Selain kaya akan sumber daya dan keindahan alam, Papua juga mempunyai ragam cerita budaya unik. Salah satunya apa yang mereka lakukan pada orang yang telah meninggal. Jika sebagian orang mengubur atau melakukan pembakaran terhadap orang yang sudah meninggal, namun ada juga suku yang mengawetkan jenazah atau yang dikenal dengan sebutan mumi. Salah satu mumi yang terkenal ada di Kampung Jiwika, Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya. Di tempat ini juga, masyarakat menjual cenderamata seperti gelang, koteka, noken, dan kalung dari taring babi. Berbeda dengan mumi dari Mesir, mumi Papua diawetkan dalam posisi jongkok dengan lutut ditekuk. Di bagian kepala masih lengkap dengan ciri khas adat. Mumi di sini usianya 320 tahun yang merupakan kepala suku zaman nenek moyang masyrakat kampung Jiwika. Untuk bisa bertahan lama maka mumi diawetkan dengan cara tradisional, yaitu melalui pengasapan dan dilumuri minyak babi. Tidak semua jenazah warga dibuat menjadi mumi, melainkan h...
Kopi Wamena Kopi yang satu ini juga tidak kalah nikmat dan masuk daftar kopi salah satu kopi asli Indonesia yang layak kamu coba. Kopi Wamena berasal dari Indonesia bagian timur, yakni Jayapura dengan tumbuh di atas dataran tinggi sekitar 1800 meter di atas permukaan laut. Ada 2 daerah penghasil kopi Wamena, yaitu Lembah Baliem di dataran tinggi Jaya Wijaya dan Lembah Kamu di daaerah Nabire. Kopi tersebut ditanam secara alami dan tanpa pupuk kimia sedikitpun, sehingga mampu menghasilkan kualitas kopi yang sempurna dengan tekstur yang ringan, minim ampas, serta aromanya yang harum. https://www.tokopedia.com/blog/kopi-asli-indonesia/
Salah satu suku daerah Papua, tepatnya Suku Dani memiliki tradisi memotong jari yang disebut ’ikipalin’. Tradisi ini terbilang ekstrim yang dilakukan bila ada salah satu anggota keluarga atau kerabat dekat yang meninggal dunia seperti suami, istri, ayah, ibu, anak, dan adik. Maka suku ayah atau ibu dari anggota keluarga suku Dani wajib memotong jarinya sebagai simbol sakitnya saat kehilangan anggota keluarga, dan untuk mencegah ‘terulang kembali’ malapetaka yang telah merenggut nyawa anggota keluarga mereka Sumber: https://www.hipwee.com/list/10-tradisi-ekstrem-di-indonesia-yang-bikin-kamu-merinding-tapi-memiliki-makna-yang-penuh-filosofis/
Amboina (s umber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Seorang wanita Dani akan melahirkan anaknya dalam ebe ae, yang dibantu oleh beberapa orang wanita. Kelahiran bayi ini tidak disertai upacara/ritual khusus dan ari-ari serta tali pusar yang terlepas beberapa hari akan dihanyutkan dalam sungai begitu saja. Dan beberapa hari setelah proses kelahiran, wanita tersebut sudah bisa kembali untuk bekerja. Mereka juga tidak melakukan upacara dalam pemberian nama, nama yang mereka anggap baik, itulah yang akan menjadi nama dari anak tersebut. Setelah seorang anak berusia 2-3 tahun, jika dia seorang wanita, ia sudah harus mulai menggunakan rok jerami (sale), sedangkan untuk anak pria, dia baru memakai alat penutup alat kelamin pada usia 5-6 tahun. Pada suku Dani, mereka mengenal satu peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan anak pria Dani yaitu upacara Waya hagat-abin, yaitu suatu upacara Inisiasi, u...
Tari Sajojo : Gerakan, Kostum dan Lagu serta Sejarahnya Seni tari Sajojo terkait dengan gerakan, kostum dan lagu serta sejarahnya lengkap disampaikan pada artikel ini. Kami meyakini bahwa informasi tari Sajojo sangatlah penting untuk di kenal oleh warga Indonesia di seluruh nusantara. Dengan mengenal tari Sajojo, otomatis akan muncul rasa mencintai pada budaya asli Indonesia didalam jiwa. Tari Sajojo merupakan salah satu tarian adat tradisional yang berasal dari daerah Papua. Termasuk jenis tarian pergaulan, tarian adat Papua ini bisa ditarikan oleh siapa saja, baik pria maupun wanita, tua maupun muda – mudi. Di wilayah Papua, tari ini sering ditampilkan pada berbagai acara, baik adat, hiburan, maupun acara budaya . Ketika tari ini dipentaskan, banyak masyarakat Papua yang turut menghadirinya. Sosialisasi jika mau digelar acara pementasan tari Sajojo pada masa lalu tentu tidak sama dengan sekarang. Pantia biasa mengumumkan melalui alat komun...
Museum Kebudayaan Asmat , Jayapura Plaats: Jayapura Provincie: Papua Land: IND Type organisatie: Museum Postadres: Meseum Kebudayaan & Kemajuan Asmat Jl. Keuskupan Agats Jayapura I...
Museum Noken , Jayapura Plaats: Jayapura Provincie: Papua Land: IND Type organisatie: Museum Postadres: Museum Noken Jayapura Informatie: &nb...
Permainan Kayu Malele atau Patok Lele ini adalah salah satu dari permainan tradisional bagi pulau papua terutama di daerah/kabupaten Biak Numfor. Permainan Kayu Malele ini dapat membantu anak-anak belajar dalam hitungan angka dari 1 sampai 1000, namun permainan ini juga sangat berbahaya bagi anak-anak yang belum mengetahui cara bermainnya. kayu malele ini biasanya dimainkan oleh beberapa kelompok dengan anggota kelompok tiga sampai lima orang. Sumber : http://beautiful-indonesia.umm.ac.id/id/foto/jelajah-daerah/papua/kayu-malele-2.html