Rumah Bubungan Tinggi Rumah adat Bubungan Tinggi merupakan satu tipe rumah tradisional yang berada di Kalimantan Selatan. Memiliki atap yang menjulang tinggi, rumah adat ini awalnya adalah rumah kesultanan di Kalimantan Selatan. Seiring berjalannya waktu, banyak rumah warga yang meniru gaya bangunan tersebut. Perlu diketahui, Rumah Bubungan Tinggi adalah satu dari sebelas tipe rumah tradisional yang berada di Kalimantan Selatan. Sejatinya, fungsi rumah tradisional ini untuk tempat tinggal kesultanan, tetapi kini telah menjadi ciri khas bangunan rumah penduduk daerah Banjar. https://www.silontong.com/2018/08/16/5-rumah-adat-kalimantan-selatan-gambar-keunikan-dan-penjelasannya/
Rumah Ba’anjung Gajah Baliku Rumah Ba’anjung Gajah Baliku merupakan salah satu jenis rumah Baanjung yaitu rumah tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Rumah adat ini pada zaman Kesultanan Banjar digunakan sebagai tempat tinggal Warit Raja, yaitu para keturunan garis utama/pertama atau bubuhan para gusti. Jadi rumah ini hanya dihuni oleh para calon pengganti Sultan jika terjadi sesuatu terhadap Sultan. Rumah tradisional tipe ini memiliki kemiripan dengan Rumah Bubungan Tinggi, tetapi ada sedikit hal perbedaan yaitu pada Ruang Paluaran (ruang tamu). Atap Rumah Gajah Baliku memakai konstruksi kuda-kuda dengan atap perisai (disebut Atap Gajah) dengan keadaan lantai ruangan datar saja sehingga menghasilkan bentuk bangun ruang yang dinamakan Ambin Sayup. Sedangkan pada kedua anjung sama-sama memakai atap Pisang Sasikat (atap sengkuap). https://www.silontong.com/2018/08/16/5-rumah-adat-kalimantan-selatan-gambar-keunikan-dan-penjelasannya/
Rumah Gajah Manyusu Rumah adat Kalimantan Selatan yang satu ini bernama Rumah Gajah Manyusu. Rumah ini mempunyai ciri pada bentuk atap limas dengan hidung bapicik (atap mansart) pada bagian depannya. Anjung mempunyai atap Pisang Sasikat, sedang surambinya beratap Sindang Langit. Dulu, tubuh bangunan induk rumah adat Gajah Manyusu ini memiliki konstruksi berbentuk segi empat yang memanjang dari depan ke belakang yang ditutupi pada bagian depannya dengan menggunakan atap perisai buntung yang dalam bahasa Banjar disebut Atap Hidung Bapicik. Atap perisai buntung ini menutupi mulai ruang Surambi Pamedangan hingga ruang-ruang yang ada di belakangnya. Dalam perkembangannya kemudian Rumah Hidung Bapicik yang berbentuk segi empat panjang tersebut mendapat tambahan ruangan hanya pada salah satu sisi bangunan pada samping kiri atau kanan bangunan ataupun bisa juga pada kedua – duanya baik sisi kiri maupun kanan secara simetris dan posisinya agak ke belakang. Kedua ruangan ini...
Rumah Tadah Alas Rumah Tadah Alas ialah salah satu rumah tradisonal suku Banjar (rumah Banjar) di Kalimantan Selatan. Rumah Tadah Alas merupakan pengembangan dari Rumah Balai Bini yaitu dengan menambahkan satu lapis atap perisai sebagai kanopi paling depan. Atap kanopi inilah yang disebut “tadah alas” sehingga rumah adat ini dinamakan rumah Tadah Alas. Pada mulanya tubuh bangunan induk rumah adat Tadah Alas ini memiliki konstruksi berbentuk segi empat yang memanjang dari depan ke belakang yang ditutupi pada bagian depannya dengan menggunakan atap perisai yang dalam bahasa Banjar disebut Atap Gajah. Atap di bagian depan ini kemudian ditumpangi lagi dengan sebuah atap perisai juga. Atap perisai tumpang ini menutupi mulai ruang Surambi Pamedangan. Bentuk bangunan pokok ini biasa dinamakan Rumah Tadah Alas. Dalam perkembangannya kemudian bentuk segi empat panjang yang sudah ditambahi atap perisai tumpang tersebut mendapat tambahan ruangan hanya pada salah satu si...
Rumah Palimbangan Rumah adat Palimbangan merupakan salah satu jenis rumah Baanjung yaitu rumah tradisional suku Banjar (disebut rumah Banjar) di Kalimantan Selatan. Di zaman Kesultanan Banjar rumah Tipe ini digunakan sebagai hunian para tokoh agama (Islam) dan para Alim Ulamanya. Bumbungan atap rumah Palimbangan pada rumah induk memakai atap pelana dengan tebar layar yang disebut Tawing Layar. Kebanyakan rumah Palimbangan tidak menggunakan Anjung. Namun jika memakai Anjung maka atapnya juga menggunakan atap Pelana dengan Tawing Layar menghadap ke depan. Pada teras/emper depan ditutup dengan atap sengkuap (atap lessenaardak) yang disebut atap Sindang Langit. Kini atap teras yang disebut Atap Sindang Langit ini melebar ke emper samping sampai di depan Anjung membentuk atap jurai luar (disebut Jurai Laki) pada ujung sudut-sudut atap empernya. Fungsinya, Rumah Palimbangan diperuntukkan bagi golongan saudagar besar atau ulama pedagang. Biasanya Rumah Palimbangan berukuran leb...
Makna dari lagu Ampar-Ampar Pisang mencerminkan keceriaan, tergambar dari liriknya yang saling menyambung. Lirik lagu ampar - ampar pisang juga menggambar bagaimana hasil kekayaan alam indonesia yang salah satunya adalah daerah Kalimantan Selatan tersebut. Namun ada sejarah yang menyebut tentang asal muasal lagu ampar - ampar pisang, yaitu dimana lagu ampar - ampar pisang ini pada awalnya dinyanyikan secara iseng pada saat masyarakat Kalimantan Selatan sedang membuat sebuah makanan yang terbuat dari bahan buah pisang bernama kue rimpi. Kue Rampi di buat dengan cara pisang di diampar (disusun) lalu kemudian dibiarkan hingga hampir matang mendekati busuk, lalu pisang dijemur diampar di bawah sinar matahari sampai kira kira pisang mengeras dan mengeluarkan bau manis. Isi dari lirik lagu ampar-ampar pisang tersebut tak jauh beda dengan proses pembuatan kue Ampar, yaitu menceritakan tentang pisang yang diampar dan dikerubuti binatang terbang kecil-k...
Bausung adalah salah satu budaya yang unik yang tumbuh dan berkembang di Kalimantan Selatan. Bausung diambil dari kata Usung yang bermakna gendong. yaitu Sepasang Pengantin sebelum mereka bersanding dipelaminan ( saat Mempelai pria datang kerumah mempelai wanita ) dilakukanlah bausung ( kedua mempelai digendong/diangkat keatas ) dilakukan oleh dua penari. Diiringi musik, dua penari sambil menggendong kedua mempelai disaksikan oleh para tamu dan undangan yang hadir. Pada awalnya bausung itu hanya dilakukan oleh beberapa golongan saja dalam suku banjar atau yang lebih dikenal dengan keluarga ekonomi kelas atas, sehingga ketika sebuah keluarga mengadakan acara bausung dianggap keluarga itu tergolong dari keluarga yang mampu, selain itu bausung juga dianggap sebagai acara adat yang mewah. Namun pada perkembangannya, tradisi bausung ini tidak lagi menjadi pesta pada kalangan orang kaya saja, namun sudah menjadi hiburan bagi masyarakat setempat pada setiap acara pernika...
Pakaian adat pengantin yang paling digemari oleh semua golongan masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan adalah pakaian adat yang bernama Baamar Galung Pancaran Matahari. Pakaian pengantin Ba’amar Galung Pancaranan Matahari dianggap paling mewah dengan modifikasi berupa mahkota maupun aksesoris modern. Ba’amar Galung Pancaranan Matahari, nama itu diambil dari nama perhiasan kepala yang dipakai pengantin wanita. Pemakaiannya mulai berkembang di masyarakat Banjar sejak abad XIX (sejak munculnya pengaruh agama Islam dan kerajaan Islam di Kalimantan Selatan) Mempelai laki-laki mengenakan kemeja putih lengan pendek. Pada bagian dada dihias renda menutupi semua kancing. Kemudian, memakai jas terbuka tanpa kancing. Pantalon terbuat dari bahan dan warna yang sama dengan jas. Sabuk berhias air guci dengan motif lelipan dipakai sebagai simbol kekuasaan dan kemuliaan. Kepalanya dibalut destar model siak Melayu, dengan segitiga lebih tin...
Pakaian adat pengantin jenis Bagajah Gamuling Baular Lulut merupakan pakaian pengantin klasik yang berkembang sejak zaman kerajaan Hindu di Kalimantan Selatan.Kelengkapan pakaian pengantin pria terdiri atas : 1) Baju poko berbentuk kemeja lengan pendek tanpa kerah. 2) Celana panjang yang dihiasi motif pucuk rebung dari manik-manik. 3) Tapih bermotif binatang halilipan. 4) Mahkota bundar berbentuk ular lidi yang melingkar dikepala 5) Kalung samban 6) Kilat bahu garuda mungkur paksi 7) Pending emas dengan kepala motif gula kelapa 8) Serta keris pusaka khas Banjar berbentuk sempana. Sementara kelengkapan pakaian pengantin wanita terdiri atas : 1) Kemben penutup dada 2) Selendang 3) Kayu apu pengikat pinggang 4) Sarung panjang bermotif halilipan sebagai tapih. 5) ...