan cerminan budaya yang kental di kerajaan Melayu Deli. Bubur pedas ini ternyata tidak hanya ada di Sambas, Singkawang, Bengkayang, Mempawah, dan Pontianak. Ternyata bubur pedas ini ada juga di Negeri Jiran yaitu Sarawak, Malaysia. Menurut informasi dari para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) atau TKW (Tenaga Kerja Wanita) yang berasal dari Kalimantan Barat (Sambas, Singkawang, Bengkayang, Mempawah, dan Pontianak serta Sintang) mengkhabarkan bahwa Malaysia (Sarawak) telah mengklaim bahwa “bubur pedas” itu adalah milik mereka, punya mereka, berasal usul dari Malaysia. Bubur pedas terbuat dari beras yang ditumbuk halus dioseng dan kaya akan rempah serta sayuran, tidak heran jika bubur ini dinilai penuh gizi. Sayuran seperti kangkung, pakis, daun kesum menjadi campuran...
Tempoyak adalah masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Tempoyak merupakan makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai lauk saat menyantap nasi. Tempoyak juga dapat dimakan langsung, namun hal ini jarang sekali dilakukan karena banyak yang tidak tahan dengan keasaman dan aroma dari tempoyak itu sendiri. Selain itu, tempoyak dijadikan bumbu masakan. Tempoyak diriwayatkan dalam Hikayat Abdullah sebagai makanan sehari-hari penduduk Terengganu. Ketika Abdullah bin Abdulkadir Munsyi berkunjung ke Terengganu sekitar tahun 1836, ia mengatakan bahwa salah satu makanan kegemaran penduduk setempat adalah tempoyak. Berdasarkan sejarah yang ada dalam Hikayat Abdullah, tempoyak merupakan makanan khas rumpun bangsa Melayu, yaitu suku bangsa Melayu di Malaysia dan Indonesia yang terdapat di Sumatera dan Kalimantan. Citarasa dari Tempoyak adalah asam, karena terjadinya proses fermentasi pada daging buah durian yang menjadi bahan bakunya. Tempoyak dikenal di Indonesia,...