Batak dikenal dengan suku yang memiliki alur pernikahan yang tahapannya cukup panjang. Orang batak pun menyebut istilah pernikahan mereka sebagai “Adat nagok” yang artinya acara adat dilaksanakan secara utuh dan lengkap. Berikut adalah tahapan pernikahan orang batak. 1. Magarisika Perkenalan pihak pria dan beberapa keluarga pihak pria yang berkunjung secara tidak resmi ke kediaman rumah wanita untuk penjanjakan. 2. Marhusip-husip Orangtua pihak pria bertemu dengan pihak wanita untuk membicarakan hal-hal pernikahan secara tidak resmi. 3. Marhata sinamot Pihak pria “membeli” wanita yang akan menjadi istrinya dengan pembagian daging dan melakukan pembicaraan mengenai tanggal, lokasi pesta, undangan dan tata cara adat. 4. Martumpol Bertunangan. 5. Martonggo Raja Pra-pesta pernikahan. 6. Manjalo pasu-pasu parbagason Pemberkatan pernikahan di gereja. 7. Pesta unjuk Pemberkatan pernikahan dari kedua pihak...
Kita pasti sudah terbiasa dengan makanan Indonesia seperti nasi goreng, rujak, gado-gado dan sebagainya. Tetapi apakah anda tahu tentang ada kuliner aneh, bahkan ekstrem di Indonesia? Terutama di Manado, Sulawesi Utara.Sejumlah tempat di Sulawesi Utara menjual sejumlah kuliner ekstrem seperti daging ular dan tikus hutan bakar, serta sate kolombi.Bagi anda yang pertama kali datang ke Manado jangan heran. Di kota ini, semua jenis hewan peliharaan bisa dijadikan santapan. Yang aneh untuk kalian, mungkin tidak aneh untuk yang lain. Maka marilah kita sesama menghargai keanekaragaman makanan serta budaya semua kota di Indonesia! #OSKMITB2018
Semua orang pasti pernah dengar yang namanya bubur Manado, Panada, Ayam Rica, dan masakan khas Manado lainnya. Tetapi, pasti belum pernah dengar yang satu ini. Masakan yang jarang dibicarakan ini namanya Windu. Dinamakan Windu karena makanan ini bisa tahan dalam waktu yang sangat lama. Dan alasan mengapa orang tidak pernah dengar makanan ini karena hanya disajikan di rumah masing-masing untuk disajikan kepada tamu, atau sebagai makan malam. Makanan ini tidak pernah disajikan di rumah makan atau restoran manapun. Yang membuat Windu sangat unik adalah bahannya. Untuk membuat Windu ini hanya diperlukan makanan sisa yang tidak ingin disantap lagi. Tapi makanan yang dimasukkan ke dalam Windu bukanlah makanan sembarangan. Kita tidak boleh mencampurkan makanan yang mudah basi atau memiliki rasa asam seperti nasi, bayam, acar, dan jagung. Dan contoh makanan yang bisa dimasukkan adalah ikan, sayur singkong yang disantan, gulai kambing, jengkol, rendang, dan sebagainya. Biasanya Windu dim...
Waruga adalah kubur atau makam leluhur orang Minahasa yang terbuat dari batu. Waruga diperkirakan mulai digunakan sejak abad ke 8 masehi Orang yang telah meninggal diletakkan pada posisi menghadap ke utara dan didudukkan dengan tumit kaki menempel pada pantat dan kepala mencium lutut . Tujuan dihadapkan ke bagian Utara yang menandakan bahwa nenek moyang Suku Minahasa berasal dari bagian Utara. Sedangkan tujuan jasad didudukkan dengan tumit kaki menempel pada pantat dan kepala mencium lutut adalah karena masyarakat Minahasa percaya bahwa bagaimana manusia datang ke dalam dunia, begitu juga bentuk bagaimana dia harus meninggalkan dunia, hal ini dikarenakan pose tersebut menandakan bayi yang baru lahir atau bayi yang asih di dalam kandungan. Waruga yang memiliki ukiran dan relief umumnya terdapat di Tonsea . Ukiran dan relief tersebut menggambarkan berapa jasad yang tersim...
Tarian tradisional ini merupakan tari pergaulan dan sangat identik dengan kaum muda-mudi. Tarian yang juga sering dipentaskan di Minahasa Sulawesi Utara ini sering dijadikan media untuk mencari pasangan hidup. Oleh sebab itu, Tari Lenso (selendang) sering dipentaskan di keramaian seperti acara penikahan atau tahun baru. Jumlah penarinya biasanya berjumlah 6 sampai 10 orang. Musik pengiringnya antara lain tambur minahasa, suling, kolintang, dan tetengkoren. Sumber: https://www.goodnewsfromindonesia.id/wp-content/uploads/images/source/rudisandjaya/5-Medley-Tari-Lenso.jpg http://belindomag.nl/id/seni-budaya/5-tarian-khas-maluku
Huda-Huda merupakan tarian yang diperlihatkan hanya di saat upacara kematian bagi orang yang telah lanjut usia di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Tujuannya adalah untuk menghibur keluarga serta sebagai hiburan bagi para pelayat.Namun dalam perkembangan tarian ini, pada awalnya hanya digunakan oleh pihak keluarga kerajaan. Tetapi kemudian berkembang dan dipakai pula oleh masyarakat Simalungan dari berbagai kelas sosial. Tarian ini munculnya ketika anak tunggal dari sebuah keluarga kerajaan wafat. Seorang permaisuri yang merupakan ibu dari anak tersebut sangat mengalami kesedihan yang berkelanjutan. Kesedihan ini berlanjut hingga sang permasuri tidak rela anaknya dimakamkan. Semakin lama, perasaan sang permaisuri tidak pernah berubah dan tetap saja murung. Akhirnya berita ini pun sampai juga di telinga masyarakat kerajaan tersebut. Untuk dapat membuat permasuri gembira, masyarakat pun terus memikirkan berbagai cara agar dapat menghibur sang permaisuri dan tidak terus menerus...
Pada zaman dahulu di daerah Tondano, Sulawesi Utara, berdiri gunung yang menjulang tinggi. Di lereng gunung itu terdapat 2 kawasan/wilayah, yaitu utara dan selatan. Wilayah Selatan dikuasai oleh seorang Tonaas (Penguasa) yang memiliki putra tunggal yang bernama Maharimbow. Sementara penguasa wilayah utara juga memiliki anak tunggal yang bernama Marimbow. Penguasa bagia utara diselimuti kerisauan saat memikirkan pewaris tahtahnya nanti, karena anaknya seorang perempuan. Untuk mengatasi hal itu, ia membuat suatu ide yang terasa aneh. Ia meminta anaknya untuk berpakaian dan berperilaku layaknya laki-laki dan meminta ia untuk tidak menikah seumur hidup. Permintaan Tonaas Utara di setujui dan di ikrarkan dalam upacara adat dihadapan Opo Empung (Tetua). Apabila sumpah itu dilanggar maka akan terjadi maapetaka yang dasyat ditanah itu. Sementara itu, rupanya Tonaas wilayah selatan memiliki masalah yang hampir sama. Maharimbow diminta ersumpah untuk tidak menikah selama ayahnya masih hidup....
Ada seekor kura-kura yang hidup disebuah rawa, namanya Pion. Pion terkenal sebagai binatang yang sombong dan selalu iri terhadap kelebihan binatang lain. Suatu siang Pion mendekati Ibe dan Tina sepasang bangau, yang sedang mencari ikan di rawa. “Selamat siang, Ibe dan Tina”, Pion menyapa ramah. “Selamat siang Pion,” jawab mereka bersama-sama. “Senang ya bila bisa terbang sepertimu?” Pion bertanya. “Ku piker menyenangkan juga kalau punya pelindung badan yang indah dan kuat sepertimu,” jawab Ibe. “Tetapi tentu lebih hebat yang bisa terbang sepertimu” kata Pion. “Karunia Tuhan memang berbeda-beda. Ada yang bisa terbang, ada yang bisa berenang, ada yang bisa merayap, dan sebagainya. “Tetapi yang paling istimewa adalah yang bisa terbang”, sahut Pion. “Ah, tidak juga. Kita punya kelebihan sendiri-sendiri yang harus disyukuri.”. “Ibe dan Tina maukah kalian mengajariku terba...
Dahulu, Gunung Saba Mpolulu itu di sebut gunung mata air. Air milik penjaga gunung Kamonsope diminta oleh penjaga gunung Saba Mpolulu. tetapi,penjaga gunung Komensope tidak mau memberikan air itu. Meskipun begitu, penjaga gunung Saba Mpolulu tetap berupaya memiliki air itu. Maka ia tetap mencari jalan walaupun dengan cara paksa.penjaga gunung Kamonsope tetap juga bertekad tidak mau mundur selangkahpun, walau untuk itu ia harus mengorbankan nyawanya. Penjaga gunung saba Mpolulu berpikir sejenak, dalam hatinya, "Sesungguhnya aku ini laki-laki, sedangkan penjaga gunung Kamonsope seorang perempuan, masa aku dikalahkan perempuan. lebih baik aku paksa dia.". Namun segala siasat dan usahanya hanya sia-sia belaka. Walau penjaga gunung Kamonsope seorang perempuan, namun ia berpendirian teguh dan mati-matian mempertahankan haknya. Penjaga gunung perempuan itu tidak mau menyerah begitu saja. Penjaga gunung Saba Mpolulu bertambah marah melihat kenyataan ini.  ...