Makanan ini dari khas asli Bengkulu adalah rebung asam udank liling. Dapat dilihat dari namanya, makanan ini berbahan dasar dari rebung atau batang bambu muda. Cara mengolahnya makanan ini masih sangat tradisional. Pembuatan rebung asam undak liling ini tidaklah sebentar karena sebelum diolah, rebung harus direndam terlebih dahulu selama beberapa hari agar rasa asam dari rebung bisa keluar, direndam. setelah itu dicampur keong. Sumber : https://sahabatnesia.com/makanan-khas-bengkulu/
Alkisah, di daerah Bengkulu, hiduplah seorang raja yang bernama Raja Mawang yang berkedudukan di Lebong. Raja Mawang mempunyai enam putra, dan seorang putri. Mereka adalah Ki Gete, Ki Tago, Ki Ain, Ki Jenain, Ki Geeting, Ki Karang Nio, dan Putri Serindang Bulan. Saat berusia senja dan tidak dapat lagi melaksanakan tugas-tugas kerajaan, Raja Mawang menunjuk putra keenamnya, Ki Karang Nio yang bergelar Sultan Abdullah, untuk menggantikan kedudukannya. Tidak beberapa lama setelah Ki Karang Nio menjabat sebagai raja, Raja Mawang pun wafat. Sepeninggal Raja Mawang, terjadilah prahara di antara putra-putrinya akibat penyakit kusta yang diderita oleh Putri Serindang Bulan. Penyakit itu muncul setiap kali ada raja yang datang melamarnya. Akibatnya, pertunangan pun selalu batal. Anehnya, jika pertunangan itu batal, penyakit kusta itu pun hilang. Peristiwa tersebut tidak hanya sekali terjadi, tetapi berulang hingga sembilan kali. Peristiwa tersebut menjadi aib bagi keluarga istana. Oleh kar...
Batik besurek adalah salah satu batik tradisional yang sangat terkenal di Bengkulu ya karena ini kerajinan tangan khas Bengkulu. Disebut besurek karena motifnya bertuliskan kaligrafi Arab. Motif kain tersebut merupakan bukti adat istiadat Bengkulu yang terpengaruh unsur kebudayaan Islam. Secara garis besar inilah yang membuat perbedaan antara batik besurek dengan batik khas jawa. Selain dihias oleh kaligrafi arab gundul, motif batik juga dipadukan dengan motif bunga kibut atau raflesia, burung kuau, dan kembang cengkeh, warnanya pun lebih beragam dan cerah. Untuk harga, kain batik besurek cetak berharga mulai dari 35.000 rupiah per meter, sedangkan batik tulis berharga mulai dari 80.000 rupiah per meter. Perlu diketahui juga nih, kalau mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono pernah juga menggunakan baju bermotif batik besurek dalam ajang Hari Pers Nasional 2014 di Bengkulu. Sumber : https://www.gulalives.co/motif-batik/
Adanya Perda Kota Bengkulu Nomor 29 Tahun 2003 tentang Pemberlakuan Adat Kota Bengkulu dengan sendirinya semakin memperkuat kedudukan lembaga adat di Kota Bengkulu, karena masalah-masalah yang berkaitan dengan adat di Kota Bengkulu menjadi kewenangannya. Hal-hal yang mendasar dalam Peraturan Daerah ini adalah mendorong untuk memberdayakan masyarakat adat, menumbuhkan prakarsa dan kreativitas penyelesaian permasalahan-permasalahan yang muncul di tengah masyarakat dengan menggunakan nilai-nilai kearifan lokal atau kearifan hukum adat, meningkatkan peran serta masyarakat dan rnengembangkan peran dan fungsi Badan Musyawarah Adat Kota dan Kecamatan serta Rajo Penghulu di Kelurahan. Dengan pemberlakuan peraturan daerah ini diharapkan masyarakat adat menjadi patuh kepada hukum, nilai-nilai etika, norma-norma yang berlaku di masyarakat, serta mampu merefleksikan nilai-nilai kearifan adat menjadi acuan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Bengkulu. Menurut Lidia Br Karo dan Andry Har...
Secara garis besar Tari Andun bermakna sebagai puja-puji atau ucapan rasa terima kasih terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan hasil panen yang melimpah. Untuk penampilannya sendiri cari ini dimainkan oleh pria dan wanita serta bisa kamu saksikan di berbagai acara-acara adat maupun informal lainnya misalnya seperti pernikahan. Keunikan dari tarian ini adalah di awal penciptaannya pada zaman dahulu, tarian ini dijadikan sebagai ajang pencarian jodoh bagi para muda-mudi di sana. Namun seiring berkembangnya zaman prakteknya hari ini telah berubah fungsi yakni sebagai hiburan Semata, serta sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah.
Kain ini merupakan pakaian sehari-hari kaum perempuan dewasa, baik seorang gadis maupun ibu rumah tangga. Di samping itu juga dapat dipakai pada saat adanya upacara-upacara adat setempat. Pemakaian kain ini tidak dibatasi atau diatur oleh status sosial. Mereka yang mampu untuk memiliki kain tersebut dapat memakainya secara bebas. Sejauh ini belum ada keterangan yang memadai mengenai sejarah kain dugan hitam. Masyarakat setempat meyakini bahwa kain dugan hitam ini telah digunakan sejak lama secara turun temurun. Bahan tenunan tradisional ini adalah kapas. Kapas terdiri dari dua macam, yaitu kapas kayu dan kapas akar. Proses menenunnya dengan cara mendugan atau memadatkan. Cara ini tidak memakai sistem menculik dan tidak memakai suri pengatur benang. Hasilnya akan mendapatkan kain yang tebal, rapi, dan berkualitas baik. Peralatan yang dipergunakan dalam menenun kain dugan hitam ini adalah peralatan pertenunan tradisional biasa. Fungsi praktis kain dugan hitam ini adalah untuk menutup...
Bebat Dimpo adalah ikat pinggang yang terbuat dari benang yang ditenun secara tradisional dan tersebar di daerah Bengkulu Selatan. Pakaian ini telah dikenakan oleh masyarakat Bengkulu Selatan secara turun temurun. Pada masa lalu, Bebat Dimpo menunjukkan kesopanan dan simpati orang yang memakainya. Bentuk Bebat Dimpo ini merupakan selembar pakaian yang panjang dan pada ujung dan pangkalnya terdapat rambu-rambu (rumbai-rumbai). Panjangnya berkisar antara 170 cm sampai 180 cm, dan lebarnya berkisar antara 40 cm sampai 50 cm, dan panjang rambu-rambunya sekitar 15 cm sampai 25 cm. Bebat Dimpo merupakan pakaian sehari-hari yang dipakai oleh penduduk untuk mengerjakan pekerjaan di ladang, di sawah, dan lain-lain. Bebat dimpo khusus dipakai oleh kaum laki-laki dan biasanya pasangannya adalah kain cutar. Setiap orang boleh mengenakan bebat dimpo tanpa membedakan status sosial maupun usia. Benang yang menyusun bebat dimpo terdiri dari warna hitam, kuning, hijau, merah, dan putih. warna-warna it...
Kain Beragi sebagai salah satu jenis pakaian tradisional yang terdapat di daerah Bengkulu ini tersebar di seluruh wilayah daerah Bengkulu. Kain Beragi artinya kain berwarna. Kain Beragi ini biasanya dipakai oleh laki-laki yang sudah berkeluarga pada malam hari, sebagai pengganti kain kerja pada siang hari. Kain ini juga sering dipakai pada waktu seseorang menghadiri suatu upacara tertentu. Kain Beragi terbuat dari kapas. Proses pembuatan kain beragi ini dilakukan secara tradisional dengan memakai proses menculik (selang seling) dalam pembuatan motifnya. Peralatan yang digunakan terdiri dari peralatan tenunan tradisional yang sampai sekarang masih banyak tersisa di daerah-daerah. Kain Beragi merupakan selembar kain sarung keliling berkisar antara 160 cm sampai 180 cm dan lebar / dalam berkisar antara 80 cm sampai 100 cm. Kain Beragi mempunyai 2 macam warna yaitu warna merah dan warna putih. Motif yang terdapat pada kain ini dapat dilihat pada pinggir kain yang berupa garis-garis put...
Kuluk bulung merupakan kain tenun tradisional khas Bengkulu yang berfungsi sebagai bahan pakaian sehari-hari. Kata bulung artinya bebas. Bebas yang dimaksud di sini adalah boleh digunakan sebagai kain, bisa digunakan sebagai penutup dada atau pengganti baju, dan juga boleh digunakan sebagai penutup kepala. Umumnya Kuluk bulung dipakai oleh kaum wanita, baik yang masih gadis maupun yang sudah bersuami. Kuluk bulungan merupakan pakaian wanita baik anak gadis maupun yang sudah bersuami. Dapat dikatan bahwa Kuluk bulungan merupakan pakaian yang umum dikenakan oleh kaum wanita. Pada masa lalu, kain ini dikenakan pada peristiwa sosial budaya seperti perkawinan, pesta panen, dan pesta membayar nazar. Kuluk bulung selain sebagai pakaian sehari-hari juga dipakai pada acara khusus seperti pesta panen, membayar nazar, dan pesta perkawinan. Bahan kuluk bulung ini adalah benang dari kapas. Ukuran kuluk bulung ini adalah panjanganya sekitar 160 cm sampai 180 sm, sementara lebarnya sekitar 70 cm sam...