Permainan yang melatih kepekaan terhadap sentuhan, seorang anak yang di sentuh " kucing" oleh temannya maka tangannya harus cepat-cepat di silangkan kedadanya. Apabila terlambat maka giliran dia yang menjadi "kucing" selanjutnya. Sesuai dengan perkembangan aturan bertambah kalau saat cingkup tidak boleh terlihat glgl atau tersenyum karena itujuga menyebabkan dia menjadi "kucing". Permainan ini dilakukan dengan berlarian di halaman rumah, yang menjadi kucing dia yang mengejar lalu menyentuh seorang anak sebelum melakukan cingkup agar dia tidak menjadi kucing.
Ucing pegat atau galah burulu adalah permainan jenis "kucing-kucingan" dan salah seorang yang menjadi kucing menjadi yang menjaga garis agar tidak ada yang lewat garis tersebut. Anak yang lain berebut melewati garis jaga tersebut. Apabila tertangkap atau tangan 'kucing mengenai tubuhnya maka akan gantian menjadi 'kucing'. Dibutuhkan fisik yang kuat karena yang menjadi kucing akan berlarian mengikuti garis kesana-kemari karena kalau keluar dari garis maka akan dinyatakan tidak sah. Jenis permainan galah burulu tidak jauh berbeda dengan galah asin baik media permainan maupun aturan bermain. Hal yang membedakan adalah awal permainan yang sebelumnya diawali salah seorang yang setelah diundi atau hom pimpah salah seorang dinyatakan sebagai penjaga awal garis. Setelah ada yang bertugas sebagai penjaga pertama, para pemain yang bisa mencapai 20 orang anak ini secara bersama-sama berusaha masuk dan melewati garis yang dijaga. Biasanya penjaga akan menangkap t...
Hampir disemua wilayah tanah air permainan tradisional galah jidar dapat ditemui dengan istilah daerah masing-masing. Permainan bisa dilakukan oleh dua orang atau lebih. Namun paling sering permainan dilakukan secara beregu atau berkelompok. Setiap regu atau kelompok terdiri dari masing-masing 3 hingga bisa mencapai belasan orang. Inti permainannya adalah melewati batang (garis) yang menjadi rintangan untuk dilangkahi dengan jumlah langkah semampu mungkin. Kelompok pertama mempunyai kesempatan memulai permainan. Setelah seluruh anggota kelompok pertama secara bergiliran melakukan loncatan, giliran kelompok kedua melakukan hal yang sama. Setelah semua pemain melompati palang garis, seorang dari kelompok kedua mempunyai tugas untuk mengukur atau memindahkan palang garis. Untuk menentukan menang dan kalah dalam permainan dalam satu kelompok ada anggota yang menginjak palang garis, yang dinyatakan kalah juga ditentukan bila ada anggota melakukan loncatan sesuai kesepakatan b...
Permainan Galah Palang tidak jauh berbeda dengan galah jidar. Baik aturan bermain maupun caranya. Yang membedakan permainan ini adalah palang garis rintang yang diletakan dengan cara disilangkan. Awal permainan setiap pemain dalam kelompok diharuskan melewati palanggaris yang diletakan membentuk huruf "T" dan harus melompati dengan cara menyilang secara bolak-balik. Pada sesi ke dua, para pemain melakukan hal serupa namun dilakukan tanpa melihat ke bawah atau kepalang garis. Permainan dilakukan terus-menerus dengan mengubah palang garis dan aturan melompati palanggaris. Dalam permainan ini, selain dibutuhkan konsentrasi, para pemain. juga dituntut memiliki strategi serta kekompakan. Tidak kalah pentingnya adalah kejujuran dan sportifitas diantara sesama. Karena hukuman yang akan dikenakan kepada mereka yang tidak jujur atau sportif, selain dikucilkan dan tidak diajak kembali bermain juga akan diledek.
Mainan yang terbuat dari pelepah daun pisang yang berbunyi "sorolok", Mainan ini banyak dimainkan ketika bahan tersebut banyak tersedia, yaitu ketika saat pengambilan daun – daun pisang untuk keperluan membawa makanan, atau saat adanya seIamatan, upacara adat yang membutuhkan makanan yang dibungkus daun. Tetapi banyak pula yang yang membuat mainan ini dengan secara sengaja mengambil pelepah nya dan daunnya tidak dipakai. Mainan ini cukup pembuatannya yaitu pisang tersebut dan sepanjang 10-12 cm panjang dari pelepah sederhana dalam dengan memotong pelepah menyayat bagian atasnya membunyikannya yaitu dengan cara hasil sayatan tadi posisi nya berdiri dan dihentakan dengan cara memukulnya bersamaan dengan punggung telapak tangan sehingga sayatan tersebut kembali kesemula dan berbunyi bersamaan. Pada masa sekarang mainan ini mengalami perubahan bentuk dengan penambahan pegangan seperti sebuah senjata laras panjang. Dengan cara membengkokkan pangkal dari pelepah pisa...
Mendengar peristilahannya "Simse" seakan berbau bahasa Cina. Namun setelah ditelusuri peristilahan tersebut tidak ada kaitannya dengan permainan dari negeri Cina. Demikian pula halnya dengan didaerah lain, peristilahan permainan melilit karet di kaki ini hamper sama. Cara memainkan, setelah terlebih dahulu ditentukan pemegang ujung karet dan urutan pemain, permainan diawali dengan pemain pertama untuk melakukan gerakan melepaskan satu lilitan karet dikakinya yang melipat untuk kemudian kembali memasangkan dengan cara melompat. Gerakan tersebut dilakukan berulang-ulang, biasanya disepakati antara 5 hingga 10 kali pengulangan. Setelah melakukan semua pemain melakukan hal yang sama, tingkat kesulitan ditambah dengan jumlah lilitan karet di kaki tidak tagl satu lilitan tapi bisa dua, tiga hingga empat lilitan. Pada tingkatan tertentu, permainan ini juga disertai dengan gerakan tubuh berputar untuk melepaskan lilitan karet di kaki atau permainan dilakukan secara berpasangan...
Mainan yang dimainkan sendiri atau berkelompok, jika sendiri bermain ketepatan, dan jika berkelompok dengan berhadapan dan saling menembak, tapi hal itu jarang dilakukan. Terbuat dari bambu dengan memanfaatkan kelenturan bambu, sehingga dapat melontarkan "peluru" berupa biji salak. Saat bermain yaitu saat menunggu orang tuanya di sawah atau diladang, tetapi kadang pula dimainkan bersama ditempat tinggalnya bersama temannya ketika sudah pulang dari ladang atau huma. Cara bermainnya yaitu dengan memasukan biji salak atau yang lainnya seperti kerikil dari lubang bagian atas. Kemudian tempat bambu dilengkungkan ditekan keatas sehingga terlepas dan melepaskan biji itu ke udara, "peluru" yang keluar pun sangat lemah tergantung tingkat kelenturan bambunya. Mainan ini berwarna coklat karena mengunakan bambu yang telah tua dan kering, tapi pada saat dibuat mainan ini berwarna hijau karena belum kering. Bedil jepret bukan mainan yang sekali pakai tetapi ada batas waktunya sampai...
Pada hari Minggu (14/12) Kota Tasikmalaya dimeriahkan dengan adanya Karnaval Tasikmalaya Creative Festival (TCF). Karnaval yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya itu diikuti sekitar 600 peserta. Karnaval tersebut terdiri dari kategori creative person dan seni budaya. Sementara pesertanya dari pegawai perbankan, perhotelan, instansi pemerintah, pelajar dan lainnya. Pelaksanaan karnaval akan dimulai pukul 08.00. Peserta berangkat dari Tifosi Futsal Tasikmalaya. Dari Jalan KHZ Mustofa itu peserta akan berjalan kaki menuju Tugu Adipura berkahir di Halaman eks Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Pemuda Kota Tasikmalaya. Di eks gedung dewan itu juga ada pertunjukan kesenian. Selama kegiatan Tasikmalaya Creative Festival 2014 juga diadakan lomba fotografi on the spot .
Selain Nasi Tutug Oncom , produk tradisional dan bersejarah lainnya yang berasal dari Tasikmalaya adalah kerajinan tangan. Banyak kerajinan tangan tradisional yang dibuat oleh masyarakat Tasikmalaya dari dulu hingga kini, seperti anyaman bambu, anyaman mendong, payung geulis, tikar dan Kelom Geulis . Produk kerajinan tersebut harus bersaing ketat dengan berbagai produk modern. Misalnya saja Kelom Geulis yang sekarang terus dikembangkan, baik dari segi desain maupun kualitasnya tanpa menghilangkan ciri khasnya sehingga dapat bersaing dengan sandal-sandal modern. Apa itu kelom geulis? Kata kelom menurut sebagian masyarakat berasal dari bahasa Belanda yaitu kelompen yang berarti sandal kayu. Sedangkan istilah Kelom Geulis berasal dari bahasa Sunda yang berarti sandal kayu cantik. Kelom Geulis biasanya dipakai pada acara tertentu atau resmi. Keunikan bentuk&...