Tari Megat Megot (https://saluransebelas.com) Merupakan tari yang bertema pergaulan, karena letak Kabupaten Cilacap termasuk dalam Karesidenan Banyumas yang sudah terkenal dengan tari-tarian pergaulan khas Banyumasan. Musik pembuka tari Megat Megot yang didominasi oleh kendang jaipongan, pukulan calung yang terdengar penuh dengan rasa semangat dari para pengrawit dan senggakan dari pengrawit dan sinden cukup membuat saya bangkit dari kesendirian. Kostum penari bermotif batik yang cukup ketat dengan bawahan rok span dan atasan berbentuk baju tanpa lengan, dan rias wajah yang cantik sangat menarik perhatian. Gerakan yang banyak didominasi dengan gerak geol (gerak) pantat, gerak bahu, dan gerak anggota tubuh dengan tempo cepat membuat tari ini sangat sesuai dengan nama tarinya. Dipertengahan tari, penari berjalan membentuk barisan berkelompok dengan jarak antar penari sangat sempit, penari berjalan perlahan dengan sikap tangan kanan lurus kesamping dan tangan kiri...
Motif Semen Rama (https://indonesianbatik.id) Batik ini dibuat pada masa pemerintahan Paku Buwono ke IV yang memegang tahta pada tahun 1788-1820 M. Motif ini memberikan pelajaran kepada putranya yang sudah diangkat sebagai Putra Mahkota calon penggantinya. Batik yang bercorak “semenan” dengan nama “semen-rama”. Motif Semen dimaknai sebagai penggambaran dari “kehidupan yang semi” (kehidupan yang berkembang atau makmur). Terdapat beberapa jenis ornamen pokok pada motif-motif semen. Yang pertama adalah ornamen yang berhubungan dengan daratan, seperti tumbuh-tumbuhan atau binatang berkaki empat. Kedua adalah ornament yang berhubungan dengan udara, seperti garuda, burung dan mega mendung. Sedangkan yang ketiga adalah ornament yang berhubungan dengan laut atau air, seperti ular, ikan dan katak. Motif Semen Rama (https://batikdan.blogspot.com) Jenis ornament tersebut kemungkinan besar ada hubungannya dengan paham Triloka atau Tribawana....
Motif Semen Ageng (https://iindooneesiiaa.blogspot.com) Batik merupakan produk seni yang adiluhung tidak terlepas dari ajaran filsafat Jawa. Ajaran tersebut memaparkan bagaimana hubungan mikrokosmos (dunia batin yang terdapat dalam diri manusia), metakosmos (dunia perantara antara manusia dan semesta atau Tuhan), dan makrokosmos (pandangan dimana manusia adalah bagian dari semesta). Segala ide, doa, dan harapan dituangkan oleh masyarakat Jawa dalam bentuk simbol–simbol yang ditata sedemikian rupa agar memberikan gambaran utuh tentang kehidupan. Penuh akan makna dan filosofi, proses pembuatan batik pun memiliki ritual khusus. Selain disertai dengan puasa, dilakukan pula pelafalan doadoa agama Islam, sesuai agama yang dianut oleh Sultan. Melalui ritual tersebut, diharapkan proses pembuatan batik akan berjalan lancar dan dapat menghasilkan batik bernilai tinggi yang dapat memancarkan aura bagi pemakainya atau istilah lainnya ‘pecah pamore’. Motif Semen A...
Sejarahnya, Taman Sriwedari merupakan sebuah taman hiburan rakyat yang oleh Sri Susunan Paku Buwana X (1893 – 1939) dihadiahkan kepada rakyat kota Solo. Sedemikian pentingnya keberadaan Taman Sriwedari pada waktu itu sehingga diabadikan menjadi nama sebuah pola atau motif Batik. Batik motif Ceplok Sriwedari (@gpswisata) Pada dasarnya motif Ceplok Sriwedari sama dengan Lung Slop, hanya motif ukel diganti dengan isen – isen Parangan, jadi dalam satu raport kotak, satu bermotif Lung dan yang lain bermotif Parangan. Makna motif ini adalah melambangkan kesejukan dan ketentraman batin sekeluarga. Dan motif ini bisa dipakai untuk semua status golongan masyarakat dan untuk orang yang sudah berumah tangga. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/10/motif-batik-ceplok-sriwedari/
Tari Batik Gringsing (https://youtube.com) Tari yang terilhami dari Batik motif Gringsingan. Yang merupakan salah satu motif batik khas Batang, yang punya filosofi keseimbangan, kemakmuran dan kesuburan. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/03/tarian-tradisional-batang-jawa-tengah/
Tari Ujungan ( https://www.antarafoto.com/ ) Tari Ujungan merupakan ritual meminta hujan yang dilakukan oleh masyarakat Gumelem dan sekitarnya ketika musim kemarau panjang. Melalui ritual ini, para lelaki terpilih saling memamerkan kekuatan “atosing balung, wuleding kulit” (kerasnya tulang, kuatnya kulit) yang dipadu dengan tindakan estetis. Sekilas tari Ujungan semacam olah raga tradisional yang cukup keras, menggunakan sebatang rotan untuk memukul lawannya pada bagian paha ke bawah. Semakin banyak darah yang ke luar maka semakin cepat hujan akan turun. Namun dibalik kerasnya pelaksanaaan ritual tersebut, sebenarnya ritual Ujungan memiliki tujuan yang sangat luhur bagi kontinuitas kehidupan dunia. Bahwa air adalah sebagai sumber kehidupan. Dalam pementasan karya kali ini, ditampilkan tari Ujungan yang dipadukan dengan tarian Lengger serta batik gumelem. Ujungan juga untuk meminta hujan untuk kesuburan panen, dimana panen tersebut untuk makan atau bahasa daerah htt...
Motif Nitik Karawitan (https://www.kaskus.co.id) Pada batik motif Nitik Karawitan mempunyai unsur motif ceplok, digunakan sebagai kain panjang (jarik), memiliki makna inti yaitu mengenai Kebijaksanaan. Dengan demikian, para pemakainya diharapkan akan menjadi orang yang bijaksana. Itulah mengapa orang-orang yang dituakan di lingkungannya banyak menggunakan batik motif ini. Motif Nitik Karawitan (https://pradika22.blogspot.co.id) Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/06/batik-motif-nitik-karawitan/
Motif Jalak Ireng ini, meskipun tidak ada motif jalaknya (karena terbang entah kemana) tetapi warna hitam pekatnya langsung mengingatkan dengan warna hitam burung jalak. Batik ini merupakan produk cantingan girilayu yang terkenal dengan ukel dan ceceknya. Motif ini merupakan motif kontemporer dengan hiasan bunga dan variasi motif yang menjadi satu dan tidak ada unsur motif utama yang dominan dalam batik tersebut. Namun unsur bunga, cecek dan ukel yang menjadi ciri khas tersebut mampu dilukis dengan indah dan mampu saling melengkapi satu dengan motif yang lain. Motif ini dibatik oleh Ibu Kasiyem yang sudah puluhan tahun bergelut dengan dunia batik tulis. Ada juga potongan motif sekar jagad yang juga dilukiskan di dalam bagan bawah batik tulis ini sebagai variasi agar batik ini lebih memiliki karakter yang unik dan elegan di dalam motif-motifnya. Beralih kepada segi pewarnaan, warna hitam menjadi dominan karena memang war...
Nama Ukel Gading tersebut juga bukan hanya nama, karena sudah turun temurun Batik Girilayu terkenal dengan hiasan atau isen-isen ukel dan cecek yang begitu rapi dan merupakan ciri khas Batik Girilayu itu sendiri. Dari maknanya kami ambil filosofi bahwa motif tesebut adalah motif ukel yang begitu mahal, seperti gading yang memiliki kekuatan untuk menunjukkan karakter kemewahan batik tersebut. dan benar saja, dalam sekali melihatnya, batik tersebut sudah mampu memikat kita dari auranya. Kembali ke dalam motifnya, motif ukel khas Girilayu yang juga sudah terkenal karena ukel satu langkahnya, maksudnya adalah ukel yang tidak putus ketika membatiknya garis ukelnya. Sebenanya motif keseluruhan batik ini lebih pantas disebut motif Wahyu Tumurun dilihat dari unsur-unsur motif utamanya. Namun, kami ingin lebih menekankan kehalusan ukel dalam batik tersebut. Sumber: https://infobatik.id/batik-solo-batik-tulis-klasik-ukel-gading...