Budaya Indonesia
594 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tuak Ental - Karangasem - Bali
Makanan Minuman Makanan Minuman
Bali

Tuak ental dikenal di daerah Bali yang banyak ditumbuhi pohon ental, seperti Merita, Culik, Tianyar, Kubu. Dibuat dari sadapan air bunga pohon lontar/siwalan. Lebih berat kadar alkoholnya dibanding tuak nyuh, rasaya lebih gurih, dan cepat membuat mabuk.   Sumber: https://balebengong.id/sosial-budaya/budaya/metuakan-tradisi-minum-tuak-di-karangasem.html?lang=id  

avatar
Oase
Gambar Entri
Tuak Nyuh - Karangasem - Bali
Makanan Minuman Makanan Minuman
Bali

Tuak nyuh dibuat di daerah Bali yang banyak pohon kelapanya, seperti Pikat, Pidpid, dan Gunaksa. Dibuat dari sadapan air bunga pohon kelapa. Kadar alkoholnya lebih keras dari tuak jake, peminum umumya cepat merasa pusing.   Sumber: https://balebengong.id/sosial-budaya/budaya/metuakan-tradisi-minum-tuak-di-karangasem.html?lang=id

avatar
Oase
Gambar Entri
Tuak Bayu - Karangasem- Bali
Makanan Minuman Makanan Minuman
Bali

Tuak bayu adalah tuak yang telah tersimpan selama dua sampai tiga hari.   Sumber: https://balebengong.id/sosial-budaya/budaya/metuakan-tradisi-minum-tuak-di-karangasem.html?lang=id

avatar
Oase
Gambar Entri
Tuak Wayah - Karangasem - Bali
Makanan Minuman Makanan Minuman
Bali

Tuak wayah adalah tuak yang telah tersimpan satu sampai dua hari.   Sumber: https://balebengong.id/sosial-budaya/budaya/metuakan-tradisi-minum-tuak-di-karangasem.html?lang=id  

avatar
Oase
Gambar Entri
Semedah - Karangasem - Bali
Makanan Minuman Makanan Minuman
Bali

Semedah adalah tuak yang rasanya lebih netral, tidak terlalu tua dan tidak terlalu masam, dan masih enak untuk diminum.   Sumber: https://balebengong.id/sosial-budaya/budaya/metuakan-tradisi-minum-tuak-di-karangasem.html?lang=id

avatar
Oase
Gambar Entri
Tuak Jake - Karangasem - Bali
Makanan Minuman Makanan Minuman
Bali

Tuak jake banyak dibuat di Tenganan dan Bebandem. Dibuat dari sadapan air bunga pohon enau. Rasanya enak, bersifat netral, prosesnya dalam tubuh cepat, dan menimbulkan sering buang air kecil. Tuak jake sangat digemari orang-orang Karangasem. Proses membuat tuak jake sangat lama, bisa memakan waktu sampai 21 hari. Dimulai dari ngayunan, bunga jake diayun-ayun sampai satu jam. Kemudian dilanjutkan dengan proses notok, batang bunga jake dipukul-pukul berulang-ulang setiap hari selama satu jam dan berlangsung sampai dua minggu. Setelah dirasa cukup umur, maka dilanjutkan dengan nimpagang, mengiris batang bunga dan mengecek ada air atau tidak pada bunga jake itu. Kemudian dilanjutkan dengan nadah, batang bunga jake disadap dengan brengkong, wadah yang dibuat dari pelepah pohon pinang. Satu batang bunga jake bisa menghasilkan satu brengkong setiap kali menurunkan tuak yang dilakukan dua kali dalam sehari, yakni pagi dan sore.   Tuak yang baru turun dari pohonnya aka...

avatar
Oase
Gambar Entri
I Teruna Tua
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Di sebuah desa ada seorang bujangan yang sudah lanjut usia alias bujang lapuk yang bernama I Teruna Tua. Orang ini kira-kira berumur lebih dari lima puluh tahun. Sampai umur setua itu ia masih melajang, karena ia hanya mau mengambil isteri apabila ada perempuan yang hari larinya sama dengan dirinya. Setelah menunggu bertahun-tahun, pada suatu hari yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya, di desanya ada seorang bayi perempuan lahir. Tiga hari kemudian, saat si bayi telah lepas tali pusatnya, I Teruna Tua segera membuat tongkat dari tongkol jagung. Setelah tongkat jadi, ia langsung menuju ke rumah orang tua si bayi. Sesampai di rumah si bayi, I Teruna Tua disambut oleh ayah si bayi: "Oh Kakak datang." Ayah bayi itu memanggil Kakak, karena I Teruna Tua lebih tua daripada dirinya. "Kata orang, isterimu baru saja melahirkan tiga hari yang lalu. Laki-laki atau perempuan?" tanya I Teruna Tua. "Oh, perempuan." "Apakah sehat?" "Ya sehat keadaannya." "Kapan melakukan upa...

avatar
Rahmah
Gambar Entri
Nang Butuh Bosel
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Alkisah, ada dua orang bersaudara yang bernama Nang Butuh Mosel dan pamannya yang bernama Uwa Babrung. Nang Butuh Mosel adalah seorang yang sangat miskin. Bahkan, karena terlalu miskin sampai-sampai ia tidak dapat memberi makan isteri dan dua orang anak perempuannya. Jangankan memberi makan mereka, untuk makan dirinya sendiri saja ia tidak mampu. Untuk hidup sehari-hari, keluarga Nang Butuh Mosel hanya mengandalkan belas kashian dari para tetangganya. Sementara itu, di sebelah utara rumah Nang Butuh Mosel tinggallah saudaranya yang bernama Uwa Babrung. Berbeda dengan Nang Butuh Mosel, Uwa Babrung adalah seorang yang kaya raya. Ia mempunyai banyak sawah, ladang dan hewan ternak. Namun, walau Uwa Babrung kaya raya, ia sangat kikir dan tidak mempunyai rasa belas kasihan terhadap orang lain. Bahkan terhadap saudaranya sendiri pun Uwa Babrung tidak bersedia membantunya. Suatu hari, karena isteri Nang Butuh Mosel sudah merasa malu untuk selalu meminta belas kasihan para tetangganya, N...

avatar
Rahmah
Gambar Entri
Tari Barong
Tarian Tarian
Bali

Barong, dari katanya saja mirip dengan Barongsai ya? Tapi tarian ini bukan dari negara China. Indonesia sendiri memiliki tari Barong yang diwariskan jauh hari sebelum keberadaan agama Hindu. Tarian ini menceritakan tentang perseteruan antara kebajikan yang disimbolkan dengan barong, dan kejahatan yang digambarkan dengan sosok rangda. Menurut beberapa literatur, kata Barong berasal dari asal kata “Bahruang” yang memiliki arti beruang. Walaupung begitu, wujud dari binatang yang digambarkan bisa beragam tergantung dari jenis tari Barong yang dibawa, ada Barong Bangkal, Barong Macan, Barong Asu, Barong Gajah, Barong Blasblasan, Barong Landung dan yang paling terkenal, yaitu Barong Keket atau Barong Ket yang menggambarkan perpaduan antara macan, singa dan sapi. Tarian ini biasa ditarikan oleh 2 orang laki – laki, yang satu memainkan bagian kepala dan yang lain berada di bagian ekor. Badan Barong yang digunakan untuk menari pada umumnya terbuat dari bahan kul...

avatar
Lung