https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Rabbani_Wahed Tari Rabbani Wahed adalah sebuah seni tari sufi yang berasal dari Samalanga , Bireuen , Aceh , Indonesia . Tarian yang mengajarkan tentang tauhid, agama, serta kekompakan melalui gerakan energik ini diciptakan oleh T. Muhammad Daud Gade . Tarian Sufi yang dimulai dengan mengikuti syair dari tarian Meugrob dan memiliki lebih dari 30 gerakan yang diawali dengan melakukan Rateb du'ek ("duduk") dan Ratep deng ("berdiri") ini merupakan pengembangan dari tarian Meugrob yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu di Aceh. [1] Daftar isi 1 Sejarah 2 Gerakan 3 Penampilan 4 Pelestarian 5 Rujukan 6 Pranala luar Sejarah [ sunting | sunting sumber ] Asal-muasal tari Rabbani Wahed yaitu berasal dari tarian M...
https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Rapa%27i_Geleng Tari Rapa'i Geleng Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Jump to navigation Jump to search Tari Rapa'i Geleng yang ditampilkan oleh Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) di Mesir Rapa'i Geleng adalah sebuah tarian etnis Aceh yang berasal dari wilayah Aceh Bagian Selatan tepatnya Manggeng , yang sekarang masuk kawasan Kabupaten Aceh Barat Daya . Rapa'i Geleng dikembangkan oleh seorang anonim di Aceh Selatan . Permainan Rapa'i Geleng juga disertakan gerakan tarian yang melambangkan sikap keseragaman dalam hal kerjasama, kebersamaan, dan penuh kekompakan dalam lingkungan masyarakat. Tarian ini mengekspresikan dinamisasi masyarakat dalam syair yang dinyanyikan, kostum dan gerak dasar dari unsur Tari Meuseukat ....
https://www.facebook.com/media/set/?set=a.2109696959257809.1073741833.1761516150742560&type=3 Di Pidie Jaya terkenal dengan kue khas Meureudu yaitu adèe
https://steemit.com/indonesia/@rahmats/cemilan-khas-aceh-emping-melinjo-kerupuk-mulieng-2017722t134342661z Emping Melinjo, kalau dalam bahasa Aceh (kerupuk mulieng) adalah salah satu makanan khas Aceh yang sangat terkenal dan banyak di produksi di daerah kabupaten pidie tepat nya di kota Beureunuen. Karena emping di daerah tersebut memiliki cita rasa yang khas, berbeda rasa nya dengan emping yang di produksi di daerah sumatera. Kalau memang seseorang pengemar kerupuk emping pasti akan merasakan perbedaannya.. Cemilan kerupuk ini dihasilkan oleh pengusuha-pengusaha kecil yang berada di daerah pedalaman kota Beureunuen. Selain sebagai snack atau cemilan, emping juga banyak kita dapatkan dalam penyajian masakan Aceh, seperti nasi goreng, mie Aceh, nasi lemak dan lain sebagainya. Lezatnya emping melinjo semakin memicu nafsu makan kita. Kerupuk emping ini memiliki rasa yang renyah, gurih dengan rasa asin yang pas dimulut. sangat cocok dimakan sebagai cemilan sambil...
http://ninafitriana5.blogspot.com/p/makanan-khas-aceh.html Dodol merupakan jajanan khas Indonesia, dan di Aceh juga tersedia beberapa macam dodol, dari dodol rasa Durian, kelapa, nenas dan banyak lainnya, dari Dodol Sabang sampai yang dijajakan di Lhok Nibong pinggiran jalan Banda Aceh Medan km 300 (kurang lebih dari arah kota Banda Aceh). Jajanan Dodol biasa dibawa sebagai oleh oleh tetapi untuk diketahui, dalam perkawinan adat Aceh ada bermacam bawaan dari pihak pengantin Pria (tueng Linto ) ataupun bawaan dari pengantin wanita (Tueng Dara Baro) yang biasanya juga dibawakan bermacam makanan termasuk didalamnya Dodol (Dodoi-Aceh) dan Meuseukat serta makanan ringan lainnya. Dodol merupakan makanan yang jelas mempunyai rasa manis, dan citarasa buah-buahan (untuk dodol Modifikasi), karena secara umum dodol Aceh mempunyai rasa manis dan rasa santan kelapa. sebagai bahan baku utama adalah santan kelapa yang dimasak samp...
http://khasbudayaaceh.blogspot.com/2012/07/bu-gring.html Bahan-bahan : 1 bambu Beras ketan 1 botol sirup Manisan Aren 1 kg Minyak Goreng Cara membuat : Beras ketan dicuci sampai bersih lalu dikukus sampai matang. Jemur beras ketan yang telah matang dipanas matahari sampai keras. Panaskan minyak goreng, goreng beras ketan yang sudah kering hingga berwarna kekuningan. Sajikan dalam piring/wadah yang sesuai, lalu tuang manisan aren diatas sajian, aduk rata (uli) dan bentuk sesuai selera. Sumber : Fauziah, Peunteut, Aceh Utara ( Yrestiviani )
http://khasbudayaaceh.blogspot.com/ Bahan-bahan : 1 Bambu Beras ketan Hitam 3 Buah Kelapa Santan 1/ 1/2 Kilo Gula Pasir Vanili secukupnya Cara membuat : Beras ketan direndam dengan air kurang lebih 3 jam kemudian cuci bersih, lalu kukus sampai matang. Aduk rata ketan yang sudah matang (di uli) dengan santan kental secukupnya dan tuang vanili. (sampai kalis) Ambil santan kental satu gelas dan santan encer kurang lebih 2 gelas campur dan dengan gula, masak sampai berambut-rambut. Masukkan beras ketan yang telah diuli, aduk rata hingga kental dan berwarna putih. Jika adonan sudah keras dan tidak lengket lagi diwajan maka tandanya sudah masak. Hidangan siap di hias dan dihidangkan. Sumber : Fauziah, Peuntet, Aceh Utara
http://khasbudayaaceh.blogspot.com/ Bahan-bahan: 1 Bambu Beras ketan putih 3 Buah Kelapa Santan (pisahkan santan kental dan encer) 1/ 1/2 Kilo Gula Pasir Vanili secukupnya Cara membuat : Beras ketan direndam dengan air kurang lebih 3 jam kemudian cuci bersih, lalu kukus sampai matang. Aduk rata ketan yang sudah matang (di uli) dengan santan kental secukupnya dan tuang vanili. (sampai kalis) Ambil santan kental satu gelas dan santan encer kurang lebih 2 gelas campur dan dengan gula, masak sampai berambut-rambut. Masukkan beras ketan yang telah diuli, aduk rata hingga kental dan berwarna putih. Jika adonan sudah keras dan tidak lengket lagi diwajan maka tandanya sudah masak. Hidangan siap di hias dan dihidangkan. Sumber : Fauziah, Peuntet, Aceh Utara ( yres...
http://khasbudayaaceh.blogspot.com/ Bahan-bahan : 1 Bambu Tepung Ketan 4 Kg Gula Pasir 8 buah Kelapa ambil Santan Kentalnya Vanili secukupnya Cara Buat : Campurkan tepung ketan, vanili secukupnya, gula pasir dan santan kemudian aduk sampai rata. Masak lebih kurang 6 jam sampai bewarna coklat dan mengental, Jika sudah tidak lengket lagi diwajan tandanya sudah masak. Hias sesuai selera dan siap dihidangkan. Sumber : Fauziah, Peuntet, Aceh Utara. (yrestiviani)